≡ Menu

Benarkah Gula Memberi Makan Buat Kanker?

Dulu Garam, Kemudian Rokok, Sekarang Gula.

AP Photo/Richard Drew

Begitulah omelan sebagian masyarakat di kota New York, gara-gara ada peraturan baru yang bakal disahkan bulan September nanti yang akan melarang penjualan minuman manis di restauran, vending machines, mobil penjaja ataupun penjaja jalanan, apabila ukuran gelasnya lebih besar dari 16 oz atau 473 cc.

Yang kontra mengatakan, ini pelanggaran hak asasi individu. Di baliknya berbagai perusahaan seperti Coca-cola dan Pepsi ikut nebeng bilang ini akan merugikan pedagang kecil dan memberatkan rakyat jelata. Ada yang mengomel apa-apaan si Walikota Bloomberg mau membikin kota New York menjadi ‘nanny-state’ alias ‘negri bedinde’ yang over protective atau terlalu melindungi dan mau mengaturi segalanya. Tak ada kebebasan individu lagi.

Yang pro bilang, sudah saatnya untuk pelarangan ini karena gula merupakan penyebab wabah kegemukan yang sedang melanda Amerika, dimana banyak orang cenderung menjadi gemuk.

Saya sendiri tahu bahaya gula buat kesehatan dan sudah hampir sepuluh tahun tak pernah minum Coca-cola dan sejenisnya yang tidak ada kandungan nutrisi selain kalori doang. Tapi yang menarik perhatian saya kali ini bukanlah ribut-ribut karena ulah walikota New York, Michael Bloomberg yang melarang pakai kebanyakkan garam di restauran untuk mencegah darah tinggi, merokok di tempat umum karena asapnya penyebab kanker, lalu sekarang mau melarang gula. Itu bukan tujuan saya dalam postingan ini, tapi saya tertarik pada pertanyaan berikut ini.

Apakah gula memberi makan sel kanker?

Pertanyaan ini timbul, setelah menonton video yang kalau diterjemahkan berjudul, 5 Cara Untuk Mencegah Jenis Kanker Tertentu seperti yang bisa dilihat di bawah ini:

Menurut Raymond Francis, seorang ahli Biokimia lulusan MIT, gula memberi makan kepada sel kanker, makanya dari kelima hal yang disebutkan di bawah ini, jangan makan gula berada pada urutan teratas disusul larangan lainnya sbb:

  1. Singkirkan gula
  2. Jangan pakai minyak goreng hasil prosesan
  3. Jangan pakai hasil produk gandum
  4. Makanan utama harus dari sumber nabati
  5. Sertakan buah-buahan segar dan sayuran dalam makanan

Nama Raymond Francis baru pertama kali saya dengar setelah menonton video ini. Ternyata dia telah menerbitkan beberapa buku kesehatan dan idenya agak ekstrim. Walaupun di dalam video dia dipanggil doktor, akan tetapi saya melihat di buku terakhirnya yang baru terbit akhir tahun lalu, hanya dicantumkan gelar M.Sc.

Dalam bukunya berjudul Never Fear Cancer Again: How to Prevent and Reverse Cancer atau Tak Bakal Takut Kanker Lagi: Bagaimana Mencegah dan Membalik Kanker, Raymond mengatakan bahwa kanker mestinya bisa dimatihidupkan seperti kita mematihidupkan kenop On/Off.

Seperti juga pendapat Dr. Shu, Raymond berpendapat sel kanker adalah bagian dari tubuh yang tak bisa begitu saja dipotong buang, diracun atau dibakar. Persoalannya, bila lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan sel jahanam ini tidak dirubah, maka setelah dikikis, diracuni ataupun dibakari, sebentar saja kanker itu akan tumbuh lagi dan metastasis atau berpindah ke organ tubuh yang lain.

Namanya sih boleh macam-macam. Ada kanker payudara, para-paru atau nama lain berdasarkan organ tubuh yang terkena kanker itu, tetapi sumbernya cuma satu. Sel yang berontak, dan tidak berfungsi seperti sel normal lainnya atau dalam kata-kata Raymond sendiri seperti yang tertulis di bawah yang saya terjemahkan dari bukunya, Never Fear Cancer Again.

Ini pendapat Raymond tentang Kekeliruan Dunia Kedokteran Tentang Kanker:

Kedokteran konvensional gagal untuk memahami bahwa kanker itu bukan sesuatu benda. Kanker itu suatu proses. Bila kamu terkena kanker, persoalannya bukan cuma terbatas pada satu bagian tubuh tetapi serempak ada di mana-mana. Ini adalah penyakit sistemik – yang menyangkut seluruh badan. Metabolisme yang tidak normal mempersiapkan ajang pementasan buat kanker yang meliputi seluruh bagian tubuh. Dokter memberikan nama yang berbeda dan klasifikasi kepada kanker. Mereka mencoba untuk membuang atau mematikan kanker di payudara, prostat atau paru-paru anda, tetapi itu sama saja seperti cuma mengobati otot yang sakit ketika seseorang terserang flu. Flu mempengaruhi seluruh tubuh anda, tidak cuma otot saja. Pemusatan pada di mana letaknya tumor itu sama sekali tidak masuk akal, dan sudah terbukti bahwa itu strategi yang kalah. Kanker bukanlah benda yang bisa dipotong, diracun atau dibakar – Kanker itu suatu proses biologi yang mempengaruhi seluruh tubuh. Untuk menimbulkan kanker, kamu harus memutar berbagai tombol biologis dalam tubuhmu, lalu kamu harus mendorong proses itu untuk maju. Di mana kanker itu muncul tidak menjadi masalah. Kanker tetap kanker tak perduli bagian badan mana yang terlibat. Sesungguhnya cuma ada satu macam kanker – faktanya: hanya ada satu jenis penyakit: Sel-sel berfungsi-salah (Malfunction cells). Membuang bagian badan lewat operasi, meracuni tubuh dengan bahan kimia beracun, atau merusak tisu yang terkena kanker dengan radiasi tak akan menyelesaikan masalah. Kankernya bakal kembali selama prosesnya masih berjalan. Kalau mau bebas dari kanker, kamu harus mematikan tombol proses itu.
Francis M.Sc., Raymond (2011-08-01). Never Fear Cancer Again: How to Prevent and Reverse Cancer (pp. 15-16). Health Communications. Kindle Edition.

Yang menjadi pertanyaan, betulkah pendapat Raymond bahwa gula memberi makan pada kanker? Itu akan kita lihat dalam postingan berikut,….bersambung.

Bila anda menyukai postingan ini, silahkan share dengan teman-teman anda. Jika anda mempunyai tanggapan, saya ingin sekali mendengar langsung pendapat itu lewat kotak komentar di bawah.

{ 4 comments… add one }
  • Aira Kimberly February 10, 2013, 4:02 am

    artikel yang sangat bermanfaat 🙂

  • Rasni December 20, 2015, 9:43 pm

    Info sangat bermanpaat

  • Evi soviah December 3, 2016, 5:28 pm

    Saya ingin membaca sambungan nya karena saya juga penderita kanker mkasih

  • drt December 4, 2016, 9:12 am

    Maaf, blog ini sudah tidak saya update lagi. Silahkan baca posting terbaru saya di http:://16supension.com, di mana saya ada ceritera tentang kegiatan senam Ping Shuai Gong di Jakarta yang bermanfaat bagi penderita kanker. Ada berbagai link di sana. Makasih dan semoga ada gunanya.

Leave a Comment