Lagu Yang Mengharukan Dalam Acara Pembukaan Olympic di Beijing

by drt on August 10, 2008

Semalam berduaan dengan istri kami sempat menonton acara pembukaan Olympic di Beijing yang disiarkan oleh NBC, channel yang jarang kami buka. Dari acara pembukaan yang spektakuler ini, menurut saya yang paling mengharukan adalah lagu yang dibawakan anak prempuan berbaju merah yang setelah saya cari ke Youtube, ketemu videonya seperti yang anda bisa tonton di sini:

Setelah saya cari lagi ke berbagai situs Olympiade, akhirnya ketemu di situs ini laporan wartawan Xinhua seperti yang bisa dibaca di bawah dan foto gadis cilik itu. Ternyata si mungil berbaju merah itu bernama Lin Miaoke. 

Lin Miaoke, a nine-year-old Chinese girl who lent her voice Friday night to the opening ceremony of the Beijing Olympics, returns to the Xizhongjie Primary School of Dongcheng District in Beijing, capital of China, on Aug. 9, 2008. Lin Miaoke, dressed in a red skirt, received thunderous applause from 90,000-plus spectators at the National Stadium, known as the “Bird’s Nest”, when she performed “Sing a Song of Praise to the Motherland” as 56 children, each representing an ethnic group of the country’s 56 nationalities, carried the national flag into the stadium at the opening ceremony of the Beijing Olympics on Friday. (Xinhua/Zhou Liang)

Kami berdua, baik istri saya maupun saya sendiri ingat sekali akan lagu ini karena lagunya sangat populer zaman kami masih di SR alias Sekolah Rakyat Tionghoa dulu. Sebelum tahun 1965 kan kiblatnya pemerintah Indonesia memang tertuju ke Beijing, sehingga sekolah Tionghoa di Indonesia dahulu sebagian besar afiliasnya ke Beijing dan lagu-lagu yang diajarkan di sekolah adalah lagu-lagu dari RRT. 

Yang saya rasakan lagu ini beda sekali nuansanya dari lagu yang sama di Youtube. Karena kalau di youtube, yang tertangkap adalah nada pemberontakkan dari bangsa yang bangun kembali dari puing peperangan, tak kurang dengan ancaman untuk menghancurkan musuh yang berani menyerang. Sedangkan di acara pembukaan olympiade ini, yang dibawakan Miaoke hanyalah bagian pertama lirik itu yang tentu saja kami berdua masih hafal dan bisa melantungkan bersama penyanyi cilik itu. Terjemahan bebas lyrik dari empat baris pertamanya kira-kira begini:

五星红旗迎风飘扬,Bendera merah bintang lima berkibar dalam buaian angin,
胜利歌声多么响亮,nyanyian kemenangan terasa sangat gegap-gempita,
歌唱我们亲爱的祖国,menyanyikan lagu pujaan untuk negara kami tercinta,
从今走向繁荣富强, yang mulai hari ini menuju kemakmuran dan kejayaan.

Dari situs yang menampilkan berbagai foto yang dijepret para penonton dalam sarang burung seperti yang bisa dilihat di sini, penulisnya mengomentari foto Miaoke itu dengan komentar berikut:

抛开心头的包袱,难道本次开幕式的过程中就没有那么一幕曾让你的眼眶湿润?
当55个身着少数民族服装的孩童伴随着五星红旗入场时,一名儿童清脆稚嫩的声音演绎的歌唱祖国让我几乎落泪!纯真的声音,爱国之情的真挚!此时,你是否想起了自己的童年?

Bukalah buntalan hatimu. Masyak dalam acara pembukaan kali ini tak adakah sebuah penampilan yang membuat matamu berkaca-kaca?

Ketika 55 anak yang memakai pakaian suku minoritas membawakan bendera merah berbintang lima memasuki lapangan, dengan suara merdu kekanakan melagukan Nyanyian Pujaan Padamu Negeri membuat saya hampir meneteskan airmata. Suara yang polos, penampilan rasa cinta tanah air yang tulus. Waktu itu, tidakkah kamu mengingat masa kanak-kanakmu? 

Lagu Miaoke sangat menyentuh hati kami. Sekarang pikir lagi, mengingat ideologi dan sistem totaliter di RRT, tentu saja kebangkitan RRT membuat sebagian besar penguasa dunia agak khawatir; tapi buat sekian milyar penduduk RRT dan keturunan Tionghoa yang tersebar di seluruh dunia, saya pikir selain ada yang menangis seperti ungkapan penulis di atas, mungkin ada yang ikut bangga dan bertepuk-sorak seperti laporan wartawan di atas. Barusan saya lihat di youtube, selain nada miring para tukang protes yang tentu saja sulit untuk mengerti nuansa lagu ini, malah ada orang dari Taiwan yang ikut bangga dan syukuri lagu Miaoke ini dan dia menganggap lagu ini semacam lagu pencuci jiwa orang Tionghoa yang selama ini menanggung berbagai luka bathin berisi penghinaan dan berbagai kekalahan dalam sejarah penjajahan asing dll.

Bagi saya pribadi, di antara berbagai kemajuan yang telah dicapai RRT selama ini baik dari bidang ekonomi sampai teknologi termasuk dengan program angkasa luar mereka, Olympiade Beijing merupakan stempel pengesahan terakhir dari apa yang sudah mereka rindukan dan sudah berpuluh-puluh tahun mereka dambakan lewat lagu ini dengan keempat baris dalam bait pertama. Buat yang tertarik dengan teks Inggrisnya, bisa lihat video berikut yang seperti saya katakan, beda sekali nuansanya. Apalagi bait selanjutnya yang tidak dinyanyikan Miaoke terasa keras sekali, kental dengan nada kekerasan termasuk pujaan mereka pada Kaisar Mao :-) yang bukan favorit saya. Soal sistem pemerintahan atau keadilan, biarlah para politisi yang bicara. Tapi suruh saya ikutan protes, seperti urusan Tibet, maaf, saya tidak ikutan.

Selamat menikmati!

Popularity: 2% [?]

{ 3 comments… read them below or add one }

drt August 10, 2008 at 4:51 pm

Bu Densy memberitahukan saya kalau video acara pembukaan olympic sudah tak bisa dilihat. Ternyata, waktu saya cek lagi, memang videonya sudah dicopot dari youtube karena melanggar copyright. Sayang, tapi buat yang pengin melihat foto Lin Miaoke waktu itu, masih bisa lihat di: http://2008.people.com.cn/GB/128225/128445/7640494.html . Dalam wawancara dengan wartawan itu, Miaoke menyebutkan bahwa dia tahu bagian yang paling menggembirakan dalam lagu itu adalah bagian pertama tentang bendera merah bintang lima yang berkibar dalam buaian angin, jadi dia tersenyum gembira sekali. Keceriaan itu tertangkap dalam foto maupun videonya. Sayang keduanya adalah bahan copyright dan tak bisa saya taruh di sini.

titien ismandar August 12, 2008 at 1:39 pm

Suami saya juga sangat terkesan dengan penampilan Lin Miaoke pada pembukaan olympic tersebut. Baru beberapa menit yang lalu dia menelpon katanya ternyata Lin Miaoke hanya melakukan lip-syncing saja. Saya lihat di cnn.com ternyata mas arif betul. Games organizers nya confirm kalau berita itu benar. Penyanyi sebenarnya adalah Yang Peiyi yang berusia 7 tahun. Alasan mereka melakukan itu karena Yang Peiyi dinilai not cute enough. Well apapun yang terjadi terbukti kalau pembukaan olympic kemarin itu sukses besar.

drt August 12, 2008 at 9:51 pm

Dalam pepatah Tionghua ada ungkapan hua she tian zu (画 蛇 添 足) yang berarti sudah gambar ular masih ditambah kaki. Itu yang terpikir dalam benak saya mengikuti berita tentang atraksi kembang api yang direkam dulu dan kisah tentang Miaoke yang ternyata ditipu suruh menyanyi tetapi bukan suaranya yang disiarkan. Tapi begitulah cara kerja para anggota Politbiro penentu kebijaksanaan. Nilai individu sama sekali tidak ada. Seingat saya anak-anak sejak kecil sudah dicuci otak untuk berkorban untuk negara dan bangsa. Akibat psikologis yang menimpa diri anak-anak itu bukan urusan sama sekali. Secara pribadi saya senang bahwa masalah ini ada yang bongkar karena baik berita di Telegraph maupun berita lain yang saya baca, Miaoke tidak sadar bahwa suara dia tidak disiarkan melainkan suaranya Peiyi. Buat saya, sungguh malang kedua anak ini. Bahwa pembukaan itu sukses, tak dapat dipungkiri, tapi urusan kembang api palsu yang disiarkan dan bukan sorotan langsung, serta kisah Miaoke dan Peiyi betul-betul keteledoran para penyelenggara yang ibarat sudah gambar ular masih ditambah kaki. Mana ada ular yang punya kaki?

Leave a Comment

Previous post:

Next post: