Akurang lai?

by drt on September 10, 2009

Pertanyaan ini pasti membingungkan pendatang dari daerah lain?

Contoh penggunaan. Seorang anak pulang dengan pakaian penuh lumpur. Ibunya akan bertanya, akurang lai? Atau ada tetangga yang bertengkar, maka tetangga lain akan bertanya-tanya, su akurang lai?

Saya sendiri tidak tahu dari mana asal kata ‘akurang’ ini. Saya curiga kata ini berasal dari ‘A(da) kurang apa’ terus disingkat menjadi akurang. Sedangkan kata kedua adalah penggalan kata ‘la(g)i’. Dalam contoh kedua, ‘su’ adalah penggalan dari kata ‘su(dah)’, jadi kemungkinan ini berasal dari kalimat ‘sudah ada kurang apa lagi (sampai mereka harus bertengkar)?’

Seingat saya zaman dulu sebagai anak-anak, kadang ada yang suka bertanya, ‘akurang?’

Ini sama saja dengan bertanya, ‘ada apa?’, ‘kenapa?’ Tapi dasar anak-anak, kalau ada yang bertanya, ‘A kurang?’ cuma dijawab, ‘B tambah’.

Ada yang mau kas(ih) conto(h) laen ko? ***

Popularity: 1% [?]

{ 2 comments… read them below or add one }

Henny P September 11, 2009 at 7:45 am

Memang benar, bahasa Kupang cukup unik, bahkan tak jarang sulit untuk bisa dimengerti oleh orang yang bukan berasal dari Kupang dan sekitarnya.Ada lagi contoh lain, ketika teman kami (bukan orang Kupang) terheran-heran saat menelpon ke rumah kami dan diterima oleh pembantu orang Kupang, kebetulan kami sedang keluar rumah. Pada waktu ditanya :”Ibu ada?” dijawab : “Ibu ada keluar”. Wow, bagaimana mungkin? ‘Ada’ dan ‘keluar’ dua hal yang bertolak belakang. Unik kan?

drt September 11, 2009 at 8:03 am

Makasih sudah mau mampir ibu dokter. :-) Soal ibu ada keluar biar ahli bahasa saja yang diskusikan. Tugas beta cuma biar kata-kata itu son ilang ditelan waktu.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: