Masih Tentang Rina Fitria

by drt on June 15, 2008

Kalau ada yang bertanya, apa saja yang saya ketahui tentang Rina Fitria, maka jawaban saya akan singkat sekali.

Tak banyak yang bisa saya tambahkan selain ceritera dari situs PERMIAS (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) dan situs pribadi Rina sendiri.

Seperti yang sudah saya tulis, saya pertama kali menerima informasi mengenai Rina dari ibu Titien. Saya lupa bagaimana awal mulanya ibu Titien sampai menceriterakan urusan Rina, tetapi selama berapa hari terakhir saya selalu kontak terus dengan ibu Titien untuk mendapatkan update tentang keadaan Rina.

Yang paling mengkhawatirkan saya adalah batasan waktu seperti yang dicantumkan dalam situs PERMIAS. Tinggal 27 hari lagi sampai hari operasi pengcangkokan sunsum tulang belakang Rina.

Dua puluh tujuh hari itu tidak sampai 4 minggu. Saya lihat lagi ke situs PERMIAS sekarang sudah ada update bahwa dana yang dibutuhkan sebanyak US$180,000. Ini bukan biaya yang kecil. Makanya sewaktu telepon dengan ibu Titien, saya sempat bilang bahwa hanya mukjizat Tuhan-lah yang akan bisa membantu Rina untuk mengumpulkan dana sebesar itu.

Foto PERMIAS OKStateSelain itu, masalah privasi adalah masalah yang sangat dijunjung tinggi di Amerika sini, sehingga orang bisa masuk penjara gara-gara melanggar perundang-undangan mengenai privasi ini. Orang tua misalnya akan mengalami berbagai kesulitan mendapatkan data kalau saja ingin mendapatkan data sekolah misalnya nilai ujian, atau data kesehatan anak-anak sendiri. Sekolah atau Rumah Sakit tak bakalan memberikan data itu kalau tidak ada izin dari yang bersangkutan selewat usia tertentu. Bahkan kalau waktu ke dokter atau tempat pemeriksaan lain, sewaktu mengisi pendaftaran istri saya lupa meminta formulir dan tanda tangan untuk memberikan izin kepada saya untuk bisa sharing informasi kesehatannya, maka jangan harap saya bisa telpon atau bahkan mengambil resep untuk istri ke sana. Sempat berkali-kali ribut dengan petugas RS atau Klinik, akhirnya saya selalu meminta surat itu agar ditandatangani istri saya setiap mengantarnya pergi periksa kesehatan. Tetapi masih ada yang mengganjel di hati kalau mengingat keadaan Rina.

Tanpa ekpose seluas-luasnya ke media massa, baik lewat TV atau koran beroplah nasional maupun internasional, maka dana yang terkumpul akan minim sekali. Apalagi waktu yang sangat terbatas begini. Semua ini berdasarkan pengalaman mengurusi pengumpulan dana untuk Lukas Mbira dari Sumba dahulu, maupun bayi Gratia Rondo dari Kupang yang harus operasi jantung ke Jakarta.

Masyarakat Amerika sangat murah hati dan mudah terdorong untuk membantu, sejauh mereka mengerti apa yang mereka bantu. Dalam kasus Lukas dan Gratia, saya mengalami kesulitan mempromosikan secara luas, karena mereka berdua buat sebagian besar masyarakat Amerika berasal dari dunia antah berantah. Sebaliknya buat Rina Fitria, statusnya mahasiswi dari Oklahoma State University di Stillwater, Oklahoma. Itu bukan nama asing seperti Waingapu, Sumba buat orang Amerika. Tapi ah, bahkan buat mereka yang di Jawa saja saya yakin banyak yang tidak tahu, di mana letaknya Naibonat tempat ibunya Gratia mengabdi jemaat gerejanya; apalagi buat masyarakat Amerika? Tapi walaupun Rina dari Stillwater, Oklahoma dan bukan dari Naibonat di Timor, ternyata untuk promosikan Rina seluas mungkin tidak mudah juga.

Kalau orang membaca di situs PERMIAS ada informasi bahwa Rina tidak bisa menerima bantuan dari pemerintah negara bagian maupun pemerintah Federal. Ini akan menimbulkan banyak tanda-tanya yang membuat orang Amerika menjadi ragu untuk menyumbang menurut pendapat pribadi saya. Karena banyak orang akan bertanya, mengapa? Why? Orang juga akan mudah berpikir, oh, jadi dia mahasiswi Indonesia. Wah, hebat dong bisa datang sekolah ke Amerika. Orang tuanya pasti kaya dong ya?

Data apa yang bisa saya pakai untuk menjawab kalau ada pertanyaan serupa? Saya butuh data. Saya butuh data. Informasi di situs PERMIAS itu memberi kemungkinan untuk salah interpretasi. Tapi mana datanya? Tanpa data, bagaimana kita bisa menjelaskan kalau ada yang bertanya? Apakah susunan kalimatnya perlu diubah? Tapi ubah bagaimana? Makanya pagi ini cepat-cepat saya susun serentetan pertanyaan lalu saya layangkan via email ke ibu Titien, sekalian saya telpon sebanyak dua tiga kali untuk menjelaskan duduk persoalannya, dan saya minta untuk kirim ke saya nformasi itu secepat mungkin. Kenapa? Waktu untuk operasi Rina tinggal 27 hari lagi, dan itu yang mencemaskan saya. Seharusnya saya butuh data itu kemarin, bukan harus tunggu sampai hari Senin. Saya juga mengerti persoalan privasi di sini seperti yang saya uraikan, dan tentu tidak akan mengobral data tersebut ke Internet. Tetapi tanpa informasi yang saya mintakan, sulit sekali buat saya dari mana memulainya.

Sejak Senin malam yang lalu saya sendiri habiskan lima hari empat malam menunggui putra bungsu saya yang opname di rumah sakit di kota Birmingham, Alabama, sekitar dua jam perjalanan dari rumah kami. Ini untuk ketiga kalinya dalam tiga bulan trakhir putra saya harus mengalami pengobatan karena sakitnya yang sering kambuh. Saya mengerti sekali betapa besarnya biaya pengobatan di Amerika sini. Untungnya sampai akhir bulan ini, sebelum mencapai usia 25 tahun, putra saya masih ikut dalam asuransi kesehatan kami. Tapi melihat biaya tagihan dokter, lab dan RS ke perusahaan asuransi sempat bikin bulu badan merinding. Apa jadinya kalau putra saya tidak memiliki asuransi kesehatan? Makanya minggu depan saya harus cepat-cepat bersama putra saya mencari perusahaan asuransi lain untuk dia sendiri.

Dengan latar belakang itu, saya kepikiran sekali tentang keadaan Rina.

Upaya pengumpulan dana ini perlu diekspos ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Dunia Internet kadang pemurah sekali sampai-sampai utang kartu kredit Karyn Bosnak sebesar $20,000 bisa terbayar lewat cyberbegging atau web-panhandling yang kalau diterjemahkan berarti Pengemis Cyber atau Pengemis Web. Maaf, saya tak tahu istilah apa yang lebih baik dalam kasus ini. Tapi apa artinya sebuah istilah kalau upaya itu bisa menolong seseorang? Itu yang membuat saya masih belum kapok juga kalau sudah sampai ke urusan beginian, walaupun setelah mengurus pengumpulan dana untuk Gratia saya sempat pikir untuk cuti soal urusan beginian. Apalagi dalam hal ini, saya cuma mengambil peran pembantu dalam mengekspos pengumpulan dana buat Rina ini. Persoalan sekarang, sudut apa atau ceritera apa yang akan kita pakai untuk membangkitkan rasa haru pembaca untuk ikut menyumbang buat Rina?

Ini suatu permainan angka menurut saya. Semakin banyak orang yang terekspos ceritera tentang Rina akan semakin banyak orang yang mungkin ikut menyumbang walaupun prosentase penyumbang itu kecil sekali. Makanya jumlah yang tereskpos perlu ditingkatkan. Untuk itu saya melihat ada beberapa sumber yang bisa dimanfaatkan:

  1. Lewat koran atau TV kampus selain website seperti situs PERMIAS yang kesan saya dikelola olah fihak universitas.
  2. Lewat koran lokal dengan harapan mudah-mudahan dikutip koran nasional.
  3. Lewat networking di Internet.

Susan Reynolds dengan Boobs on Ice networknya sangat aktif sekali dalam penyebaran informasi begini, sayang Susan sendiri baru dioperasi di rumah sakit. Tetapi kalau ada sudut pandang positive yang bisa disebarkan di Internet antar bloggers, twitters, informasi itu kemungkinan besar bisa masuk juga ke koran dan TV dengan harapan semakin terekspos dan semakin banyak yang akan menyumbang.

Dengan kondisi anggota PERMIAS yang lagi pada libur musim panas, saya tak tahu seberapa jauh informasi Rina ini bisa terekspos, dan saya ikut kepikiran. Tapi saya sendiri tidak kenal Rina secara pribadi. Mungkin ada teman-teman di Internet yang bisa kasih saran, bagaimana caranya agar dalam waktu sekitar 26 hari lagi ini, informasi tentang Rina bisa terekspos seluas-luasnya. Yang saya pikirkan, paling tidak informasi apa adanya mengenai Rina sangat dibutuhkan. Bukan untuk melanggar urusan privasi, tetapi untuk mengekspos, mengapa Rina perlu dibantu. Saya tidak punya cukup informasi untuk menulis tentang Rina yang bisa menggugah hati pembaca, bahwa Rina sangat khusus dibandingkan dengan kasus yang ada di dunia, karena alasan satu, dua, tiga, dan seterusnya. Saya tidak tahu point apa yang bisa kita tekankan dalam mengekspos ceritera tentang Rina ini. Para pembaca yang budiman, ada yang bisa menyumbang saran?

Satu lagi, saya sangat mengharapkan teman-teman Rina di Oklahoma bisa set-up itu Chip In widget, seperti yang dilakukan oleh Jesse Stay untuk Serenity seperti yang sempat saya tulis di blog bahasa Inggris saya. Putri teman baik mereka ini juga tidak punya asuransi kesehatan, tetapi harus menjalani pengobatan kanker darah. Dengan adanya widget itu, maka siapa pun bisa memasangnya di blog mereka masing-masing, seperti yang saya lakukan buat Serenity. Dari widget yang dibuatkan untuk Rina nanti, uangnya bakal dikirim lewat Paypal ke account yang dibuatkan khusus untuk Rina seperti halnya Terry Jensen buatkan untuk Serenity, jadi uangnya tak perlu lewat perantara. Selain itu berapa jumlah yang sudah terkumpul maupun batas waktu kampanye semua bisa terlihat dari widget itu. Hal itu berbeda misalnya, kalau setiap situs harus set-up button khusus untuk donasi sendiri-sendiri. Saya juga mengharapkan sekali mudah-mudahan ada teman Rina yang bisa menulis seperti Terry Jensen menulis untuk Serenity Burns, putri mungil temannya seperti yang saya kutip dari situs Terry dan saya tampilkan di sini:

The good news is that her prognosis is very hopeful but she will have to go through a lot to get there. She will get through it with a mountain of love and sea of patience from her parents and family and friends. But it will take one more thing: a Greengotts vault full of gold. The Burns family has no health insurance. And the hospital calls leukemia babies “Million Dollar Babies.” The Burns family will need every bit of assistance we can give them. You and I can help. A donation account has been setup. Please open your wallet as far as this bright little angel can open your heart. If you have the courage to look into her eyes and wonder what the rest of her life holds in store, opening your wallet to help with the bills will be something you cannot avoid.

Dari hasil pembicaraan dengan ibu Titien saya terus bayangkan, kalau saja bisa terkumpul sekitar 10% dari jumlah US$180,000 yang dibutuhkan, paling tidak sudah ada panjar ke rumah sakit, dan kemungkinan besar mereka bisa mencari dana dari sumber lain. Itu berarti yang Rina butuhkan minimal sekitar US$18,000 sampai tanggal operasinya yang tinggal 27 hari lagi (atau 26 hari lagi saya tulisan ini selesai).

Kalau kita pakai logika web-panhandling-nya Karyn Bosnak, katakan satu blogger menyumbang US$1, kita butuh sumbangan dari 18,000 bloggers. US$2 per orang, kita butuh sumbangan dari 9,000 orang. Kalau US$5 per orang, kita butuh dari 3,600 orang. Makanya tak peduli di manapun anda berada, kalau begitu ChipIn widget disebarkan, dan anda bisa menyumbang US$1 pun akan sangat membantu. Semakin banyak blogger yang bersedia, tentu lebih baik lagi. Ayo, blogger yang bersedia, acungkan tangan anda. :-) Minimal, komentar atau ikut menyebarkan informasi tentang Rina Fitria ini.

Itu sebabnya saya sangat mengharapkan teman-teman di Oklahoma bisa segera melengkapi Chip-In widget itu, dan syukur-syukur ada teman dekat Rina atau keluarga Rina yang bisa menulis seperti halnya Terry Jensen menulis tentang Serenity Burns dalam penutup postingnya. Sedangkan dari saya sendiri, sejauh ada waktu luang, saya akan selalu ingat Rina dan keluarganya dalam doa, bila tidak sempat menulis catatan seperti ini.

Popularity: 1% [?]

{ 1 comment… read it below or add one }

Rihi Here Wila June 16, 2008 at 11:02 am

Ama Aris, beta baru kali ini mampir di sini; ternyata Ama sedang tasibu deng nona Rina… beta harap dan berdoa apa yang ama kerjakan berhasil; soal BMT kalo di sini banyak son berhasilnya. Sukses, GBU

Leave a Comment

Previous post:

Next post: