Ide ini timbul untuk menjawab pertanyaan, dapatkan saya menulis saat istirahat makan siang?
Persoalannya kita semua tahu, untuk menulis yang bukan asal nulis, membutuhkan waktu. Sebagian besar kita yang punya kerjaan tetap, waktu menulis itu berarti kita harus korbankan waktu untuk tugas lain. Tapi pertanyaan selanjutnya, apakah setelah kita habiskan waktu berjam-jam, tulisan kita akan dibaca? Oleh siapa? Apa gunanya? Bagi siapa?
Ada peblo kawakan misalnya yang bilang bahwa dia cuma butuh 10 detik untuk mengambil keputusan apakah dia akan terus membaca isi sebuah blog atau terus pergi. Wah, buat website yang penuh dengan pernak-pernik, yang butuh 30 detik atau 1 sampai 2 menit untuk menampilkan isinya karena begitu sarat dengan gambar ukuran besar atau latar belakang yang memory intensive, tentu tak kan sempat terbaca untuk peblo model Warrior ini.
Itu salah satu ide yang ada dalam benak, sewaktu saya menulis apa yang kau cari peblo dan pablo?
Saya sendiri suka jablo dan saya sendiri juga cenderung menulis yang puanjang-panjang. Tetapi setelah membaca komentar soal waktu seseorang menentukan apakah akan baca terus atau loncat ke blog lain, lalu saya kaitkan dengan pengalaman sendiri, apalagi kalau pikir banyak pembaca saya masih menggunakan modem, saya ragu apakah sebagian besar punya waktu baca sampai selesai. Makanya saya akan terus bereksperimen dan menulis sependek mungkin tetapi masih memberikan ide yang membuat pembaca kembali lagi.
Popularity: 1% [?]



{ 0 comments… add one now }