Kerja Malam dan Risiko Penyakit Kanker
Nov 29th, 2007 by drt
Sampai bulan April yang lalu, saya masih beranggapan bahwa dengan kombinasi penggunaan Natural Supplements, kerja malam bukan suatu persoalan buat saya. Akan tetapi karena tekanan darah tinggi saya yang melonjak, akhirnya doktor saya tidak mengizinkan saya kerja malam lagi.
WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com
Sore ini seorang teman karib saya mengirimkan saya link mengenai hubungan antara kerja malam dan penyakit kanker. Kemudian saya melihat ada kilasan berita di TV. Saya terus kembali dan mengecek link itu. Hm, saya pikir ini akan mengubah persepsi saya tentang jadwal kerja malam.
Saya juga pikir, berita ini pasti akan mempengaruhi banyak orang. Soalnya kerja malam adalah bagian dari kehidupan modern. Ambillah contoh dengan rumah sakit. Apakah kita akan pekerjakan mereka dengan jadwal dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, terus bilang selamat tinggal dan terus pergi meninggalkan pasien rumah sakit tergeletak di sana sampai pagi berikutnya? Apakah kita akan membiarkan komputer untuk mengursi pekerjaan suster dan dokter? Ini mah baru rumah sakit saja, bagian kecil dari masyarakat moderen. Bagaimana dengan Pusat Pembangkit Tenaga Listrik, pabrik-pabrik, saluran komunikasi, jaringan komputer, dsb-nya? Bahkan sistem yang sudah terkomputerisasi pun masih membutuhkan seseorang di depan komputer bukan?
Menurut laporan tadi,
Seperti sinar ultraviolet dan gas buangan diesel, kerja malam tak lama lagi akan dimasukkan ke dalam daftar “kemungkinan” penyebab kanker.
Menurut saya kita bisa saja menghindari sinar UV dan mengurangi ekspose jangka banyak dari asap diesel, tetapi bagaimana dengan orang-orang yang harus kerja malam?
Saya juga tahu ada berbagai studi untuk mengurangi efek negative kerja malam. Misalnya ada anjuran untuk menutup jendela dengan kertas hitam sehingga membuat kamar tidur menjadi gelap seperti malam hari sehabis kerja semalaman. Dengan demikian badan kita akan lebih mudah menghasilkan melatonin yang akan membantu kita tidur lebih lelap. Akan tetapi, dengan terbitnya hasil studi mengenai kerja malam dan risiko kanker, saya yakin akan ada banyak pertimbangan sebelum seseorang mengambil keputusan untuk bekerja di tempat yang ada rotasi kerja malamnya. Namun kita berada dalam masyarakat moderen yang tak mungkin bisa mengeliminasi rotasi kerja malam. Apakah uang tambahan untuk kerjaan berbahaya (hazardous pay) akan membikin kerja malam menjadi lebih menarik?
Saya tak bisa menjawab, tetapi saya berharap bahwa nanti ada yang bisa temukan jalan terbaik untuk mengurangi risiko kanker seandainya hasil studi sekarang ini terbukti benar.

Konon katanya ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit kanker pada manusia. Tapi tokh belum ada catatan resmi yang menyebutkan penyebab pasti dari penyakit ini. Coba simak tulisan-tulisan lain tentang kanker, terutama kanker payudara di blog mimi
Siapa tahu kalau-kalau ada gunanya?