Foto Peluncuran Roket dan Harapan Saya

by drt on December 16, 2007

Ceriteranya hanya mengenai sebuah foto tentang peluncuran roket yang dipakai oleh KOMPAS CM, tetapi berhari-hari gambar sederhana itu tak pernah hilang dari benak saya. Semalam saya mencari lagi blog-nya dan membaca kembali beberapa  tulisan yang berkaitan.

Saya datang kuliah ke Yogya di akhir tahun 1969. Saat itu di fakultas masih sering dengar ceritera tentang peluncuran roket dari pantai selatan. Kemungkinan sebagian dosen-dosen saya ikut dalam proyek itu. Tapi hanya sejauh itu yang saya dengar tentang roket.

Ketika pesawat Challenger meledak, saya masih di Salatiga. Saya ikut menyesal ketika keberangkatan ibu Pratiwi dibatalkan setelah tragedi itu. Terakhir di tahun 2000, saya sempat melihat peluncuran Roket Delta dari jarak yang relatif dekat. Tetapi tanpa persiapan, yang ada hanya sebuah kamera kecil dan hasil jepretan itu tidak memadai. Seorang teman malah menertawakan, fotonya koq seukuran upil saat saya menaruh foto-foto di website. Saya malah taruh dalam dua versi. Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Kedua situs itu sudah lama tak pernah disentuh. Kegiatan-kegiatan itu merupakan hobi saya, yang kemudian saya teruskan dengan situs Satellite Tracking sebelum akhirnya berubah menjadi blog ini.

Dalam perjalanan waktu, karena kesibukan pekerjaan, naik turunnya pesawat ruang angkasa adalah hal yang sangat rutin bagi saya dan terkadang lolos dari perhatian saya. Misalnya ada turis angkasa dari  Malaysia yang mengunjungi International Space Station pun luput sama sekali dari perhatian saya seperti yang saya tuliskan kemarin, karena kesibukan sendiri. Ada beberapa foto menarik yang saya ambil di kemudian hari setelah foto-foto di tahun 2000 itu, tapi masih belum sempat mengikuti prosedure untuk mendapatkan kepastian apakah foto-foto itu boleh dipublikasikan. Tapi foto peluncuran roket Yan Arief ini membangkitkan lagi pikiran lama yang sudah mati.

Ketika saya memulai pindah dari website ke blog, saya pernah menulis berita kematian seorang tokoh pengamat satellite di Amerika bernama Dave Ransom. Pekerjaan Dave sangat berkesan di hati, karena almarhum mempunyai sebuah program, dan sewaktu Internet belum ada, program Dave itu bisa di jalankan di sekolah-sekolah di Amerika sehingga murid-murid bisa mengikuti perjalanan Space Shuttle selama berada di luar angkasa dan melihat lintasannya mengelilingi bumi secara real-time  diproyeksikan ke layar besar di sekolah. Dengan kemajuan Internet, sekarang program seperti itu ada di mana-mana dan bisa ditemukan beberapa link untuk program-program itu di situs bahasa Inggris saya. Ada satu link ke situsnya Dr. T.S. Kelso yang perlu dikoreksi di sana.

Sebagian orang mungkin akan mengatakan apa yang dikerjakan Dave itu mungkin suatu program terlalu tinggi buat murid-murid Indonesia yang sebagian peralatan dan fasilitas sekolah lain, bahkan guru-guru pun masih belum memadai. Mungkin ini bukan sesuatu yang perlu dipikirkan. Tapi saya tidak sependapat dengan itu.

Saya masih ingat, pengalaman tentang benda-benda terbang ini mulai saat saya masih berusia 4 atau 5 tahun, ketika nenek saya menunjuk ke langit, dan jauh di atas terlihat benda yang melintasi dan nenek saya bilang, itu Bnao Kolo atau pesawat terbang. Kini setelah lebih dari setengah abad, bunyi dan bentuk pesawat yang jauh di atas melintasi kota di pedalaman Timor serta perkataan Bnao Kolo atau bahasa Timor untuk kapal terbang itu masih membekas di dalam ingatan saya, padahal apa yang kami makan kemarin saja sudah terlupakan. Itu yang membuat saya berpikir, mungkinkah peblo atau pablo yang berkecimpung dalam blogosphere ini bisa ikut berkontribusi membangkitkan minat anak-anak Indonesia tentang ruang angkasa?

Situs Satellite Tracking saya tadinya ditulis dalam bahasa Inggris. Tapi mungkin dengan berjalanya waktu, selain tulisan gado-gado ini, saya bisa mulai menyisihkan waktu dan coba mengisi juga dengan tulisan mengingat tujuan yang menyebabkan saya membuat situs-situs itu pada awal mulanya. Mungkin kalau ada waktu, saya akan menulis lagi tentang lintasan satellite dan siapa tahu, ada yang tertarik dan melanjutkan pekerjaan seperti Dave Ransom buat anak-anak sekolah di Indonesia. Link yang ada di situs saya bisa dipakai sebagai pangkal tolak, dan dari berbagai link itu, banyak sekali hal yang bisa dikerjakan. Tapi itu sejauh yang bisa saya katakan mengingat keterbatasan saya saat ini. Saya yakin banyak programmer Indonesia, terutama mahasiswa mahasiswa yang mencari topik tugas akhir untuk mengerjakan banyak hal dari link-link yang ada di sana. Dan itu harapan saya, mudah-mudahan mereka bisa memulai. Saya pikir hal ini jauh lebih bermanfaat daripada kita pakai untuk persoalkan apakah bedanya Astronaut dan Cosmonaut, atau apakah seseorang hanya turis angkasa luar atau astronaut sungguhan.

Popularity: 1% [?]

Leave a Comment

Previous post:

Next post: