Lelaki Yang Suka Merangkul Saya Itu….

by drt on January 4, 2008

WidgetBucks – Trend Watch – WidgetBucks.com

Konon, itulah ingatan Presiden Ronald Reagan tentang putra angkatnya Michael, saat penyakit alzheimer makin menggerogoti otak beliau. Yang diingat hanyalah lelaki yang setiap kali datang, pasti akan merangkul dia. Tak ada nama, tak ada kenangan, masih untung dia masih sempat ingat bahwa setiap kali datang lelaki itu pasti tersenyum dan merangkul dia.

Itu yang kami omongkan malam ini di meja makan.

Ada kabar sedih dari rumah. Mertuaku baru masuk rumah sakit, dan tante Nggal yang sudah mengikuti keluarga mertuaku – bahkan jauh sebelum istri saya lahir, – beberapa tahun terakhir ini menderita sakit alzheimer. Istri saya sempat melihat sendiri kondisi tante Nggal waktu pulang dua tahun lalu.

Tiga bulan lalu saat telpon kata istri saya, tante Nggal masih ingat waktu ditanya tentang resep Megono gurih. Ada yang sempat lupa, tetapi setelah omong-omong sebentar, tante Nggal masih ingat nama daun Kamijoro. Tapi sekarang keadaannya kian memburuk. 

Penyakit lain ada kemungkin sembuh bila diobati, kata istri saya. Ada beberapa orang tua teman sekerjanya yang menderita alzheimer dan semua punya kisah yang menyedihkan. Ibarat bateri yang kehilangan muatan, setiap selnya akan mati secara perlahan-lahan dan pada suatu saat, semua syarafnya itu akan kehilangan fungsi dan sudah…. :sad:

Di balik ceritera mengenai sanak dari teman sekerjanya, yang paling menjengkelkan kata istri saya adalah pandangan orang-orang sekitar di sana. Bahkan perawat di rumah sakit pun menganggap kalau tante Nggal itu gila. Padahal mereka kan menempuh pendidikan dan belajar mengenai berbagai penyakit sebelum menjadi perawat. Koq bukannya mengerti malah dianggap gila dan dijadikan bahan tertawaan?

Saya hanya terdiam. Barusan baca sebentar info mengenai Alzheimer di Wikipedia. Referensinya saat ini mencapai jumlah 139. Tapi ibarat bateri atau aki mobil, kalau mau mati tinggal beli di toko, kalau syaraf di otak sudah mulai kehilangan fungsinya, apa yang bisa kita perbuat?

Tadi dalam telpon ipar saya berceritera, ketika melihat ponakan saya yang sudah dikenal sejak bayi sampai kini sudah berkeluarga, yang tante Nggal ingat hanyalah, ‘iku wong wedok’ atau ‘dia itu perempuan’, persis seperti Ronald Reagan, yang hanya ingat putra angkatnya sebagai lelaki yang suka merangkul dia.

“We are such stuff
As dreams are made on, and our little life
Is rounded with a sleep.” *

Begitu kata-kata penutup bintang filem Charleton Heston yang mengutip Shakespeare ketika Heston mengumumkan kepada dunia kalau dia menderita Alzheimer di tahun 2002. Ketika kondisinya makin memburuk, Heston kadang menangis sendiri dan tak ada yang tahu apa yang dia tangisi karena dia sudah tak bisa komunikasi lagi.

Kalau orang seperti Presiden Reagan atau pun Charleton Heston, yang memegang peran sebagai Moses dalam film The Ten Commandments, main dalam film Ben Hur dan sebagainya itu pun tak berdaya menghadapi Alzheimer, apalagi tante Nggal? Yang tinggal kini adalah kesepian yang berkepanjangan sementara sel-sel syaraf terus meredup dan kesulitan yang membawa duka dan kesulitan buat orang sekeliling. Tak banyak yang bisa kami perbuat dari jauh, selain membayangkan kepedihan dan kepenatan keluarga kakak ipar maupun mertua saya yang harus melakoni semua ini.

Lord, have Mercy!

*Menurut Gus Goog, kalimat di atas dikutip dari Tempest karya Shakespeare yang diucapkan magician Prospero yang baru saja melenyapkan segerombolan roh halus, lalu mengingatkan anak perempuan dan pacarnya bahwa kehidupan manusia pun bisa lenyap  dalam sekejab.

Popularity: 1% [?]

Leave a Comment

Previous post:

Next post: