Hampir setiap hari saya mendapat kiriman email berisi email berantai, dan isinya bermacam-macam, mulai dari urusan tetek bengek sampai urusan politik. Kadang ada yang isinya cukup menarik, tapi kadang hanya berisi email yang sudah dikirim berulang-ulang, dan yang paling mengesalkan, isinya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya, malam ini, seorang teman mengirimkan lagi sebuat ceritera tentang seorang anak prempuan yang pergi ke toko untuk membeli mukjizat buat adiknya yang sedang sakit keras. Konon, ide itu timbul gara-gara orang tuanya mengatakan, hanya mukjizatlah yang bisa menolong adik dia. Ternyata setelah saya tanyakan ke Gus Goog, ada dua situs yang melaporkan bahwa ceritera itu tak pernah terbukti kebenarannya. Bahkan nama doktor ahli syaraf dalam ceritera itupun tidak bisa diverifikasi. Kemungkinan besar itu hanya suatu ceritera fiksi.
Ada lagi misalnya nasihat tentang apa yang harus dilakukan kalau tiba-tiba mendapat serangan jantung sewaktu menyetir mobil. Orang itu dianjurkan untuk batuk-batuk keras. Judul bahasa Inggris email tersebut kalau bukan Self CPR tentu berjudul Cough CPR. Sekali lagi kalau ditanyakan ke Gus Goog, akan ketahuan kalau informasi itu tidak benar. Kalau mau melakukan terapi batuk, harus dilakukan di ruang gawat darurat dengan supervisi doktor bila terjadi cardiac arrest atau jantungnya tiba-tiba stop, bukan buat orang yang terkena serangan jantung. Tapi kalau sudah sampai urusan medis begini, biar dokter benaran saja yang menjelaskan perbedaannya. Yang saya pikir waktu membaca penjelasan tentang Cardiac Arrest, gimana ya mau batuk-batuk kalau jantungnya sudah berhenti memompa? Namun yang ingin saya tekankan di sini, selama sekian tahun mengurus milis, setiap ada anggota baru, mereka akan meneruskan email yang sama dengan harapan dengan menyebarkan email itu mereka bisa menolong seseorang.
Anda bisa membaca informasi tentang Harga Sebuah Mukjizat , dan komentar tentang Self CPR atau Cough CPR di ketiga link itu, dan mudah-mudahan anda tidak termasuk yang suka meneruskan email tersebut.
Tapi kalau anda pernah ikut pun, tak perlu kecewa karena anda termasuk orang baik hati yang mau teruskan ceritera ini untuk menolong sesama. Ceritera-ceritera ini sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Setidaknya saya sempat menerima versi Mandarin dari dua ceritera di atas.
Popularity: 1% [?]


