Dalam berapa minggu terakhir, berita tentang CNN memilih Captain Budi Soehardi sebagai salah satu HERO (pahlawan) terus masuk ke dalam berbagai mailbox saya. Tapi karena kesibukan, selain pertukaran email pribadi dengan beliau, baru hari ini saya sempat membuat catatan ini.
Perkenalan saya dengan Captain Budi sepenuhnya perkenalan lewat dunia maya yang bermula dari milis Pak Laru Bolelebo di awal tahun 2006. Seorang anggota milis baru di Bolelebo, ibu Nanik Trickey dari kota Seatle di negara bagian Washington yang lagi kontemplasi untuk membangun perpustakaan buat anak-anak di Kupang menemukan ceritera tentang Captain Budi di Internet lalu membawa ceritera itu ke milis Bolelebo. Sebagian ceritera ini bisa dibaca di blog yang linknya dapat ditemukan di bawah. Dari perkenalan lewat komputer akhirnya lewat telpon dan videophone, sampai saat ini saya belum sempat bertemu muka walaupun sempat berjam-jam mengobrol di telpon, terutama di awal saat memulai blognya Roslin Orphanage (Panti Asuhan Roslin).
Malam ini saya coba menelusuri blog lama Roslin Orphanage yang sampai saat ini masih bisa diakses di ISP saya, dan gambar berikut ini dapat membawa anda ke sana. Silahkan klik ke gambar ini dan anda bisa melihat posting pertama di blog itu tertanggal 16 April 2006. Tapi maaf, postingnya dalam bahasa Inggris.
Melihat foto ini lagi saya sempat berpikir, entah sudah seperti apa ya pertumbuhan anak-anak yang ada dalam foto ini?
Selain itu, saya juga menarik napas lega membaca alasan mengapa saya membantu Captain Budi memulai blog itu, seperti yang bisa dibaca di sana dan saya kutip di bawah ini:
Based on all the information I got and additional discussions through a private mailing list Bolelebo, particularly after knowing Captain Budi’s family involvement with Singapore Airline and Rotary Club activities in helping the children in Kupang, I then decided to give a helping hand by setting up this weblog. We hope that this weblog will help to diseminate any information that needs to be diseminate quickly and widely, and provided a centralized links to all related activities around the globe in conjunction with the work at Roslin Orphanage.
Berdasarkan semua informasi yang saya peroleh dan berbagai diskusi di milis pribadi Bolelebo, khususnya setelah mengetahui keterlibatan keluarga Kapten Budi dengan kegiatan Singapore Airline dan Rotary Club dalam membantu anak-anak di Kupang, saya lalu memutuskan untuk membantu buatkan weblog ini. Harapan kami weblog ini bisa membantu untuk menyebarkan informasi yang perlu disebarkan secara cepat dan meluas, dan menjadi link terpusat untuk semua kegiatan diseluruh dunia yang berkaitan dengan kegiatan di Rosalin Orphanage.
Apakah cita-cita dan waktu yang saya tuangkan di saat-saat awal membuat blog ini mencapai tujuan itu, anda sekalianlah jurinya.
Di awal tahun 2007, semakin saya mengerti urusan blogging, saya menyadari bahwa perangkat lunak Greymatter yang saya pakai untuk blog pertama ini kalah bersaing dengan WordPress (WP) dan mereka juga hentikan kegiatan upgradingnya, dan kami terpaksa beralih ke WP. Ini membutuhkan investasi waktu yang cukup banyak. Suatu saat waktu Captain Budi berada di US, kami sempat bicara sampai jauh lewat tengah malam, padahal besoknya saya harus masuk kantor pagi sekali. Selain itu kami juga pikirkan bagaimana memakai domain name khusus buat Roslin Orphanage, dan kebetulan ada teman Captain Budi dari Denmark yang menyumbangkan server, maka blog baru itupun diparkir di sana, dan lahirlah blog kedua memakai WordPress seperti yang bisa anda jumpai sekarang.
Setelah semuanya berjalan-lancar dan saya makin terlibat dalam berbagai kesibukan lain, akhirnya kegiatan blog Roslin Orphanage saya tinggalkan karena semua bisa ditangani dengan baik oleh Captain Budi dan teman-teman yang membantu.
Dengan berjalannya waktu, keberhasilan Roslin Orphanage makin tampak, dan tentu saja saya ikut bergembira akan keberhasilan ini. Walaupun tidak bisa hadir sendiri, selain laporan yang bisa dibaca lewat blog, teman-teman dari milis Bolelebo juga sering luangkan waktu untuk mampir ke sana kalau mereka pergi ke Kupang, dan mereka akan sampaikan laporan pandangan mata mereka apa adanya kepada saya baik lewat telpon maupun email. Almarhum Poppy Pelapelapon, seorang teman kelas saya dari SMA yang sangat aktif di milis Bolelebo sempat terisak-isak dalam telepon waktu mengisahkan rasa harunya setelah berkunjungan ke Roslin Orphanage. Sampai hari ini, walaupun tidak aktif membantu, laporan perjalanan teman-teman ini masih sering sampai ke telinga saya karena keterlibatan blogging saya.
Melihat kemajuan Roslin Orphanage, tentu saja saya ikut bersyukur dengan Captain Budi dan keluarga. Bayangkan saja. Seorang anak terlantar dari keluarga tak mampu di pedalaman Timor akhirnya bisa sampai masuk ke Fakultas Kedokteran. Buat saya itu sudah mukjijat. Itu saja sudah suatu anugerah luar biasa?
Apa yang akan terjadi seandainya Captain Budi dan ibu Peggy tidak mengambil langkah untuk membangun Roslin Orphanage? Semoga dengan semakin terekspos karya Captain Budi ini, karya Captain Budi dan ibu Peggy makin maju dan anak-anak asuhan bisa tumbuh dalam suasana berkecukupan.
Dari hasil jerih payah sebagai seorang pilot, sebenarnya Captain Budi bisa hidup enak di tempat lain, tetapi beliau memilih tanah Timor untuk membantu anak-anak terlantar. Semoga Tuhan memberkati Captain Budi sekeluarga.
Dan buat teman-teman yang tidak bisa berbahasa Inggris, silahkan klik ke kotak merah bertuliskan: “Vote for Your Hero” atau “Contreng* Pahlawan Anda” dalam gambar dari CNN di atas. Anda akan dibawa ke halaman berisi foto ke-10 calon Pahlawan CNN ini. Tentu saja kita harus klik ke foto Captain Budi, dan akan ada pop-up window berisi tiga tabs, His Story (Ceriteranya), Video, dan tombol merah dengan tulisan “Vote for Budi” atau Contreng Untuk (Pilih) Budi. Dengan klik ke tombol merah itu, anda akan dibawa ke halaman konfirmasi dimana anda akan melihat satu kotak putih berisi kombinasi gambar 5 huruf/angka dan anda harus copy ke lima huruf/angka seperti yang terlihat di kotak pertama itu ke dalam kotak putih kedua di bawahnya untuk membuktikan bahwa ini bukan kerjaan program robot tetapi betul-betul diisi oleh seorang di depan komputernya. Setelah itu, untuk contreng, anda tinggal klik ke kotak merah bertuliskan “VOTE”. Kalau anda ketik huruf atau angka yang salah, maka akan muncul gambar yang baru dalam kotak putih itu, dan anda harus mengisi ulang lagi, lalu klik “VOTE” lagi dan kalau berhasil anda akan dibawa ke halaman berikut berisi konfirmasi bahwa pilihan anda berhasil.
Bagi yang punya kemampuan blogging, bisa copy widget yang ada di sana dan bisa tampilkan seperti yang anda bisa lihat di halaman ini.
Sekali lagi, ucapan Selamat saya buat pak Budi dan ibu Peggy atas prestasi ini. Semoga apa yang pak Budi dan ibu Peggy cita-citakan bisa terwujud di masa datang, dan terima kasih saya juga buat semua yang sudah ikut berkontribusi untuk keberhasilan usaha Roslin Orphanage ini. ***
*Saya agak ragu, apakah contreng itu sama dengan vote?
Popularity: 2% [?]



{ 3 comments… read them below or add one }
Saya ingin bisa mewawancara sdr. budi. Dimanakah posisi dia kini. Bisa by phone or email, bila dia jauh dr Indonesia. Saya jurnalis dan fotografer yang tinggal di Jakarta.
Saya ingin menulis profil sdr. budi utk Readers Digest Magazine.
Kini saya bekerja sebagai freelance journalist utk berbagai media di dlm/luar negeri: Kyoto Review, Readers Digest, The Cheers, AdnKronos International Press Agency, The Writer, U Magazine, Djakarta Magazine, SWA, Pantau, Bentara Kompas, Bisnis Indonesia, Koran Tempo, Koran Jakarta dan lainnya.
Silahkan kunjungi Roslin Orphanage Blog.
saya senang, kagum, gembira dan bangga sekali kepada Bapak, ternyata masih ada orang yang benar – benar mempunyai hati yang sangat mulia seperti Anda, saya ingin sekali bisa kirim email dan di balas langsung sama Bapak Budi sendiri, terima kasih banyak Bapak, semoga ada banyak Bapak Bapak yang mempunyai kebaikan seperti Bapak di Indonesia ini amiin…….