Pen Pasu dan Kolkita

by drt on August 1, 2010

Pen Pasu tak ada hubungan dengan Penpal atau pen pen lainnya.

Saya mengenal pen pasu dari Mem Nonik, nenek dari sisi ibu. Pen pasu, ukaes no, sis fafi adalah istilah-istilah yang masih membekas dalam benak saya setelah setengah abad lebih.

Itu kata-kata untuk jagung rebus, daun papaya dan daging babi. Makanan khas bagi keluarga Timor, di lingkungan keluarga kami.

Makanya begitu menemukan lagu-lagu ini di youtube, saya sangat berterimakasih pada bung Fritz yang kini bermungkim di Kobe, Jepang yang sudah menaruh lagu-lagu ini di youtube sehingga malam ini saya sempat menemukannya.

Saya harap, moga-moga ada saudara-saudari dari Soe, Timor yang bersedia terjemahkan lirik lagu ini.

Kolkita yang jelas adalah nama burung, karena saya tahu persis, kata kolo dalam bahasa Timor berarti burung. Sejak kecil saya ingat satu lagu Timor tentang Kolkita ini. Yang jelas saya mengerti, Kolkita Lulum Tasa artinya Burung yang paruhnya merah.

Kalau ingatan saya benar, lirik lagu itu adalah:

Oi, kolkita, kolkita lulumtasa,
Oi, sasa, sasa um tasa oke
Oi, kolhunu, kolhunu nahun hen etu,
…….

sayangnya itu saja yang saya ingaat. Kalau tak salah, kolkita yang paruhnya merah, sekarang semua menjadi merah. Sedangkan kolhunu itu adalah nama burung lain lagi, sedangkan nahun hen etu, maksudnya kalau tak salah artinya cepat-cepat pergi duluan untuk memberitahukan. Semoga ada yang bersedia terjemahkan.

Terima kasih, dan saya tunggu terjemahannya.

Popularity: 1% [?]

{ 2 comments… read them below or add one }

nggadas August 3, 2010 at 2:08 am

makasih om atas tulisannya . bikin kotong ingat kampung di timor sana …

drt August 4, 2010 at 4:59 pm

Makasih, Sony (?) Soal pulang, masih tunggu tiket atau dapat lotere dulu. :-)

Leave a Comment

Previous post:

Next post: