<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Garbage in Gospel Out &#8211; Benarkah Kupang Kota Terkorup?</title>
	<atom:link href="http://28oktober.net/garbage-in-gospel-out-benarkah-kupang-kota-terkorup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://28oktober.net/garbage-in-gospel-out-benarkah-kupang-kota-terkorup/</link>
	<description>Gado-gado dari U.S.A. - Sekedar Berbagi Info</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 02:42:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: despic</title>
		<link>http://28oktober.net/garbage-in-gospel-out-benarkah-kupang-kota-terkorup/comment-page-1/#comment-14466</link>
		<dc:creator>despic</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 18:17:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://28oktober.net/?p=842#comment-14466</guid>
		<description>mampir om :) salam kenal ,,,

sekalian om mampir kesini donk ramain forum na kupang friendly community http://que-punk.com/forum/forum.php

homepage : http://que-punk.com
owner : despic</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mampir om <img src='http://28oktober.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  salam kenal ,,,</p>
<p>sekalian om mampir kesini donk ramain forum na kupang friendly community <a href="http://que-punk.com/forum/forum.php" rel="nofollow">http://que-punk.com/forum/forum.php</a></p>
<p>homepage : <a href="http://que-punk.com" rel="nofollow">http://que-punk.com</a><br />
owner : despic</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eduard lukas</title>
		<link>http://28oktober.net/garbage-in-gospel-out-benarkah-kupang-kota-terkorup/comment-page-1/#comment-5726</link>
		<dc:creator>eduard lukas</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 02:36:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://28oktober.net/?p=842#comment-5726</guid>
		<description>hi.......bro....smua, ini cm masukan buat teman2 yg msh slalu peduli dgn kota kita sendiri, kota KUPANG. knp koruptor itu masih tetap berkeliaran khususnya dikota kita? kalo saya melihat dari segi mentalitas para pejabat maupun anggota DPRD yang sakit dan sangat perlu diterapi, terapi rohani NB: TIDAK SEMUANYA. kita coba flashback melihat kota soe yang dulunya sekitar tahun 70-80an merupakan salah satu daerah penghasil apel tp skrg mana? salah siapakah ini, para pejabat yg korup ato petani yg malas? ok kalo melihat dari pembangunan kota sdh mulai maju bnyk pengembangan disana sini. yang saya permasalahkan disini knp masyarakat kita khususnya di TTS,kefa,TTU, dan beberapa kabupaten kupang lainnya msh sangat kelaparan? dan msh ada busung lapar? dimanakah dana APBN n APBD dialihkan? transparanlah! buatlah bendungan ato embung-embung disana spy tdk kekurangan air, itu sangat bermanfaat bagi mereka utk meningkatkan taraf hidup, pertanian, peternakan, bila bgtu maka  ekonomi merekapun akan meningkatdan tdk ada lg busung lapar juga kekurangan air bersih.bila ada dana pembangunan bendungan ato embung disana maka hal ini betul2 hrs diawasi oleh para wakil rakyat. jangan wakil rakyat jg ikut-ikutan menangani tender dan proyek.
salam saya yang msh peduli kota kupang. 
SOLAGRADSIA, Surabaya
Solidaritas Generasi Muda untuk Indonesia
redaksi@pustakalewi.net</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hi&#8230;&#8230;.bro&#8230;.smua, ini cm masukan buat teman2 yg msh slalu peduli dgn kota kita sendiri, kota KUPANG. knp koruptor itu masih tetap berkeliaran khususnya dikota kita? kalo saya melihat dari segi mentalitas para pejabat maupun anggota DPRD yang sakit dan sangat perlu diterapi, terapi rohani NB: TIDAK SEMUANYA. kita coba flashback melihat kota soe yang dulunya sekitar tahun 70-80an merupakan salah satu daerah penghasil apel tp skrg mana? salah siapakah ini, para pejabat yg korup ato petani yg malas? ok kalo melihat dari pembangunan kota sdh mulai maju bnyk pengembangan disana sini. yang saya permasalahkan disini knp masyarakat kita khususnya di TTS,kefa,TTU, dan beberapa kabupaten kupang lainnya msh sangat kelaparan? dan msh ada busung lapar? dimanakah dana APBN n APBD dialihkan? transparanlah! buatlah bendungan ato embung-embung disana spy tdk kekurangan air, itu sangat bermanfaat bagi mereka utk meningkatkan taraf hidup, pertanian, peternakan, bila bgtu maka  ekonomi merekapun akan meningkatdan tdk ada lg busung lapar juga kekurangan air bersih.bila ada dana pembangunan bendungan ato embung disana maka hal ini betul2 hrs diawasi oleh para wakil rakyat. jangan wakil rakyat jg ikut-ikutan menangani tender dan proyek.<br />
salam saya yang msh peduli kota kupang.<br />
SOLAGRADSIA, Surabaya<br />
Solidaritas Generasi Muda untuk Indonesia<br />
<a href="mailto:redaksi@pustakalewi.net">redaksi@pustakalewi.net</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: drhi</title>
		<link>http://28oktober.net/garbage-in-gospel-out-benarkah-kupang-kota-terkorup/comment-page-1/#comment-3670</link>
		<dc:creator>drhi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 13:01:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://28oktober.net/?p=842#comment-3670</guid>
		<description>dear suz dr Henny, terima kasih atas komentarnya. Betul sekali bahwa ranking dari kota terkorup ini harus ditinjau kembali. Ada lagi point yang ingin saya tekankan yaitu kita harus sangat berhati-hati dalam penggunaan suatu methoda penelitian. Asumsi yang mendasarinya juga harus kita perhatikan dan juga bagaimana seharusnya penerapannya di lapangan.  Mungkin untuk social survey seperti ini kesalahan tersebut kelihatannya &quot;sepele&quot; karena hasilnya tidak menyangkut nyawa orang.  Kalau dibidang lain misalnya kedokteran, salah menyimpulkan dosis maksimum suatu jenis obat akan berakibat fatal. Atau dalam dunia kedokteran hewan, salah menyimpulkan ke efektiv an suatu jenis obat terhadap penyakit hewan tertentu juga akan berakibat fatal. Atau bagaimana kita mengukur suhu yang tepat untuk telur unggas agar bisa menetas dengan baik, juga memerlukan design penelitian yang baik.

Masih banyak penggunaan methoda penelitian  dalam kehidupan kita sehari-hari yang  kalau kita salah dalam mendesign akan salah pula dalam menyimpulkan dan akibatnya bisa serius. Saat ini bisa terlihat berapa banyak obat-obatan yang di tarik kembali dari pasaran karena kesalahan dalam penelitiannya? Ini hanya sedikit contoh yang mudah-mudahan bisa memberikan gambaran ke kita semua akan seriusnya dampak dari kesalahan methoda seperti ini. 

Salam hormat dan sekali lagi terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dear suz dr Henny, terima kasih atas komentarnya. Betul sekali bahwa ranking dari kota terkorup ini harus ditinjau kembali. Ada lagi point yang ingin saya tekankan yaitu kita harus sangat berhati-hati dalam penggunaan suatu methoda penelitian. Asumsi yang mendasarinya juga harus kita perhatikan dan juga bagaimana seharusnya penerapannya di lapangan.  Mungkin untuk social survey seperti ini kesalahan tersebut kelihatannya &#8220;sepele&#8221; karena hasilnya tidak menyangkut nyawa orang.  Kalau dibidang lain misalnya kedokteran, salah menyimpulkan dosis maksimum suatu jenis obat akan berakibat fatal. Atau dalam dunia kedokteran hewan, salah menyimpulkan ke efektiv an suatu jenis obat terhadap penyakit hewan tertentu juga akan berakibat fatal. Atau bagaimana kita mengukur suhu yang tepat untuk telur unggas agar bisa menetas dengan baik, juga memerlukan design penelitian yang baik.</p>
<p>Masih banyak penggunaan methoda penelitian  dalam kehidupan kita sehari-hari yang  kalau kita salah dalam mendesign akan salah pula dalam menyimpulkan dan akibatnya bisa serius. Saat ini bisa terlihat berapa banyak obat-obatan yang di tarik kembali dari pasaran karena kesalahan dalam penelitiannya? Ini hanya sedikit contoh yang mudah-mudahan bisa memberikan gambaran ke kita semua akan seriusnya dampak dari kesalahan methoda seperti ini. </p>
<p>Salam hormat dan sekali lagi terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Henny P</title>
		<link>http://28oktober.net/garbage-in-gospel-out-benarkah-kupang-kota-terkorup/comment-page-1/#comment-3371</link>
		<dc:creator>Henny P</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 14:53:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://28oktober.net/?p=842#comment-3371</guid>
		<description>Sekarang ini,  korupsi ada di mana-mana.Yang menjadi pertanyaan adalah awalan &quot;ter&quot; yang diletakkan pada kata &quot;korup&quot; untuk kota Kupang, apa iya?Sebagai orang awam, uraian Dr Haerani tersebut di atas, setidaknya telah membuka wawasan saya, terutama mengenai penggunaan quota sampling atau quota sampling yang tidak dipenuhi. Jadi, seberapa valid kah hasil survey TI tersebut. Namun... saya sepakat, korupsi harus diberantas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang ini,  korupsi ada di mana-mana.Yang menjadi pertanyaan adalah awalan &#8220;ter&#8221; yang diletakkan pada kata &#8220;korup&#8221; untuk kota Kupang, apa iya?Sebagai orang awam, uraian Dr Haerani tersebut di atas, setidaknya telah membuka wawasan saya, terutama mengenai penggunaan quota sampling atau quota sampling yang tidak dipenuhi. Jadi, seberapa valid kah hasil survey TI tersebut. Namun&#8230; saya sepakat, korupsi harus diberantas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: drhi</title>
		<link>http://28oktober.net/garbage-in-gospel-out-benarkah-kupang-kota-terkorup/comment-page-1/#comment-3314</link>
		<dc:creator>drhi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 13:43:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://28oktober.net/?p=842#comment-3314</guid>
		<description>Dear dik Nanik, Terima kasih ya sudah membaca tulisan ini. Maaf baru dibalas. Sebenarnya tulisan ini merupakan kelanjutan dari diskusi kecil kita di milis Bolelebo mengenai Kupang kota terkorup, hasil survey dari TI Indonesia. Kesan yang saya dapat pada saat itu adalah pernyataan yang saya kemukakan seolah-olah hanya kalimat-kalimat kosong tanpa dasar. Setelah memperoleh bahan-bahannya, saya mencoba untuk sedikit mempelajari metoda yang di gunakan di survey ini, dan tulisan diataslah hasilnya. Awalnya memang ada niat saya untuk mengirim tulisan ini ke koran tetapi karena akhir-akhir ini jadwal saya agak padat, dan juga menyusun tulisan ini agak memakan waktu, pada saat selesai topik ini sudah menjadi basi.  Saat ini tentunya kita semua sibuk memikirkan masalah pemilu.

Mengenai mengapa saya tidak mengirimkannya ke Pos Kupang, saya kira untuk jaman sekarang tidak ada lagi bedanya dimana saya menaruh tulisan ini. Karena dengan teknologi yang ada siapapun dan darimanapun bisa mengakses tulisan ini. Selain itu dengan jalan ini mungkin tulisan ini bisa juga bermanfaat untuk rekan-rekan di kota-kota lain yang juga terkena sample survey ini sebagai bahan perbandingan.

Tentunya harus juga diingat bahwa saya menulis ini tidak pada kapasitas membela para koruptor yang ada di Kupang. Dimanapun juga memang korupsi harus dihilangkan.
Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear dik Nanik, Terima kasih ya sudah membaca tulisan ini. Maaf baru dibalas. Sebenarnya tulisan ini merupakan kelanjutan dari diskusi kecil kita di milis Bolelebo mengenai Kupang kota terkorup, hasil survey dari TI Indonesia. Kesan yang saya dapat pada saat itu adalah pernyataan yang saya kemukakan seolah-olah hanya kalimat-kalimat kosong tanpa dasar. Setelah memperoleh bahan-bahannya, saya mencoba untuk sedikit mempelajari metoda yang di gunakan di survey ini, dan tulisan diataslah hasilnya. Awalnya memang ada niat saya untuk mengirim tulisan ini ke koran tetapi karena akhir-akhir ini jadwal saya agak padat, dan juga menyusun tulisan ini agak memakan waktu, pada saat selesai topik ini sudah menjadi basi.  Saat ini tentunya kita semua sibuk memikirkan masalah pemilu.</p>
<p>Mengenai mengapa saya tidak mengirimkannya ke Pos Kupang, saya kira untuk jaman sekarang tidak ada lagi bedanya dimana saya menaruh tulisan ini. Karena dengan teknologi yang ada siapapun dan darimanapun bisa mengakses tulisan ini. Selain itu dengan jalan ini mungkin tulisan ini bisa juga bermanfaat untuk rekan-rekan di kota-kota lain yang juga terkena sample survey ini sebagai bahan perbandingan.</p>
<p>Tentunya harus juga diingat bahwa saya menulis ini tidak pada kapasitas membela para koruptor yang ada di Kupang. Dimanapun juga memang korupsi harus dihilangkan.<br />
Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: drt</title>
		<link>http://28oktober.net/garbage-in-gospel-out-benarkah-kupang-kota-terkorup/comment-page-1/#comment-3271</link>
		<dc:creator>drt</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 17:36:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://28oktober.net/?p=842#comment-3271</guid>
		<description>Kalau ada yang ingin memberi komentar di sini, terutama yang menyangkut pencemaran nama baik seseorang, maka harus cantumkan nama jelas yang bisa dikonfirmasi, sehingga kalau ada tindakan hukum dari orang yang dicemarkan nama baiknya, ybs bisa mempertanggungjawabkan secara hukum. Bila syarat minimum ini tidak terpenuhi, maka tanggapan itu tidak akan dimuat. Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau ada yang ingin memberi komentar di sini, terutama yang menyangkut pencemaran nama baik seseorang, maka harus cantumkan nama jelas yang bisa dikonfirmasi, sehingga kalau ada tindakan hukum dari orang yang dicemarkan nama baiknya, ybs bisa mempertanggungjawabkan secara hukum. Bila syarat minimum ini tidak terpenuhi, maka tanggapan itu tidak akan dimuat. Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: drt</title>
		<link>http://28oktober.net/garbage-in-gospel-out-benarkah-kupang-kota-terkorup/comment-page-1/#comment-3263</link>
		<dc:creator>drt</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 12:58:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://28oktober.net/?p=842#comment-3263</guid>
		<description>@JL:

[quote]
&quot; tidak bisa dipungkiri bahwa di Kupang juga banyak koruptor, dan ini bukan rahasia lagi. Tapi ikut sorak-sorak bergembira menertawakan kota sendiri tanpa mempertanyakan keabsahan methoda dan kesimpulan itu sangat mengganggu pikiran saya,....&quot;
[/quote]

Jon,

Saya setuju bahwa korupsi perlu diperangi. Dan sejak dulu sering saya katakan, banyak anak muda seperti kalian, waktu zaman studi keluar daerah semangat berapi-api dan saya tidak akan pernah berhenti ledeki. Bukankah orang-orang seperti para pejabat korup di Kupang sekarang juga banyak yang memikirkan dan memiliki idealisme membangun daerah? Tapi setelah kembali dan jadi pejabat, seperti yang dokter Rihi atau Ina Nanik katakan, kelakuan mereka bisa dilihat sendiri di sana. Menurut saya, banyak idealis ini ketika pulang jadinya &#039;papmese&#039; alias &#039;podowae&#039; kata orang Jawa. Jadi yang penting bukan seberapa lantang teriakan kalian sekarang, tetapi seberapa commit setelah kalian kembali. Makanya saya tetap pada pendapat waktu adalah juri terbaik. Sepuluh tahun, dua puluh tahun kalau Tuhan memberikan saya umur panjang, saya akan datang memberikan salut kepadamu Jon, kalau anda tetap setia pada idealismemu.

Kalau bilang korupsi tetap korupsi harus diberantas, ok saja buat saya. Kalau mau pinjam ini buat buka mata orang untuk melihat parahnya korupsi di Kupang, ok saja. Tapi methodanya tidak benar menurut analisis Dr. Haerani. Jadi yang perlu dijawab bukan komentar saya, tetapi seberapa valid hasil survey itu. Apakah kalau penelitian itu sudah dilakukan oleh orang German atau orang asing terus hasilnya pasti benar dan tak boleh dipertanyakan?

Itu saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@JL:</p>
<p>[quote]<br />
&#8221; tidak bisa dipungkiri bahwa di Kupang juga banyak koruptor, dan ini bukan rahasia lagi. Tapi ikut sorak-sorak bergembira menertawakan kota sendiri tanpa mempertanyakan keabsahan methoda dan kesimpulan itu sangat mengganggu pikiran saya,&#8230;.&#8221;<br />
[/quote]</p>
<p>Jon,</p>
<p>Saya setuju bahwa korupsi perlu diperangi. Dan sejak dulu sering saya katakan, banyak anak muda seperti kalian, waktu zaman studi keluar daerah semangat berapi-api dan saya tidak akan pernah berhenti ledeki. Bukankah orang-orang seperti para pejabat korup di Kupang sekarang juga banyak yang memikirkan dan memiliki idealisme membangun daerah? Tapi setelah kembali dan jadi pejabat, seperti yang dokter Rihi atau Ina Nanik katakan, kelakuan mereka bisa dilihat sendiri di sana. Menurut saya, banyak idealis ini ketika pulang jadinya &#8216;papmese&#8217; alias &#8216;podowae&#8217; kata orang Jawa. Jadi yang penting bukan seberapa lantang teriakan kalian sekarang, tetapi seberapa commit setelah kalian kembali. Makanya saya tetap pada pendapat waktu adalah juri terbaik. Sepuluh tahun, dua puluh tahun kalau Tuhan memberikan saya umur panjang, saya akan datang memberikan salut kepadamu Jon, kalau anda tetap setia pada idealismemu.</p>
<p>Kalau bilang korupsi tetap korupsi harus diberantas, ok saja buat saya. Kalau mau pinjam ini buat buka mata orang untuk melihat parahnya korupsi di Kupang, ok saja. Tapi methodanya tidak benar menurut analisis Dr. Haerani. Jadi yang perlu dijawab bukan komentar saya, tetapi seberapa valid hasil survey itu. Apakah kalau penelitian itu sudah dilakukan oleh orang German atau orang asing terus hasilnya pasti benar dan tak boleh dipertanyakan?</p>
<p>Itu saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
