≡ Menu

Metode Pengobatan Dengan Qigong (4)

Ini subseksi ketiga atau subseksi penutup dalam Seksi tentang Batasan Qigong. Uraiannya singkat dan mudah diikuti. Bagi yang tertarik untuk mencari sumber aslinya, bisa klik di sini.

(3) Guru menerima murid di perguruan, pembinaan diri sepenuhnya tergantung murid.

Karena koneksi saya, sudah ada beberapa ratus orang yang pergi ke perguruan Meimen untuk berlatih Qigong. Ada diantaranya yang bertanya pada suhu;”Mesti latihan berapa lama ya, baru kankernya bisa hilang?” Tentu saja suhu tak mungkin bisa menjawab anda, sesuai peribahasa: “Guru menerima murid ke perguruan, pembinaan diri sepenuhnya tergantung murid.” Latihan yang rajin. Belum tiga bulan, orang-orang ini pergi periksa ke rumah sakit, dan mereka dapatkan bahwa kankernya masih belum hilang, lalu merasa sebenarnya tak ada guna latihan Qigong, terus kembali ke rumah sakit untuk menerima pengobatan yang merusak. Teman-teman penderita kanker ini sekali ke rumah sakit, tak pernah keluar lagi.

Ada seorang penderita kanker usus besar. Setelah datang periksa di tahun 2006, dia baru saja selesai operasi dan sedang menjalani kemoterapi. Setelah mendengar penjelasan saya dia mulai berlatih secara serius. Sekarang lima tahun sudah berlalu. Sebenarnya dia sudah di stadium empat, dan kanker sudah memenuhi hati dan angka CEA melebihi 3000. Dokter memperingati dia agar segera menerima ‘target therapy’, tetapi kesakitan yang dia alami empat tahun sebelumnya saat dia menjalani kemoterapi sangat mengecilkan hatinya. Saat ini setiap hari dia berlatih, suasana hatinya juga ceria, sama sekali tidak terlihat seperti seorang penderita kanker! Siapa bilang hidup bersama kanker tidak mungkin?

Empat tahun lalu tatkala Suhu Li meminta agar saya muncul memberi kesaksian, seorang veteran berusia 80 sekian sama-sama memberi kesaksian di atas panggung. Dia penderita kanker prostat tingkat akhir, dan sel kanker sudah metastasi ke tulang seluruh badannya. Kadang-kadang sakit sampai bangun saja sulit. Dokter meramalkan dia hanya akan bisa hidup beberapa bulan. Tetapi dia nekad dan setiap hari dia berlatih selama empat jam. Satu tangan bertumpu pada sandaran kursi sambil latihan Ping Shuai Gong. Kalau jatuh, merangkak bangun lagi, ganti tangan satunya dan berlatih terus. Sekarang sudah hidup empat tahun lebih, dan masih sempat pergi pesiar ke Tembok Besar di Tiongkok.

Li Xin yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Kota Taipeh bilang begini:” Hari ini kamu tak punya waktu latihan Qigong, besok akan punya waktu untuk sakit.” Banyak orang belum selesai latihan selama tiga bulan sudah mutung. Bukan saja karena malas, tetapi salah satu alasan utamanya adalah, setelah mereka mendapatkan perawatan RS yang menakutkan itu, kesehatan alami mereka sudah rusak, lemah tak punya tenaga lagi. Waktu itu yang mereka harapkan cuma berbaring di tempat tidur untuk istrirahat, dan begitu terbaring, langsung jadi anggota masyarakat ‘tiga tunggu’, alias tunggu makan, tunggu tidur dan tunggu mati.

Buku Pertama Dr. Shu, Alhamdulillah, Saya Kena Kanker!

Buku Pertama Dr. Shu, “Alhamdulillah, Saya Kena Kanker!”

Dimana tempat saya berlatih Qigong? Sewaktu opname di RS saya berlatih, saat bertugas sebagai dokter saya juga berlatih. Untuk bisa menyatu dengan kehidupan, kemana kita pergi di situ kita berlatih. Dalam buku pertama, “Alhamdulilah, saya kena kanker” ada ceritera yang rinci mengenai saat saya menerima terapi radiasi, anus saya sakit serasa mau mati saja. Setiap hari masuk WC belasan kali, makan obat juga tak ada guna. Saya biasanya cuma menutup mata, latihan sambil duduk di atas toilet!

Saat ini kapan saja di mana saja saya bisa berlatih. Di jalanan, di Taman, sambil nunggu kendaraan tumpangan, selalu bisa. Apalagi kalau hati saya sedang gundah, saya langsung melakukan latihan pernafasan. Biasanya tak sampai 3, 5 menit, hati saya pun menjadi tentram, dan selalu bisa mempertahankan keseimbangan pikiran. Latihan Qigong bukan untuk menyembuhkan diri dari penyakit, tetapi lebih berpusat pada pengaturan pikiran.

{ 1 comment… add one }
  • drt May 6, 2014, 2:17 am

    Dalam pengantar posting di atas saya memberikan link buat mereka yang mau baca tulisan aslinya. Barusan, sambil mengecek tulisan-tulisan ini karena saya baru saja berikan link terjemahan tulisan Dr. Shu ke seorang teman, saya lalu mengecek link itu dan ini yang saya temukan di sana:

    氣功的境界

    原文已刪除

    無能政府 養出一批無能的 衛生局大官 比秦始皇還秦始皇

    Terjemahannya kira-kira berbunyi begini:
    Batasan Qigong,
    Tulisan aslinya sudah dicopot.

    Pemerintah yang bego menghasilkan sekelompok pejabat tinggi Departemen Kesehatan yang bego yang lebih Qin Shi Huang daripada Qin Shi Huang.

    Cataran: Kaisar pertama Qin, 260BC – 210BC, terkenal karena kebengisannya.

Leave a Comment