≡ Menu

Impotensi dan rokok

Saya paling senang akan topik ini, dan kalau ada kesempatan saya pasti akan mengulangi ceritera Dr. Steven Lamm tentang perokok yang kaget, seperti yang pernah saya tulis di sini. Posting itu dalam bahasa Inggris, tapi ceritera tentang perokok itu bisa saya terjemahkan di sini untuk anda:

Ben, broker asuransi tampan yang berusia 28 tahun, baru-baru ini datang dengan keluhan bronkitis. Dia telah menunggu sampai sudah parah dan rasanya tulang-tulang punggungnya akan copot gara-gara batuk baru datang periksa. Jari telunjuknya yang menguning adalah pertanda jelas akan kebiasaan menghabiskan dua bungkus seharinya. Setelah saya periksa dan obati infeksinya, sebelum dia pergi, saya sulkan agar sebaiknya dia berhenti merokok demi kesehatannya.

“Oh, yah, biar saya tidak terkena kanker?”

“Bukan, tapi kau akan menghadapi masalah mendapatkan ereksi,” kataku. “Semoga saja sekarang itu masih belum menjadi masalah. Saya ingin anda berhenti merokok dan melakukan perubahan ini sekarang, pada waktu ketika kinerja seksual masih sangat relevan dalam hidup anda. Saya tahu bahwa takut kanker pada usia 50 atau 60an bukan merupakan faktor yang cukup mendorong – dua dekade tampaknya masih begitu jauh. Namun, saya tahu bahwa kinerja dan pelunakan ereksi merupakan ketakutan yang lebih realistis.”

Ben meninggalkan kantor Dr. Lamm hari itu dengan beberapa koyo nikotin dalam upayanya untuk berhenti merokok.

Malam ini saya lagi mencari informasi tentang MD Anderson Cancer Center di Texas, ketika saya temukan video Dr. Ornish ini. Saya paling senang dengan hasil kerja Dr. Ornish, misalnya yang diuraikan dalam buku beliau tentang Program Untuk Memulihkan Penyakit Jantung. Nah, di salah satu bagian video beliau disebutkan, kenapa merokok itu jelek. Banyak perokok pasti tidak senang bila diberitahu merokok itu jelek. Saya mengerti sekali karena saya sendiri sampai 11 Maret 1986 juga seorang perokok. Makanya tidak akan saya ulangi ceritera mengenai bahaya merokok.

Tapi yang menarik dari ceramah ini, menurut Dr. Ornish, merokok itu akan menyempitkan pembuluh darah. Akibatnya, selain jantung, ada bagian tubuh lain yang akan berubah. Mestinya bisa membesar untuk berfungsi dengan baik, 😆 sekarang gara-gara merokok, alat itu akan jadi seperti rokok dalam gambar koboi di iklan yang ditunjukkan dalam videonya Dr. Ornish ini dan saya copykan ke sini.

Makanya, kalau anda masih muda, tak takut mati karena kanker paru-paru atau sakit jantung, merasa rokok itu membuat anda tambah gagah, saya usulkan, perhatikan sekali lagi gambar rokok dalam iklan ini. Pacar atau istri anda pasti tidak akan tertawa melihat gambar ini. 😆

{ 1 comment… add one }
  • drt October 9, 2010, 12:50 am

    Untuk menghindari salah pengertian lagi, mohon kata ‘kaget’ dalam kalimat berikut dibaca ‘tercengang’:

    Saya paling senang akan topik ini, dan kalau ada kesempatan saya pasti akan mengulangi ceritera Dr. Steven Lamm tentang perokok yang kaget, seperti yang pernah saya tulis di sini.

    Terima kasih.

Leave a Comment