≡ Menu

Hari Ini Tiga Puluh Tahun Lalu….dan Parade Video Kenangan

Yang saya ingat, dalam bus menuju pesawat ada Rosihan Anwar. Tapi tentu saja dia tidak tahu siapa saya. Berangkatnya malam hari. Pagi-pagi mendarat di Haneda. Teman-teman serombonganku, Han ke Chiba, mas Harso terus ke Hiroshima, pak Jamil ke Shizuoka, mas Anung ke Tokyo. Seingat saya, Prof. Emori dan muridnya, mas Hamdani yang mengantarkan sayaku ke pesawat yang menuju Chitose Airport di Sapporo. Di sana, Kus dari Salemba yang sudah setahun duluan di sana datang bersama Imai Sensei menjemput saya.

Negeri salju. Itulah Hokkaido di bulan January. Dalam perjalanan dari Chitose Airport menuju ke kampus, dalam bayangan saya muncul gambaran tentang Padang Salju Lautan Rimba atau dalam bahasa aslinya Lin Hai Xue Yuan, sebuah novel perang gerilya di Tiongkok Timur Laut yang saya baca sebelum sekolahan saya ditutup gara-gara tragedy 1965. Padang salju,….akhirnya saya berada di padang salju, sendiri, jauh dari anak dan istri. Dalam waktu semalam, dari suhu Jakarta tiba-tiba tercemplung ke dalam suhu di bawah nol. Tetapi semua serba putih, semua serba baru, dan semua menjadi menarik.

Tak terasa, 30 tahun telah berlalu. Sejak tadi saya coba memilah-milah berbagai video di youtube. Terkadang melihat wajah penyanyi kala mereka masih muda belia, lalu ingat wajah mereka dalam video Kohaku Utagazzen akhir tahun ini yang saya lihat. Hiroshi Itsuki, Mori Shin-ichi, Akiko Wada, bahkan Sayuri Ishikawa pun sudah kelihatan menua. Akan tetapi, bukankah rambutku pun juga mulai memutih?

Pilah-pilih, pilah-pilih, maunya taruh satu video kenangan di sini. Tapi sukar sekali. Pilihan pertama, tentu saja, Kita-guni no Haru atau Musim Semi di Negeri Utara. Itu pun susah. Penyanyi kesayangan dan penyanyi aslinya, Sen Masao atau Teresa Teng? Akhirnya saya pilih Teresa Teng, karena pemandangan dalam videonya seperti yang bisa anda lihat di bawah ini:

Maaf buat Sen Masao-san, karena bukan video beliau yang saya pilih.

Video kedua, tentu saja Tsugaru Kaikyo atau Selat Tsugaru. Sayuri Ishikawa sempat muncul dan menyanyikan lagu ini dalam Kouhaku Utagazzen atau Pertandingan Team Merah Putih yang diselenggarakan NHK menyongsong tahun baru akhir tahun ini. Lagu ini membawa banyak kenangan karena sewaktu berusaha meminta perpanjangan studi saya ke Tokyo di akhir tahun 1981, saya sering bolak-balik menumpang ferry di selat ini. Beberapa tahun kemudian, proyek terowongan bawah tanah rampung dan ferry pun diganti dengan kereta cepat yang langsung menyebrang dari Aomori ke Hakodate. Sayuri-chan masih tetap ayu setelah 30 tahun berlalu.

Tapi bicara tentang Hokkaido tanpa menyebut Saburo Kitajima tentu saja seperti makanan tanpa bumbu. Setelah pilah-pilih, akhirnya saya putuskan milih judul ini. Fusetsu Nagare Tabi – Perjalanan dalam badai salju.

Yuzo Kayama termasuk penyanyi tua. Saya masukkan dia ke sini karena memang ini termasuk penyanyi dan lagu kesayangan saya. Kimi to Itsu Mademo atau Bersamamu sampai kapan pun. Video ini rekaman dari 32 tahun lalu. Yuzo juga sudah jadi ojii-san.

Rasanya belum lengkap kalau ceritera tentang Hokkaido tanpa lagu Shiretoko Ryojo, atau tamasya ke Semenanjung Shiretoko yang dalam bahasa Ainu berarti Ujung Dunia. Dalam berbagai Kompa atau Pesta Lab, saya suka berduet dengan Onshi saya, Prof. Yoshihiro Ohtsuka.

Masih juga tempat tamasya di Hokkaido. Melihat penampilan penyanyi Shin-ichi Mori dalam Kouhaku Uta Gazzen akhir tahun lalu, tampak sekali kalau wajahnya sudah penuh dengan kerutan-kerutan dimakan usia. Tapi suaranya masih tetap menggugah tatkala dia manyanyikan Erimo Misaki atau Tanjung Erimo ini.

Sampai di sini, saya pun ikut berdendang:

Kita no machi dewa mou kanashimi wo dan go de
Moyashi hajimete rashi i wake no wakaranai koto de
Nayan de iru uchi oiborette shimau kara
Namari to oshita toshi tsuki wo
Hiroi atsu mette atta tame ao o….
Erimo no haru wa, nani mo nai haru desu
……
Samui, tomodachi ga tatsunette kita yo
Enryo wa ira nai kara
Attatamette yuki na yo….

Parade video ini saya persembahkan, pertama untuk Winnie yang selama bertahun-tahun mengikuti Fusetsu Nagare Tabi bersama saya, dan takkan henti-hentinya saya menyanyikan Kimi to Istu made mo…..

Juga buat teman-teman alumni Jepang Selemba Ryu,… Kus, Ham, Han, mas Harso, mas Anung, pak Jamil, Ganda, Jan, mas Tanto semua. Juga Salatiga Ryu….. dan last but not least, Hikita-san dan ibu Soemarjono. Mina, ogenki de. Sanju nen, arigatoo……

{ 10 comments… add one }
  • SJ January 28, 2008, 12:44 pm

    Waktu saya mulai ngerti pop culture nya Jepang, anda sudah pulang ke tanah air. Saya sih sudah down load video nya Yakushimaru Hiroko (dari youtube), sela fuku ….. waktu dia usia sekitar 15 tahun. Saya barusan order di Amazon atau ebay (lupa yg mana) DVD Yakushimaru produksi 2005 (usia 40+), tapi belum datang, tanoshimini ….

  • drt January 28, 2008, 8:24 pm

    Makasih sudah mau mampir. Saya ingat penyanyi itu tapi nggak ingat lagu-lagunya. Ingat dia bukan karena cantiknya, tetapi karena namanya. Yakushimaru…… Banyak sekali penyanyi baru yang muncul di Kouhaku tahun ini. Tapi masih banyak juga penyanyi lama. Sebagian sudah muncul di Youtube seperti Tsugaru Kaikyo….

  • damyan godho January 30, 2008, 11:13 pm

    bung aris….mau tanya…apa ada teman di hiroshima?

  • drt January 31, 2008, 12:12 am

    Wah, itu 30 tahun lalu, pak Damyan. Beliau sudah jadi orang gede sekarang di tanah air. 😆
    Kalau sekarang mesti cari lewat Internet.

  • henry uy July 3, 2008, 9:11 pm

    hope all is well with u aris tanone

  • drt July 3, 2008, 9:45 pm

    Hi Henry, did google send you here? That’s how did Liliana found find my pages. Glad to hear from you, buddy.

  • drt February 24, 2013, 1:04 am

    Barusan beresi link yang putus. Selamat menikmati.

  • drt May 6, 2014, 9:49 pm

    Barusan perbaiki link ke video karena video sebelumnya sudah tak ada lagi di sana.

  • drt May 16, 2017, 7:55 pm

    Barusan perbaiki lagi link yang putus, karena video sebelumnya dicopot yang empunya.

Leave a Comment