≡ Menu

Hasil Pengobatan Kanker Paru di Klinik Dr. Shu (2)

Kasus kedua ini saya ambil dari sebuah postingan di situs Dr. Shu berjudul: Siapa bilang tak bisa koeksistensi bersama kanker?

Dari foto di bawah, bagi yang sudah baca Surat dari Seorang Ahlibedah Syaraf, mungkin anda masih ingat kalau sosok di samping Dr. Shu yang berlatih Ping Shuai Gong itu ternyata adalah tokoh dalam postingan yang saya terjemahkan dari situs Dr. Shu ini.

Pak Wu (巫先生) seperti orang desa pada umumnya, berperangai lugu, antusias dan, tulus. Sehari-hari beliau bekerja sebagai petugas kebersihan sekolah dasar di sebuah desa di daerah selatan Taiwan. Setiap waktu masuk atau pulang sekolah, beliau juga membantu para murid menyeberang jalan. Begitu melihatnya, anak-anak akan langsung menyapanya:”Engkong! Engkong! Selamat pagi.” Dalam usia 63 tahun ini, beliau juga sudah bekerja di sana selama beberapa puluh tahun. Setiap hari disapa engkong, hidupnya cukup tentram dan bahagia.

Pak Wu seorang perokok berat, dan sudah merokok selama beberapa dekade. Dua tahun lalu karena batuk jangka panjang yang tak pernah sembuh, beliau didiagnosa menderita kanker paru-paru Tahap III, dan oleh dokter di RS beliau dianjurkan untuk menjalani kemoterapi dulu baru operasi. Tapi beliau menolak pengobatan karena beliau merasa dalam usia lanjutnya, selain beliau sudah mendekati ajal, pengobatan juga akan membuatnya tambah sakit. Maka itu dengan tegas beliau menolak semua pengobatan kedokteran barat.

Di awal tahun 2006, beliau mampir ke Klinik Dr. Shu di Taichung. Dr. Shu menganjurkan agar beliau dioperasi terus diiringi dengan terapi alami. Tapi beliau menolak sambil menegaskan bahwa lebih baik mati daripada pengobatan! Oleh karena itu Dr. Shu lalu mengatur agar beliau bisa mendapatkan terapi alami ‘lewat koktail jiwaraga ciptaan khusus Dr. Shu.’

Metode ini sangat cocok untuk Pak Wu. Selain berhenti merokok (sesungguhnya setiap hari masih mengisap beberapa batang), pola makannya juga diubah, rajin berlatih ping shuai gong (seperti dalam video yang disebutkan di atas), juga memakai makanan selular ATP, dan meminum Cairan Tian Xian (天仙液) hasil sumbangan China Association of Cancer Rehabilitation, karena pak Wu berasal dari keluarga tak mampu untuk membeli Cairan Tian Xian.

Oktober 2007. Hasil CT scan menunjukkan bahwa kankernya masih ada walaupun sedikit menyempit.Setiap tahun beliau datang ke klinik Taichung untuk tindak lanjut pemeriksaan. Setelah dua tahun, hasil CT scan di dadanya menunjukkan kankernya masih ada, tapi tidak ada kerusakan atau perbaikan situasi! Pak Wu tidak memakan obat barat dan masih tetap sehat dan bahagia, dan tampa gejala sakit yang menyolok!

Sewaktu berlatih Ping Shuai Gong, pak Wu sangat tekun, penuh perhatian dan posturnya juga benar!

Disclaimer: Postingan ini hanya berisi informasi tentang kemajuan metode pengobatan Dr. Shu. Kami tidak memberikan konsultasi, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Silahkan berkonsultasi dengan dokter anda untuk semua masalah kesehatan anda.

{ 2 comments… add one }
  • jogist June 23, 2012, 6:16 pm

    mudah2n dunia pengobatan semakin dan terus maju, agar tidak ada yang sesusah pak whu

  • drt June 23, 2012, 6:32 pm

    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya mas atau mbak Jogist. Saya sempat melirik toko batiknya. 🙂

    Soal kemajuan dunia pengobatan, saya tak tahu apakah bakal bisa membantu orang-orang seperti pak Wu atau tidak. Persoalannya, pengobatan kanker saat ini membutuhkan biaya yang besar sekali. Dalam ceritera di atas, kalau tak ada badan sosial yang menyumbangkan Tian Xian Yu secara gratis, pak Wu pun tak akan sanggup membelinya. Ibu saya almarhum hanya terima sekali pengobatan chemo dan keesokan hari langsung menghadap sang pencipta. Itu yang membuat saya begitu tertarik akan urusan ini.

Leave a Comment