≡ Menu

Catatan Ziarah (18)

Kalau mau, memang ada penerbangan dari Kupang ke Yogya tanpa melewati Surabaya, dan saya bisa dijemput di Lanuma Adi Sucipto untuk ke Solo. Tapi ada alasan khusus untuk mampir ke Surabaya. Saya ingin ketemu Rudy, Getty dan anak-anak yang sudah berapa tahun tak pernah ketemu, terutama setelah Christy menyelesaikan studinya.

Rudy dan saya hanya berbeda usia berapa bulan. Menurut ceritera orang tua, ketika kecil saya suka sakit-sakitan sedangkan engkoh atau kakak sulung saya meninggal saat masih bayi. Makanya waktu melihat saya sakit-sakitan, ada yang menganjurkan agar saya diangkatkan anak kepada keluarga, biar saya jangan sampai menyusul engkoh saya. Orang tua saya tak punya nasib untuk membesarkan anak laki. Itulah sebabnya kenapa Rudy dan saya mempunyai nama panggilan yang sama di rumah ketika masih kecil. Rumah kami di Soe dulu terletak di sudut yang berlawanan pada perempatan Kampung Baru dan jalan menuju Oenasi. Saya tak tahu lagi apa nama kedua jalan itu sekarang tapi tentu saja saya ingat persis di mana tempatnya dan siapa saja tetangga sewaktu saya masih kecil. Karena Rudy lebih tua, dia mendapat predikat besa dan saya mendapat predikat kici, yaitu ‘besar’ dan ‘kecil’ dalam logat Kupang, bahasa sehari-hari kami di Timor. Baru-baru ini, seorang teman saya di kelas 1 SMA dulu, Dorina Hetharia, waktu bertemu di Facebook setelah 44 tahun berpisah, masih juga menyapa saya dengan nama panggilan yang mungkin agak asing buat teman-teman yang kenal saya setelah saya ke Jawa dan harus memakai nama baru Dipanegara (DIPAksa NEGARA) saya. 🙂

Saya dan Rudy ke Jawa di tahun yang sama. Semenjak zaman kuliah Rudy dan saya selalu berhubungan layaknya hubungan dua orang kakak beradik. Dia menyelesaikan studinya di Salatiga kemudian menyelesaikan ujian Notarisnya di FH UGM Yogya. Ketika saya sudah tinggal di Amerika, ketiga putra Rudy dan Getty juga bersekolah di University of Alabama in Huntsville, di kota kecil kami yang jauh dari segala keramaian, dan saya sempat menjadi wali mereka di sini.

Pertemuan terakhir saya dengan Rudy ya waktu pulang di tahun 1995. Setelah itu biasanya kami hanya bicara lewat telpon. Dengan Getty malah sering ketemu, karena Getty sempat mengunjungi kami saat anak-anak diantar untuk datang studi dan saat mereka diwisuda.

Ketika pesawat saya dari Denpasar mendarat di Lanuma Juanda, mereka sekeluarga lagi merayakan ulang tahun pertamanya Callie, putrinya Christy. Saya dijemput pegawai mereka lalu dibawa ke tempat pesta. Selesai pesta kami bertiga, Rudy, Getty dan saya masih sempat keluar mencari makanan vegetarian buat saya sambil berceritera melepaskan rindu.

Pagi-pagi saya sempat mendapat kunjungan dari koh Tjin It, om-nya Yulita. Sebelum ke Kupang, dari Denpasar saya sudah sempat menghubungi koh Tjin It beberapa kali dan itulah satu-satu kesempatan kami ketemu pagi itu. Ini pertemuan pertama buat saya dan koh Tjin It lebih dari dua puluh lima tahun. Sebenarnya saya kepingin sekali untuk bertemu dengan keluarga koh Tjin It, terutama engsoh yang hanya sempat bicara lewat telpon beberapa kali, begitu juga ponakan-ponakan yang waktu terakhir ketemu masih kecil-kecil. Masih ada lagi keluarga koh Tjin Wu yang terakhir ketemu mereka masih tinggal di Kupang. Tapi jadwal saya di Surabaya ketat sekali, karena siang nanti saya sudah akan berangkat ke Solo, sehingga kami hanya bisa melepas rindu sambil mengobrol sebentar di pagi itu, dan saya hanya bisa titip salam hormat dengan harapan bisa punya kesempatan ketemu di waktu yang akan datang.

Liani, ponakan saya juga datang bersama putrinya, Jessica. Liani adalah putri sulung adik saya Cici. Setelah menyelesaikan studinya di bidang Akuntansi, Liani menikah dengan Harianto dan tinggal di Surabaya.

Ada yang unik dari ponakan-ponakan saya ini, karena sewaktu kecil, adik saya Cici terkenal dengan nama panggilan TTC. Itu adalah nama pompa bensin satu-satunya di Kupang waktu itu, milik Timor Trading Co (TTC) yang terletak di Jalan Siliwangi. Setiap hari begitu gurunya tidak memperhatikan, Cici akan menyelinap keluar dari kelas, lalu pergi bermain di belakang TTC. Begitu jam teman-teman pulang sekolah, dia juga akan pulang. Kebolosannya baru ketahuan ketika ada yang melapor ke rumah. Ternyata, dan itulah keistimewaannya, walaupun papanya terkenal dengan panggilan TTC, 🙂 putra-putrinya semua berhasil di bidang studi.

Rocky, putra sulungnya adalah seorang Teknisi pesawat lulusan STPI Curug dan kini bertugas di Bandara Eltari, Kupang. Ethiz, adiknya baru saja lulus S1 Farmasi di Makassar dan baru saja diterima di Program Studi Profesi Apotheker di Universitas Airlangga. Tinggal putra bungsunya, Reynold, yang kini masih di bangku sekolah menengah.

Setelah pertemuan dengan Liani dan koh Tjing It, Getty mengajak saya melihat toko-toko putra-putranya, Andre, Billy dan Christy. Mereka sudah pada berusaha sendiri, dan masing-masing mengurusi satu toko di daerah pertokoan di Surabaya.

Senang juga melihat mereka bertiga sudah punya usaha masing-masing. Saya teringat waktu saya pulang tahun 1995 yang lalu, Andry masih di SMA dan dia banyak tanya urusan studi ke Amerika. Dua tahun kemudian Andry datang diantar mamanya. Saya ingat waktu itu kami pergi bersama Getty dan Andry ke Graceland-nya Elvis Presley di Memphis, Tennessee yang sekitar 5 jam perjalanan bila bermobil dari rumah. Kami sama sekali tidak sadari kalau hari itu pas hari ulang tahun Elvis di bulan Agustus, dan hotel di Memphis pada penuh semua. Akhirnya kami harus puas dengan hotel di pinggiran kota. Malam harinya ada berita di TV, Princess Diana meninggal di Paris gara-gara kecelakaan lalu lintas. Itu sudah belasan tahun yang lalu.

Dalam perjalanan ke toko anak-anak, kami sempat singgah di salah satu mall di daerah Pasar Atom, kemudian cepat-cepat pulang untuk mengejar kereta Sancaka jurusan Solo siang harinya. Ketika melewati daerah Tunjungan, tiba-tiba alunan lagu berikut muncul dalam benak saya.

Rek ayo rek,
mlaku mlaku nang tunjungan
Rek ayo rek,
rame rame bebarengan
….

{ 2 comments… add one }
  • billy widjaja November 1, 2011, 12:01 pm

    Terima kasih om aris, masih sempat2 nya berkunjung ke surabaya, walaupun jadwal yg benar2 padat.

    Dinantikan kunjungan om aris yg berikutnya, or better yet… Billy and family gonna have a vacation time in huntsville..

    Till then om aris..

  • drt November 7, 2011, 10:29 pm

    Makasih kembali, Billy. Iya, kapan main ke sini? Mungkin waktu antar Brandon kuliah? Hahaha, jangan kaget. Tahu-tahu Brandon sudah SD, SMP, SMA dan terus bilang, mau kuliah di Huntsville lagi. 🙂

Leave a Comment

Next post:

Previous post: