Hari ini kembali lagi Dr. Rihi Here Wila menyempatkan diri mengisi posting tamu dengan topik mengenai distres atau stress ini. Mari kita berharap agar informasi kesehatan praktis ini terus mengalir. Terima kasih pak dokter. (drt)
Hidup ini penuh dengan “stressor” yang sering menyebabkan timbulnya distres dalam menata kehidupan dan kita semua sudah tahu bahwa distress (orang lebih akrab dengan kata stress) adalah salah satu faktor resiko penting dalam timbulnya serangan jantung.
Kita juga sama mafhum, walaupun kita ini sama manusia, akan tetapi tidak mungkin sama dalam melihat dan menghadapi kenyataan hidup. Kita masing-masing punya masalah, tidak ada seorangpun yang hidup tanpa masalah. Masalah-masalah itu berbeda-beda pada masing-masing orang dan uniknya, respons masing-masing orang terhadap masalah yang relatif sama pun sering berbeda-beda. Stresor yang sangat berat pun bagi seseorang mungkin tidak berarti, tapi bagi orang lain bisa menyebabkan gangguan jasmani (fisik) maupun jiwa. Di lain pihak, stresor yang ringan misalnya saja dimarahi oleh atasan untuk saya sudah sangat mengganggu tetapi bagi anda mungkin tidak sama sekali. Jadi bagaimana? Kalau kita tertimpa oleh beberapa stresor, terkadang kita tidak jelas yang mana yang menyebabkan gangguan, sehingga yang harus dilakukan adalah mengenali stresor-stresor yang menyerang kita. Buat catatan tentang mereka (apakah itu terjadi di rumah atau di luar rumah) sambil melakukan evaluasi (seperti 5 W dan 1 H dalam manajemen itu lho) lalu susul dengan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi distres akibat stresor itu. Kalau stresor itu misalnya beban pekerjaan yang terlalu berat, ya kurangi beban itu dan bagikan dengan orang lain yang bisa dipercayai. Melakukan kegiatan-kegiatan seperti olahraga ringan, kegiatan rekreasi (karena Tuhan sendiri melakukan re-kreasi, seharusnya manusia juga) dan masih banyak lagi kegiatan lain yang bisa dipilih. Dan tidak kalah penting adalah, menyerahkan semua persoalan kita kepada Tuhan sebelum dan setelah kita berusaha mengatasi/menghadapi stressor-stressor itu.
Popularity: 1% [?]



{ 2 comments… read them below or add one }
Oom Rihi, terima kasih atas tips nya. Mungkin masalah yang paling sulit adalah mengidentifikasi stressor kita. Ataupun kadang-kadang kita tahu tetapi sulit bagi kita untuk mengakui bahwa kita sedang stress. Nah, dalam kondisi yang seperti ini tanpa sadar stressor ini akan tumbuh dengan kuat di dalam kehidupan kita hingga kadang-kadang sudah sangat terlambat untuk di perbaiki ataupun diobati. Dalam kasus seperti ini apakah yang terkena masih bisa tertolong ?
Makasih.
Terima kasih untuk komennya. Betul sekali, sering sangat sulit untuk identifikasi. Karena sering kali stresor itu hanya terlihat tidak berarti, bukan apa-apa, jadi dianggap bukan kausanya. Kalau saya sendiri suka sekali menggunakan 5 W dan H itu untuk memudahkan saya. Saya catat setiap hari seberapa pun kecil atau besar masalahnya, suatu saat saya evaluasi (biasanya setiap 3 – 6 bulan) dan biasanya saya bisa menemukannya.