≡ Menu

Mari Kita Bicara Tentang Seks (2)

Saya temukan judul ini dalam bahasa Inggris secara kebetulan. Sebenarnya saya ingin melihat ke situs Oprah, apakah ada reaksi lain atas posting saya tentang Rina di message board di sana. Tetapi bulan ini situs Oprah ganti wajah, makanya harus mutar-mutar dulu, ketemu judul lain yang menarik sebelum akhirnya ketemu posting saya berjudul Let’s Pray for Rina Fitria itu. Sayangnya dengan pergantian wajah di situs Oprah, sekarang kita tidak bisa lihat berapa pengunjung posting tsb, walaupun bisa dilihat bahwa posting itu masih berada di urutan ke tujuh dalam kategori yang sama malam ini. Tentu saja, harapan saya dengan menaruh posting itu di sana visibilitas urusan Rina tambah tinggi, dan siapa tahu bisa menangkap donor besar dari sana? Paling tidak kalau saya google nama Rina Fitria, posting di situs Oprah dan situs PERMIAS sering berada di urutan 1 dan 2. Kadang PERMIAS di atas, kadang Oprah di atas.

Tapi terus terang, dari dana yang sudah terkumpul seperti yang diberitakan di situs PERMIAS, menurut saya jumlah US$ 73,009 itu sungguh luar biasa. Sekarang tinggal US$26,991 lagi dari jumlah $100,000 yang dimintai RS untuk operasi pencangkokkan sunsum tulang belakang Rina.

Persoalan yang selalu mengganggu pikiran saya adalah, mestinya Rina tinggal di RS dan bukan berobat jalan seperti sekarang. Jadi kalau saat sedang kesakitan akibat chemotheraphy, ada perawat yang bisa hubungi dokter dan langsung tangani kesakitan itu lewat obat penahan sakit. Di samping itu Rina juga bisa lebih terisolasi dari kontaminasi lingkungan. Tapi uang yang sudah terkumpul itu kan hanya untuk operasi, dan itu sebabnya selama ini Rina masih harus obat jalan. Saya tak tahu kemana lagi harus saya ketuk pintu, karena saya yakin, ibu Rina saat ini pasti dipusingi berbagai masalah lain. Itu alasannya sampai hari ini pun saya tetap ingin agar urusan Rina ini bisa mendapatkan ekspose yang luas, termasuk upaya lewat posting di message board situs Oprah. Eh, gara-gara situsnya ganti wajah, mesti keliling setengah mati dulu baru akhirnya tahu kalau masuknya harus lewat link ‘community‘ di atas ‘search box‘ di bagian kanan atas situs Oprah. Itu ceriteranya kenapa saya terdampar ke urusan Seks, dan melihat judulnya sama dengan judul yang pernah saya pakai di blog ini, makanya saya lanjutkan dengan versi keduanya.

Terus terang saya kagum atas kehebatan designer situs Oprah. Bayangkan, seperti masuk ke dalam Department Store yang pajangannya selalu berubah, ya saya terpaksa masuk sana keluar sini. Department Store bikin orang kesasar agar beli barang yang sebenarnya tidak bermaksud untuk dibeli waktu mereka ke toko itu. Ini sama saja dengan situs Oprah yang bikin orang keliling dulu. Ibarat pajangan toko yang menarik, selain judul topik di situs Oprah sangat menarik, isi setiap halaman juga cuma sepotong-sepotong, dan bikin orang penasaran pengin cari lebih jauh.

Siapa yang tidak tertarik membaca, 237 alasan kenapa orang ingin berhubungan sex? Uraiannya hanya seperempat halaman dan menarik.

Dari 14,000 tanggapan hasil survey Oprah.com untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam kamar tidur di Amerika, ketika ditanya: Apakah kalian bahagia dengan kehidupan seksmu, maka 57 persen wantia dan 56 persen pria menjawab ya. Tetapi ketika ditanya: Apakah kamu merasa cukup sering berhubungan seks, maka 56 persen wanita dan 68 persen pria menjawab tidak.

Itu belum apa-apa. Yang paling menarik, Dr. Pepper Schwartz yang berusia 62 mengatakan bahwa saat ini dia lagi menikmati hubungan seks terbaik dalam hidupnya. Apa? Bukankah ini usia yang menurut Mang Iyus, bakal mengirim sinyal Noli Me Tangere? Saya jadi bingung sendiri membaca ini.

Tapi itu bukan apa-apa, itu baru teasers  alias pengiming-ngiming, karena ternyata ini promosi buku ala Oprah untuk buku baru Dr. Schwartz berjudul Prime. Lihat, saya yang tak tahu seluk-beluk buku ini sekarang malah ikut promosi buat Oprah. 😆

Mengapa? Karena seks selalu laris. Paling tidak judul di atas yang menyebabkan anda masih betah dan baca sampai di sini bukan?  😆  Kedua, dari cuplikan bab pertama di situs Oprah, ceritera ini nampaknya mengambil setting di Kuta, Bali. Hm. Apakah saya akan membaca buku itu? Mungkin. Tapi kalau anda ingin tahu kelanjutan tulisan di situs Oprah, jangan lupa juga klik ke message board urusan Rina. Klik anda ke message board itu akan menaikkan visibilitas Rina. Apakah ada hasil tidak, kita pasrahkan saja kepada YMK.

Mari kita tetapkan doakan, moga-moga Rina mendapatkan pengobatan yang terbaik.

{ 1 comment… add one }
  • Kusnady Dharmawan September 20, 2008, 12:30 pm

    Dalam mengelola kegiatan club, pengalaman sbg pembuat program utk meeting, yg memanggil pembicara2, dan hrs berhasil, dlm arti banyak peminat yg datang, ada 3 hal yg bisa menarik audience, sama seperti koran boulevard, crime, sex dan superstition

Leave a Comment