Catatan Ziarah (13)

July 21, 2011

Kalau rokok bisa bikin impoten, kenapa ya anak-anak muda tidak peduli dan istri mereka tak pernah mengeluh? Ketika kami tiba, doa syukuran sudah selesai dan para tamu sedang makan. Kami kebagian tempat duduk di ruang makan, dan sempat tukar ceritera dengan keluarga Afa, baik papa, mama maupun tantenya. Selesai makan, sebentar-sebentar ada yang minta foto [...]

Read the full article →

Catatan Ziarah (12)

July 19, 2011

Kalau di kemudian hari saya sudah tidak ada, mungkin ada yang akan bantu anak-anak saya. Begitulah kata-kata yang sering saya dengar waktu masih kecil, kalau ada yang tanya papa saya, kenapa dia suka sekali membantu orang lain? Saya pikir, kesukaan membantu orang lain itu saya warisi dari kebiasaan papa saya itu. Saya tak ingat persis [...]

Read the full article →

Catatan Ziarah (11)

July 16, 2011

Kalau beta kapingin katumu, gampangnya katumu di mana usi? Itu yang saya tanyakan dengan logat Kupang yang kental, ketika Heri menjawab telpon saya waktu saya menelpon dia dalam perjalanan pulang dari kantor Garuda. Ternyata Heri baru saja turun dari pesawat sehabis mengikuti pesta perkawinan Dodi, putra seorang teman kami Linda. Saya sendiri juga mendapat undangan, [...]

Read the full article →

Catatan Ziarah (10)

July 12, 2011

Kalau masih di Soe, pasti bukan masalah sama sekali untuk urusan sekolahmu ini. Begitu jawaban mama saya suatu hari ketika saya sudah di kelas 3 SMA waktu itu dan bilang pada mama kalau saya ingin study lanjut ke Jawa. Mama saat itu lagi menjahit sesuatu di mesin jahit kami. Tanpa mengangkat kepala mama menambahkan: Kalau [...]

Read the full article →

Catatan Ziarah (9)

July 12, 2011

Kalau data saya ada di website Garuda, bisakah saya meminta Garuda mengembalikan uang tiket Denpasar Kupang saya? Kalau itu bapak harus tanyakan ke Garuda Denpasar, kata petugas Garuda yang manis, tapi kebingungan melihat paspor dan mendengar logat Kupang saya. Tiket saya ke Surabaya sudah beres. Begitu juga tiket selanjutnya dari Solo sampai Singapore. Tapi sudah [...]

Read the full article →

Catatan Ziarah (8)

July 10, 2011

Kalau bukan karena urusan tiket, mungkinkah semua ceritera ini bisa terungkap? Sore itu ketika kami sampai ke rumah Jie Moe dari pekuburan Naomsian, Jie Moe lagi tiduran dan kami masuk meniliknya ke dalam kamar. Jie paksa minta keluar untuk bisa bicara dengan Nak Mun dan Bi Mie muko tasi bian, kata Jie yang samar-samar bisa [...]

Read the full article →

Catatan Ziarah (7)

July 9, 2011

Kalau engkongmu pemuka Gereja Katholik, bagaimana koq istrinya bisa 4 orang? Begitu tanya Winnie beberapa tahun lalu, setelah dia berziarah bersama saudara-saudara saya ke makam engkong, Joseph Tjang Fuk Tae di pekuburan Tionghoa, Niki-niki. Winnie mengambil kesempatan beberapa hari sewaktu mengunjungi mamahnya di Pekalongan untuk menilik kuburan mertuanya di Naomsain. Sewaktu di Kupang dia diajak [...]

Read the full article →