≡ Menu

Cara Mengupas Delima

Di Kupang, waktu masih kecil, kami menyebutnya Dalima.

IMG_2325Wikipedia menyatakan bahwa segelas sirup delima takaran 250 cc mengandung sekitar 50% vitamin A, C dan E dari jatah harian yang direkomendasikan (recommended daily allowance (RDA)), 100% RDA untuk folic acid dan 13% RDA potassium.

Di situs web MD ada uraian mengenai hasil studi yang menyatakan bahwa konsumsi sirup delima segelas sehari bagi mereka yang sudah menjalani operasi atau terapi radiasi kanker prostat bisa mengurangi kenaikan antigen spesifik buat prostat.

Tapi di samping itu ada juga yang mengingatkan tentang kemungkinan interaksi antara sirup delima dengan obat dokter, maupun peringatan bahwa kadar gula dalam delima mungkin melebihi kadar gula maksimum untuk jatah harian. Dari semua uraian ini, saya menarik kesimpulan bahwa memakan biji delima atau meminum sirup delima dalam proporsi normal berguna untuk kesehatan. Namun, tentu saja anda perlu diskusikan urusan ini dengan dokter anda. Sayangnya, di Amerika pun, tidak semua dokter mengikuti perkembangan mengenai fungsi produk alamiah bagi kesehatan. Seringkali, pasien mereka lebih mengerti masalah ini lewat berbagai informasi di Internet ketimbang para dokter yang setiap hari sudah terlalu amat sibuk mengurusi pasien mereka dan tak sempat surfing ke Internet. 😆

Tapi ada yang menjengkelkan kalau bicara urusan makan delima. Waktu kecil seingat saya, setelah delima dibelah, kami tinggal preteli bijinya terus dimakan. Tapi getah delima menyebabkan rasa lengket di tangan, dan juga noda getah di baju biasanya sukar hilang. Makanya ketika melihat delima ukuran batok kelapa berapa hari lalu, saya pengin sekali membeli tapi agak ragu-ragu mengingat pengalaman masa kecil dahulu.

Eh, ternyata di samping tumpukan buah delima di toko itu ada setumpuk pamflet berisi petunjuk bagaimana cara mengupas dan memakan buah delima. Setelah melihat petunjuk itu, saya langsung membeli dan mencoba cara yang diajarkan ini. Berikut ini adalah foto yang saya jepret saat mencoba cara ini:

IMG_2328 IMG_2329
IMG_2330 IMG_2331

Hasilnya yang terlihat dalam mangkuk itu bisa dimakan tanpa mengotori tangan yang harus preteli biji delima satu per satu, serta tak perlu takut menodai pakaian pula. Selain bisa dimakan begitu saja, bisa juga biji delima itu dicampur dengan salad atau es campur, es krim dsb-nya. Kalau anda rajin mencari, banyak juga resep masakan memakai biji atau sirup delima seperti yang bisa ditemukan di situs resep ini.

Video berikut walaupun dalam bahasa Inggris, tapi saya merasa garis besar bagaimana penuturnya mengupas delima itu bisa diikuti dengan mudah dan semoga lebih memperjelas uraian saya di atas.

Selamat menikmati delima segar yang sangat bermanfaat untuk kesehatan anda.

{ 4 comments… add one }
  • Jauhari November 1, 2009, 11:20 pm

    Enak sekali mas.. gimana khabar?

  • drt November 1, 2009, 11:46 pm

    Baik saja, mas Jauhari. Makasih.

  • Rihi Here Wila November 5, 2009, 5:28 pm

    Saya adalah seorng penggemar delima. Cara melepaskan biji delima seperti diuraikan Bung Aris, sudah saya kenal ketika masih duduk di bangku SMP II Negeri Kupang sekitar tahun 1967. Akan tetapi fungsi dan kandungan biji delima baru saya ketahui setelah membaca tulisan Bung Aris ini. Terima kasih Ama. Sayang, saat ini sangat sulit untuk mencari pohon delima sekarang ini. Ketika ke Kupang sekitar 5 tahun lalu, tidak banyak lagi saya temukan pohon delima. Saya juga tidak pernah melihat pohon delima di sini (Kediri, Batu, Malang sebagai kota yang akrab dengan saya). Delima yang saya kenal pun tidak pernah ada yang berukuran jumbo seperti disampaikan Om Aris. Seingat saya di Kupang, daerah tingkat I/Naikoten sekitar rumah dik Naniek, Nunhila, Pasir Panjang dan paling banyak terdapat pohon delima. Dengan info Bung Aris tentang kandungan biji delima, tentu ketika berlibur Natal di Kupang tahun ini, saya akan mencari pohon delima yang biasanya berbuah pada musim kemarau.

  • drt November 5, 2009, 8:42 pm

    Makasih atas sharingnya om Rihi.

Leave a Comment