Tabidatsu Hi atau Hari Kepergian
Nov 17th, 2007 by drt
-Apa yang bisa kamu katakan tentang seorang gadis berusia dua puluh lima tahun yang mati?
Begitulah kalimat pertama dari buku dan film Love Story-nya Eric Segal yang sudah 30 sekian tahun melekat di kepala.
Sejak kemarin setelah melihat video pendek berjudul Tabidatsu-hi atau Hari Kepergian yang saya taruh di blog bahasa Inggris saya karena terharu dengan lyriknya, saya terus mencari semua info yang saya bisa dapat dari Internet. Akhirnya ketemu trailer film baru Zo no Senaka atau Punggung Gajah ini di Google. Kalimat pertama Love Story tiba-tiba muncul begitu mendengar pertanyaan pertama di trailer berikut:
“Berapa lamakah? Berapa tahun lagikah (aku) bisa bertahan hidup?”
Itu awal mulanya ceritera ini. Saya baru melihat trailer ini dan berapa resensi di Internet. Versi animationnya dibagi dalam dua video dan yang pertamanya kemarin sudah saya postkan di blog bahasa Inggris. Semalam saya minta bantuan saudara David Tefa, anggota milis Bolelebo asal Kupang yang kini hidup bersama keluarganya di Kobe untuk tolong mencarikan teks bahasa Jepangnya. Soalnya kalau mencari di Google, ada dua lagu yang hampir mirip. Satu lagu Tamat Sekolah berjudul Tabidatsu no Hi, sedangkan ini lagu judulnya tanpa ‘NO’ - Tabidatsu Hi. Berkat teks dari email David, saya sempat temukan beberapa situs bahasa lain yang berisi lyric lagu ini, misalnya situs Hatena Diary di Jepang dan situs berikut di Beijing.
Biar tak usah loncat ke situs Inggris saya atau Youtube, saya taruh lagi video Tabidatsu Hi atau “Hari Kepergian” di sini, sekalian saya lampirkan hasil terjemahan bebas saya. Pengin sekali untuk menyamakan suku kata dengan lagu aslinya, tetapi itu akan sangat memakan waktu sedangkan urusan rumah lain sedang menunggu di Sabtu pagi ini, maka saya putuskan untuk memakai draft ini dan taruh bersama videonya di sini. Buat teman-teman yang ada di Jepang, silahkan koreksi terjemahan saya kalau anda temukan padanan yang lebih baik.
Suatu pagi begitu buka mata malaikat sudah tunggu
Ajalmu sudah sampai makanya ku datangi, bisiknya padaku
Mengapa beta saja yang harus pergi toh?
Dalam riaknya nasib, suara beta tak pernah sampaiOrang-orang yang paling
beta kasihi di sekitar beta
apa mereka itu bahagia
Itu yang jadi pikiranKalau saja beta meninggal,
Menangislah hanya pada malam pertama
Ingatilah yang sudah kita lakoni bersama
Kenanglah itu saat kamu mengantarkan kepergian betaOu u………
Ah a…………
Ou u………..
Ah a………Ketemu dengan kamu itu suatu kebahagiaan
Dongak dan lihatlah langit pagi dan tersenyum
Beta bakal menjadi sinar mentari
Akan beta lindungi yo dirimu sayang,
Akan beta lindungi yo dirimu sayang
