Parade Lagu Kenangan – Draft Dari Bulan Oktober

by drt on March 27, 2009

Saya tertarik judul Parade Lagu Kenangan dalam daftar draft di blog ini, sehabis membersihkan spam yang ditangkap Akismet. Setelah menelusuri isinya, saya langsung merubah bagian kedua judulnya, menghapus paragraf pengantar serta berapa kalimat di sana sini, dan saya rasa cukup menarik untuk dinikmati bersama teman-teman yang menyukai lagu-lagu Jepang dan Mandarin.

***

Seperti yang terbaca di judul, draft ini saya tulis di bulan Oktober (tahun 2008.) Suatu sore saya sempat meniti lagu-lagu yang mengingatkan masa-masa penuh kenangan selama studi di negara matahari terbit sekitar 3 dekade yang lalu terus tergerak untuk menulis. 

Kadang saya memang suka berpikir. Sekilas saja, mungkin lyrik yang sudah diterjemahkan ke bahasa lain terasa agak kaku. Tetapi kalau saja lyrik yang dinyanyikan itu bisa diresapi dalam bahasa aslinya (tanpa berusaha menterjemahkan), lantunan rangkaian kata-kata itu akan terasa sangat menggugah – paling tidak bagi saya sendiri atau bagi kami berdua seperti yang sering kami diskusikan, misalnya selagi menikmati bersama saat bermobil ke luar kota, ataupun berduaan di rumah. Kalimat-kalimat lagu-lagu itu masih sering jadi bahan pembicaraan yang tiada habisnya. Makanya, ketiga pilihan di bulan Oktober dalam draft yang belum sempat dipublikasikan ini lalu saya putuskan untuk taruh dalam parade lagu kenangan di sini.

Lagu pertama adalah Honne Made Ai Shite – Cinta sampai ke Sunsum (tulang) yang dinyanyikan oleh penyanyi kondang Jepang, Jo Takuya seperti yang bisa anda nikmati di bawah ini:

Slama jiwa di kandung badan,
sampai ke mana pun
tetap akan kucari terus
tempat tambatan cinta
buat yang baru sembuh
dari hati yang terluka
seperti aku ini
tembus ke sunsum,
tembus ke sunsum,
cinta tembus ke sunsum,
itulah cinta yang aku butuhkan

Apapun tak kuperlukan
dan tak kubutuhkan
selama ada anda
aku sudah bahagia
hanya ada satu saja
pintaku
tembus ke sunsum
tembus ke sunsum
cintailah daku tembus ke sunsum
itu yang kubutuhkan

Lagu kedua ini berjudul: Hoshi Kage No Waltz atau Waltz di bawah Bayangan Gemintang.

Masao Zen adalah penyanyi kesayangan saya. Lagu Waltz di bawah bayangan bintang gemintang ini seperti lagu lainnya yang pernah saya postkan di sini, adalah salah satu lagu kesukaan saya. Berikut ini terjemahan tembak langsung:

Urusan perpisahan memang tidak enak
Tapi mau apa lagi semua demi kebaikanmu
makanya waktu berpisah
mari menyanyi waltz di bawah bayangan gemintang

aku bukan yang tak punya perasaan
aku bukan yang tak punya perasaan
sampai kini pun masih tetap sayang
sampai serasa mau mati saja

kata sayonara biar gimanapun
susah sekali untuk diucapkan
rasanya mau bikin menangis saja
makanya waktu berpisah
marilah kita nyanyikan waltz di bawah bayangan gemintang

dari jauh kupanjatkan doa biar bahagia
dari jauh kupanjatkan doa biar bahagia
malam ini pun bintang pada berjatuhan….

Seperti biasanya, lagu Jepang ini ada versi Mandarin dan untuk lagu ini dinyanyikan oleh penyanyi kesenangan saya, almarhum Teresa Teng. Ini juga lagu kesayangan Winnie dan kalau menyetir, sering kami dendangkan bersama.

Teresa Teng memberi judul Perpisahan di Malam Berbintang. Liriknya Mandarin seperti di bawah ini:

*鄧麗君 – 星夜的別離*

恨这般星夜良辰.
映照两个伤心人.
想起往事黯然消魂.
悄悄抹泪痕.
为了什么情到深处.
却是离别时分.
多少缠绵多少恩情.
依稀在我心.
最难消受就是离情.
叫我泪满襟.
我们留下深深一吻.
化成绵绵恨

Benci akan malam berbintang
yang menyinari dua hati yang terluka
kenangan masa lalu menyentuh sukma
diam-diam menghapus air mata
mengapa saat cinta makin dalam
justru waktu untuk berpisah
jutaan kenangan dan perasaan
tertanam dalam lubuk hatiku
yang paling sedih adalah putus cinta
membuat air mata membasahi lengan baju
ciuman perpisahan yang begitu mesra
hanya tinggalkan dendam berkepanjangan.

Barusan saya cek lagi ke youtube, ternyata ada dua versi, gubahan yang dinyanyikan Teresa Teng seperti di atas, maupun gubahan versi lain yang dinyanyikan Timi Zhuo seperti di bawah ini:

Seperti biasa, saya terbuka untuk kritikan atas terjemahan bebas di sini. Bagi saya mendengar lagu-lagu ini suatu hiburan, terutama setelah pusing mengerjakan surat pajak yang masih tetap belum selesai.

Popularity: 3% [?]

{ 6 comments… read them below or add one }

Tutut indah September 2, 2009 at 9:55 am

Dear tuan atau nyonya,saya suka sekali lgu honne made aishite,saya ingn mendown load di hp saya tp kesulitan mdptkn download lgu ybs. Bisakah anda membntu saya?bs hubungi di email saya trimakash sy tggu jwbnx

drt September 5, 2009 at 5:25 pm

Maaf, sdri Tutut. Baru hari ini sempat melihat permintaan anda. Kalau videonya bisa langsung download dari link yang ada di atas. Setelah klik link download, scroll ke bawah, dan akan terlihat kotak oranye kecoklatan berjudul Download FLV. Ukuran filenya 8.63MB. Soal download ke HP, maaf, saya buta urusan itu. Terima kasih atas kunjungan anda ke situs ini.

kawaii misae September 19, 2010 at 11:47 pm

saya suka sekali lagu2nya sugoiii..honemade aishite juga hoshi kage no waltz (baik versi jepang maupun versi mandarinnya) saya sukkaaaaaaaa banget tapi cr2 download mp3 free nya kok susah ya ga ada..apa karena terlalu kuno?bisa dberi thau dimana sy bisa download?

kawaii misae September 19, 2010 at 11:50 pm

untuk yang versi mandarinnya judulnya apa pak?bisa kasih infonya trims….

drt September 20, 2010 at 12:41 am

Judul Mandarinnya 星夜的別離 Xingye de beili.

kawaii misae September 20, 2010 at 7:20 pm

trims infonya ya pak xing ye de beili = starry night departure

Leave a Comment

Previous post:

Next post: