≡ Menu

Dari Lumpia Belalang Goreng sampai Peternak Serangga

Ide judul di atas muncul sehabis melihat video Eating Grasshoppernya Dr. Manny Alvarez.

Sebenarnya melihat judul memakan belalang saja sudah membuat perasaan tak enak. Tapi karena rasa ingin tahu, apalagi videonya juga tak sampai 5 menit, saya paksakan diri menonton sampai selesai.

Eh, ternyata Dr. Manny Alvares yang pada awalnya merasa jijik untuk mencoba belalang goreng seperti yang ditunjukkan di awal video, ternyata senang dengan Taco Belalang atau Grasshopper Taco seperti yang bisa anda saksikan sendiri di akhir video. Melihat bentuknya, saya jadi teringat lumpia Semarang. Ide pertama judul postingan ini adalah Lumpia Belalang Semarang. 😆

Sedangkan video yang saya maksudkan bisa anda lihat di bawah ini.

Sehabis menonton video ini, saya jadi pengin tahu. Seberapa meluasnya urusan makan belalang ini? Hasil surfing saya ke Internet cukup mengagetkan. Ternyata di Thailand, belalang goreng disuguhkan di warung-warung pinggir jalan sampai ke restauran. Kalau anda cari ‘eating grasshoppers’ ke youtube, maka anda akan temukan sekitar 2100 judul video mengenai makan belalang ini dari berbagai tempat di belahan bumi kita.

Saya pernah dengar ceritera tentang laron yang digoreng untuk dimakan di Jawa. Tapi baru kali ini saya tahu kalau belalang pun bisa dijadikan makanan gurih.

Menurut partner Dr. Manny dalam video di atas, belalang sebagai sumber protein ternyata baik untuk persendian dan urat kita. Sedangkan dua orang Professor Ahli Serangga dari Universitas Wageningen di Belanda mengatakan bahwa serangga atau binatang berkaki enam pada umumnya mengandung protein, berbagai vitamin B dan mineral seperti besi dan zinc, dan kadar lemaknya rendah. Serangga lebih mudah dipiara dan hasil buangannya juga lebih sedikit dibandingkan dengan ternak berkaki empat. Berikut ini adalah cuplikan tulisan kedua Professor Ahli Serangga ini di Wall Street Journal edisi 19 Februari, 2011 yang mungkin bisa memberi inspirasi buat mereka yang berjiwa wiraswasta.

Apakah orang barat bakal menganggap serangga sebagai bahan makanan? Mungkin saja. Kami adalah entomologists di Universitas Wageningen, dan kami mulai promosikan serangga sebagai bahan makanan di Belanda di tahun 1990an. Banyak orang menertawakan -bahkan merasa jijik – pada awalnya, akan tetapi interes perlahan-lahan berubah serius. Di tahun 2006 kami mengadakan Festival Sains “Wageningen – Kota Serangga” untuk mempromosikan ide memakan serangga. Acara itu dihadiri 20,000 pengunjung.

Awal mulanya saya pikir dengan apa yang saya temukan di sini, paling tidak saya tak akan kaget lagi kalau lagi:

  • berjalan-jalan di Bangkok dan ada yang menyuguhi belalang goreng,
  • di Mexico ada yang tawarkan chapuline, atau
  • kalau di Jepang ada yang menjajakan Yamagata Inago.

Tapi semakin membaca saya melihat ada yang bisa dikembangkan bila ada wiraswasta yang berminat di tanah air. Misalnya, dalam artikel mereka di Wall Street Journal itu, kedua Professor ahli serangga itu melanjutkan:

Serangga memiliki reputasi kotor dan pembawa penyakit — akan tetapi kurang dari 0.5% spesies yang berbahaya untuk manusia, hewan ternak atau hasil tanaman kebun. Memakan serangga yang ditangkap langsung dari kebun belakang sangat tidak dianjurkan. Tapi bila diternak dalam lingkungan yang sehat, maka berbagai serangga cukup aman untuk dimakan.

Di Amazon.com saya lihat ada beberapa buku yang berkaitan dengan belalang:

Buat yang tertarik akan resep lumpia belalang, silahkan cek situs cara membuat taco belalang atau chapulines taco ini. Mungkin bisa dimodifikasi untuk bikin lumpia Semarang berisi belalang. Tapi kalau anda seorang wiraswasta, cobalah cari informasi lanjutan mengenai peternakan serangga dari Universitas Wageningen. Siapa tahu, anda bisa menjadi pemasok serangga terbesar dari Indonesia? Semoga. 🙂

{ 2 comments… add one }
  • drt April 26, 2011, 9:17 am

    Baru lihat lagi. Mestinya judul diatas Peternakan Serangga, bukan Peternak Serangga. 🙂 Itulah koreksi saya.

  • BIANZONE Phone Review May 19, 2011, 2:09 pm

    Cerita yang menarik , belalang sebagian orang di Gunung kidul , Jk dianggap hama tanaman sekarang juga di jual di pinggir jalan sebagai makanan aneh yg nikmat 🙂 salam blogger

Leave a Comment

Next post:

Previous post: