Tiga hari lalu ada yang coba post 2 komentar kosong di blog ini tapi tidak saya loloskan.
Sebenarnya setelah melihat data dan jejaknya di Internet, saya senang akan ambisi anak muda ini. Dalam perjalanan dia berinternet ria, menurut ceritera dia sendiri, dia pernah di-ban sama Adsense Google. Tetapi hal itu sebenarnya tak perlu mengecilkan hati karena John Chow misalnya juga pernah dihukum sama Google dan Technorati. Lihat, sampai sekarang dia tidak masuk dalam Top 100 Popular list di Technorati. Saya ingat ada yang pernah bilang: Kalau tak pernah mau disalahkan ya jangan buat-buat apa-apa. Membuat kesalahan pertanda orangnya berbuat sesuatu.
Selain itu saya lihat ada juga situs berisi tulisan rohani yang anak muda ini klaim asuhan dia. Dari informasi itu dan dengan ambisi yang tersurat dalam berbagai situs itu, saya yakin asal dia tekuni, impiannya bakal terwujud.
Alasan saya menolak posting dia sederhana sekali. Angka RSS Reader yang dia cantumkan di blog dia bukan angka langganan dia, melainkan seperti yang sudah saya tulis di posting kemarin, dia ambil dari angka pelanggan situs shoemoney.com.
Kalau dipikir, kenakalan ini tidak sebanyak kenakalan John Chow. Bedanya, kenakalan John Chow selalu dia tulis dan semua orang tahu dia nakal, dan manfaat kenakalan itu sering menciprati orang di sekeliling dia. Di situ timbul pertentangan moral, apakah orang mau pilih jadi puritan dan mencibir pada tindakan John Chow atau ikut menumpang gerbongnya John Chow? Buat saya, selama kenakalan itu tidak merugikan orang lain dan tidak melulu untuk kepentingan pribadi sendiri, saya malah senang jadi penonton dan dengan asyik mengikuti perkembangan kenakalan itu, atau kadang ikut meramaikan.
Misalnya, suatu saat saya pernah masuk dalam list top spammers alias top commentators di situs John Chow dalam bereksperimen untuk dapatkan exposure dan link kembali dari sana.
Yang saya tidak mengerti, kenapa anak muda yang masih punya masa depan yang panjang ini harus mengambil jalan pintas mengibuli pembacanya dengan memasang jumlah langganan orang lain dan tidak bilang-bilang?
Sudah lama saya mengikuti perkembangan blognya John Chow dan Shoemoney, bahkan pernah menulis tentang mereka di berbagai kesempatan. Makanya begitu melihat angka RSS Readers yang besar, pertama yang terpikir, wah, hebat juga anak muda ini. Angkanya bisa bersaing dengan angka langganannya John Chow dan Jeremy Schoemaker. Lalu saya mulai siap-siap untuk cari data buat review situsnya. Eh, begitu saya cek source codenya, terlihatlah kode berikut yang saya potong sebagian lalu beri kurung kurawa agar tidak dieksekusi di sini:
{ … href=”http://feeds.feedburner.com/zzzzzzzzzzbiz” mce_href=”http://feeds.feedburner.com/zzzzzzzzzzbiz” ….}
{ ..img src=”http://feeds.feedburner.com/~fc/shoemoney?bg=33FF66&fg=444444& ..}
Kemarin dia coba lagi posting komentar kosong dari situs yang lain, tetap saya tidak loloskan. Alasannya sama saja, karena saya ke situs sebelumnya, angka langganannya Jeremy Schoemaker dari shoemoney.com masih tetap dipasang di sana.
Terus terang kalau saya tidak mengenal situs kedua raksasa itu, atau dia tidak terlalu ambisi, dan bukan angka yang di atas 13,000 yang dia pilih, melainkan dia mainan dengan jumlah langganan sekitar sepersepuluhnya langganan shoemoney.com, mungkin tidak akan menarik perhatian saya.
Saya ingat pernah menyitir tentang Jerry Brown, Attorney General dari negara bagian California yang memberi komentar di situsnya John Chow setelah Michael Kwan me-review situs scammer dari California. Ini saya kutip kalimat Jerry Brown mengenai review dia yang dia tulis di komentar tentang posting Michael Kwan itu:
Here’s my “free review”. You and your Partner(s) are young. Without question you guys are passionate about what you do. You’ve had good luck and believe that it will continue (I hope it does). Accepting money in the way you propose is bad enough. But, when you cross state lines that is considered racketeering and the FBI gets involved. Also, don’t get on the radar of the IRS. Otherwise, it could prompt a deep cavity search of your income sources going back x years.
Kalau di California, Attorney Generalnya sampai turun tangan beri komentar di blognya John Chow, di Arizona, menurut data Attorney General Office, Identity Theft atau Pencurian Identitas masuk dalam urutan ke 14 dari berbagai pengaduan yang masuk. Saya tidak tahu, apakah Feedburner membolehkan cara curang seperti ini dengan menaruh data orang lain dan menampilkannya sebagai data sendiri?
Dengan maraknya kejahatan Internet lewat berbagai scam, pencurian identitas, sampai-sampai nama Indonesia jadi rusak dan membeli apa-apa dengan credit card dari Indonesia mengalami kesulitan, kenapa ya ada yang bikin gara-gara baru lagi? Kenapa ngibul pakai data orang lain? Ada yang bisa bantu jelaskan?
Di Amerika hari ini adalah liburan Thanksgiving’s Day, hari untuk mensyukuri akan panen yang berlimpah. Setelah saya pikir lagi, mudah-mudahan yang bersangkutan mau melihat persoalan ini dari sisi lain, dan mudah-mudahan dalam semangat mensyukuri apa yang sudah kita capai selama setahun yang lalu bisa membuat kita melihat langkah terang di depan kita. Semoga!
Terakhir, buat teman-teman di Amerika Utara, have a safe happy thanksgiving .
Popularity: 1% [?]



{ 7 comments… read them below or add one }
Kalau ngibul paka data palsu, ngarang maksudnya, gimana? Jadi tidak ada orang yang terluka dalam proses itu, tidak ada yang dicuri identitasnya … karena memang data karangan. hi hi hi
Hahaha,….slamat pagi pak Budi. Saya pikir nggak tidur, eh, ternyata memang sudah pagi ya. Terima kasih atas kunjungan kehormatannya.
Saya doakan semoga suatu hari mimpinya terwujud.
Kalau dalam buku The Success Principles-nya Jack Canfield, Practice the Rule of Five. Mudah2an suatu waktu kelak kalau ke Bandung bisa mampir ke Research Center-nya pak Budi.
Thanks sudah mampir ke blog saya.
Anda bilang: ““Komattane…, kenapa format blog-indonesia jadi semrawut gara-gara posting ini? Isinya tanda tanya yang panjang????????????????????? sekali!”
-> perasaan tidak ada masalah dengan tampilan blog-indonesia, atau barangkali komputer anda saja yang tidak support untuk karakter bahasa jepang? Tell me if i am wrong.
Terima kasih kembali. Soal penampilan yang saya maksudkan adalah penampilan di blog-indonesia. Daripada cari satu-satu, saya suka milih blog yang saya ingin baca dari posting terakhir di sana. Nah waktu posting anda muncul di sana, cuma terlihat judulnya berisi tanda tanya, begitu juga semua tulisan Jepang berupa tanda tanya. Tetapi saya kecepatan posting, karena beberapa saat kemudian display di situ itu sudah ok. Sedangkan kalau di situs anda, nggak ada masalah.
oh gitu ya Pak Aris, BTW saya terus terang belum mengerti isi postingan yang ini, saya baca lagi deh berulang ulang.
Oh, ini cuma sekedar ceritera mengenai teman kita yang trackback ke sini, tetapi waktu saya melihat ke blognya, dia menaruh nomor pelanggang RSS reader palsu. RSS readernya menunjukkan ~13,000 pembaca tetapi sebenarnya itu pembaca dari http://www.shoemoney.com .
Saya harap dia sudah dapat izin dari Jeremy Schoemoney atau Feedburner.
OIC, pembajakan ke blognya shoemoney ya Pak, orang itu curang pake segala cara yang gak benar, Oke Pak saya mengerti