Sudah sekitar 6 tahun saya mengasuh sebuah milis buat orang sekampung dari Timor Kupang dan sekitarnya. Bahasa pengantar adalah bahasa Kupang maupun bahasa Inggris. Di milis inilah saya bisa melepas rindu untuk berbicara dalam bahasa Kupang seenak perut saya.
Satu hal yang sering terjadi di milis ini adalah, permintaan bantuan yang bertubi-tubi, yang tidak semua bisa kami talangi. Pada awalnya saya bermaksud milis itu sebagai tempat bertukar informasi, namun karena kesibukan kerjaan dan banyak tenaga muda yang lebih siap, akhirnya bidang itu pun saya biarkan ditangani yang muda-muda saja.
Pernah tercatat tiga usaha yang bisa mengumpulkan sedikit dana, dan upaya itu bisa dibaca misalnya di situs yang mencatat usaha menggalang dana buat membantu operasi tumor seorang anak dari Sumba bernama Lukas Mbira. Kisah berbahasa Indonesia bisa dibaca misalnya di sini, sedangkan bahasa Inggrisnya di kedua blog ini, yakni blog yang saya buatkan ataupun blog Dr. Goh Yau Hong.
Bulan lalu ada lagi permintaan bantuan uang kuliah seorang mahasiswi dari satu Fakultas di almamater saya di Yogyakarta. Saya sendiri tidak dapat berbuat banyak karena selain dua anak saya masih kuliah di sini (Amerika), juga ponakan-ponakan saya sering butuh bantuan tetapi tidak selalu bisa saya penuhi. Atas bantuan teman-teman di milis, baik yang di LN, maupun dari Bandung dan Yogya, akhirnya terkumpul dana sedikit yang bisa membantu mahasiswi tersebut tidak sampai terputus sekolah. Tidak banyak untuk ukuran dollar Amerika tetapi paling tidak bisa membantulah.
Belum selesai urusan bantuan uang kuliah, datang lagi permintaan bantuan dana operasi buat bayi Gratia, putri pertama dari pasangan Winston dan Desy Rondo. Biaya operasi yang dibutuhkan sekitar Rp 80 juta sedangkan keluarga sendiri hanya sanggup mengumpulkan sekitar seperempat dari dana itu. Wah, kalau ini sudah menyangkut jiwa, dan saya berpikir bahwa mungkin dengan bantuan Internet dan informasi ini disebarkan dengan bahasa Inggris, bakal bisa mengumpulkan dana buat bantuan operasi bayi Gratia. Surat itu kemudian saya terjemahkan dalam usaha menggalang dana di sini. Semua upaya itu dalam bahasa Inggris bisa diikuti mulai dari terjemahan saya ini. Walaupun akhirnya dana itu terkumpul dari umat Gereja di Jakarta, tetapi semua itu juga berkat hubungan yang saya jalin lewat Internet. Tetapi saya masih sangat kecewa atas hasilnya, sebab saya berpikir seharusnya Internet bisa menghasilkan lebih banyak dana untuk itu.
Sejalan dengan upaya itu, sejak bulan April 2006, saya ikut mendukung kegiatan Panti Asuhan Roslin yang diasuh Captain Budi Soehardi dan ibu Peggy. Bantuan saya berupa sumbangan tenaga membuat blog untuk Panti Asuhan Roslin. Pertama saya buatkan di Internet Service Provider saya, kemudian saya bantu lagi mengembangkan ke situs yang menggunakan wordpress. Setelah semua bisa berjalan maka website itu sekarang ditangani sepenuhnya oleh pak Budi Soehardi sendiri. Pak Budi adalah seorang Captain Pilot di Singapore Airline.
Tiga hari lalu tiba-tiba saya menerima satu email yang memakai address seorang mantan Guru Besar saya sebagai pengirimnya. Beliau pernah mengundang saya menginap di rumah merangkap laboratoriumnya di sekitar tahun 1977. Saya ingat itu karena waktu itu bertepatan dengan saat test masuk ke Sekolah Pasca Sarjana Bidang Opto-elektroteknika dan Aplikasi Laser di Universitas Indonesia. Kemudian saya pernah mengundang beliau beri ceramah sewaktu saya mengajar di Salatiga jadi hubungan kami cukup dekat. Email yang saya terima sangat mengenaskan isinya, tetapi ada bolongnya. Emangnya kenapa beliau harus menulis ke saya dalam bahasa Inggris kalau keadaannya seperti itu. Tapi karena khawatir, saya sempat menghubungi teman-teman baik yang di LN maupun ke Bandung. Jawaban yang saya terima, teman-teman lain juga menerima email yang sama tetapi beliau ada di Jakarta, bukan di Afrika seperti dalam isi email. Tergerak atas jawaban yang saya terima, saya lalu menggooglekan beberapa kata mengenai pertemuan yang beliau hadiri, dan alhasil ketahuan belangnya. Ini di Internet dikenal dengan nama 4-1-9 atau Nigerian Scam. Penipuan lewat Internet dari penipu-penipu Nigeria.
Saya bersyukur bahwa ternyata beliau tidak apa-apa, tetapi di pikiran lalu timbul pertanyaan: Jangan-jangan upaya yang selama ini saya kerjakan di Internet dianggap semacam penipuan di atas?
Kalau anda perhatikan, di Internet, asal ditekuni dan mampu berbahasa Inggris, ada yang bisa mendapat penghasilan yang berarti dari pesangan iklan dsb.-nya di website atau blog anda. Dua tokoh yang terkenal saat ini adalah John Chow dari johnchow.com dan Jeremy Schoemaker dari Shoemoney.com . Memang masih ada banyak yang lain. Tapi nanti sajalah kita bahas kali lain. Untuk iklan, selain menarik, yang dibutuhkan adalah trafik. Semakin banyak trafik, kemungkinan orang menekan iklan di situs anda jauh lebih besar. Oleh sebab itu saya separuh mengemis pada John Chow selama berusaha mencari dana buat baby Gratia agar John Chow bersedia mengekpos ceritera tentang baby Gratia di situsnya.
Saya tidak tahu kenapa, tetapi ternyata dari John Chow tidak ada tanggapan sama sekali. Saya coba minta bantuan teman-teman dari milis Pak Laru Bolelebo, dan sekitar 65 alamat email saya terima dan mereka semua bersedia mendaftarkan diri ke situs John Chow, biar dia bisa menangkan pertandingan dia dengan Jeremy Shoemaker, yaitu pertandingan siapa yang bisa menangkan kontes yang mereka berdua adakan bulan ini. Harapan kami semua, dengan itu bisa mendapat sedikit ekspos dari John Chow dan trafik ke situs kami bertambah.
Tapi biarpun John Chow yang selalu menamakan dirinya pangkal dari segala kejahatan tidak mau menerima tawaran saya dengan ke 65 nama itu. Saya minta kalau dia bersedia maka saya akan meminta bantuan komunitas Indonesia mendukung dia dengan mendaftar ke situsnya buat menerima email kalau isi blognya berganti. Apakah John tidak mau berlaku curang, saya tidak tahu. Tapi saya pikir itu permintaan yang fair, usaha kami menggalang dana buat bayi Gratia terekspos, dan dia mendapatkan jumlah pembaca yang dia butuhkan untuk memenangkan pertandingan dia.
Setelah kejadian ini saya jadi berpikir, apakah karena unsur fairness yang John tekankan, atau karena khawatir termakan penipuan ala Nigeria seperti yang saya sebutkan di atas, ataukah pembaca Internet berbahasa Indonesia itu sebenarnya tidak ada arti di mata dia, saya tidak tahu.
Hal itulah mendorong saya, untuk melambungkan blog berbahasa Indonesia. Tujuan pertama, agar blog ini bisa menghasilkan uang sendiri yang bisa dipakai sebagai model buat mereka yang muda-muda untuk mendapatkan info yang sebagian besar dalam bahasa Inggris. Selain bisa menutupi pengeluaran untuk membiayai kebutuhan website, kalau sudah berjalan, hasil dananya bisa dipakai kalau ada permintaan bantuan seperti yang saya ceriterakan diatas.
Ide ini sempat saya rundingkan juga dengan seorang teman, pengusaha Indonesia dari kota Seatle yang aktif di milis Bolelebo, sedangkan judul dan subjudulnya saya rundingkan dengan istri saya. Begitulah asal muasal situs 28 Oktober dot Net. Situs yang lahir di hari Sumpah Pemuda.
Mari di hari Sumpah Pemuda ini kita menggalang persatuan di dunia maya, mari kita membuat kehadiran kita ikut masuk hitungan! Mari kalau sempat kita ikut menentukan siapa pemenang kontes besar dalam 3 hari mendatang. Siapkah anda mengerahkan teman-teman?
Tabik,
Aris Tanone

Saat tulisan ini diedit, sudah jam 1:22 subuh. Entah jamnya wordpress belum sempat saya set. Mungkin masih jam California sehingga tanggalnya masih tanggal 27.
Oh, ini blog yang berbahasa Indonesianya, ya, Pak? Wah, jadi bisa sering mampir ke mari, nih. Saya jadi ikut terharu tentang kisah bayi Gratia. Saya hanya bisa ikut berdoa, pak, mudah2an dana yang digalang Bapak bisa secepatnya untuk menolong jiwa Gratia, amin.
OK, salam hangat dari Indonesia.
Terima kasih pak Sawali. Apa sempat lihat kalau di kedua blog saya sudah saya link ke situs pak Sawali?
Jangan lupa ajak teman, ikut ramaikan pertandingan 2 raksasa tuh, pak.
Makasih.
Ya, Pak, belum sempat baca seluruhnya. OK, makasih infonya, Pak.
Salam kenal pak
web blog nya baru yah. ini kunjungan balik saya
Salam kembali Freddy. Di Yogya dulu, di Tugu ada guru saya mas Hernawan yang jadi asisten Fisika. Tapi barangkali tak ada hubungan ya?
Itu tuh, ceritera tentang Hoax kan yang saya tulis di atas tuh. Nanti sempat baru saya garap posting itu. Ini sudah kemalaman. Makasih atas kunjungan supercepat.
[...] dot NET instead of 27 Oktober dot Net, I’d like to point out one thing. If you look at my ABOUT page, you will see that it was published on October 27. I worked the whole day on the 27th to get [...]
Hallo Pak Aris,
Terima kasih sudah mampir di blog saya yang di wordpress, ini untuk yang non-technical. Dan yang multiply untuk yang technical.
Salam ..
Pak Aris Tanone,
Salam kenal juga. Terima kasih atas kunjungannya. Senang juga bisa berkunjung ke blog bapak. Btw nama depan kita sama ya, sama-sama the man not the device
o ya satu lagi pak, ketika saya masuk dari mybloglog, halaman muka blog bapak gak bisa dibuka, kenapa ya?
Mas Aris, iya benar tuh. Soal bloglog, apa karena tadi saya lagi editing atau memang karena mereka minta bayar saya nggak mau jadi linknya diputus. Nanti akan saya cek. Makasih atas infonya pak. Kemarin saya sempat cari paha Paris yang mana tuh?
Salam Kenal Pak Aris. Saya tertarik dengan dualisme tulisan bapak di 28oktober dan di atanone. Yang berbahasa Inggris menjadi ladang uang seperti punya johnchow dan shoemoney
Sementara ini saya hanya creating garbage post yang saya coba untuk ladang uang, tapi ternyata tidak berhasil. Sekarang, saya akan mencoba melakukan apa yang bapak lakukan dengan dualisme tulisan, tapi sayangnya ini masih di dua web yang berbeda. Yang akan saya lakukan adalah membuat 1 site dengan dua bahasa. Weleh kok malah curhat disini saya … mohon maaf sebelumnya tapi blog ini cukup menginspirasikan apa yang akan saya lakukan.
Blogwalking, trus nyasar ke sini. Hehehe… Salam kenal. Nice blog!
bung aris, kapan ke kupang/timor?
Kalau dapat liburan panjang bung Damyan. Makasih.
wah, hari ini sayasangat senang karena membuka webside dari email yang diberikan oleh teman saya Samuel Lapudooh tentang nama bapak Aris Tanone. sudah sangat lama saya penasaran dengan nama bapak Aris karena saya mendengar nama itu dari pertemuan saya dengan bapak Wili Toisuta yang menceritakan kisah hidup bapak Aris Tanone kepada saya. Sorry saya mau memperkenalkan nama saya dulu yah. Nama saya adalah Ayub Bansole. Lahir di Tuahela – Oemofa, Kupang Timur. saya pindah ke Jakarta sejak 1998. saya menjadi editor buku dan majalah. Terima kasih banyak pak Aris. kisah hidup bapak telah membangkitkan semangat baru di dalam hidup saya untuk tetap berjuang.
Halo pak Aris. Nama saya FC Mario Patty, asal Kupang. Saya sekarang bekerja di Bekasi. Saya peroleh alamat situs ini dari http://www.iasmansakupang.com.
Saya ingin bertanya, apakah pak Aris pernah menulis (di blog) kisah perjuangan pak Aris dulu? Kalau pernah, bolehkah saya tahu halaman web-nya? Siapa tahu bisa menjadi sumber inspirasi bagi kami yang muda-muda ini – baik yang masih di Kupang maupun yang sudah merantau. Demikian tulisan saya – mohon maaf jika merepotkan pak Aris Tanone. Terima-kasih.
Sdr Mario dan sekalian Sdr Ayub Bansole,
Saya belum pernah menulis apa-apa tentang perjalanan hidup saya. Ada sedikit catatan kecil. Kalau cari di google kata-kata, ‘aris tanone semangat’ mungkin sdr berdua bisa temukan sedikit catatan dalam bahasa Inggris. Mungkin kalau ada kesempatan akan saya tuliskan.
Begitu juga buat sdr. Ayub, mohon maaf baru sekarang sempat membalas. Selamat bekerja, semoga sukses.