Rest in Peace, Henny!

by drt on October 28, 2009

hennypPagi terbangung dikejutkan oleh sebuah pesan SMS.

“Apa sudah dengar, teman kita Henny Pelapelapon sudah meninggal dunia?”

Cepat-cepat saya membuka milis Pak Laru, dan benar, berita dari Pak Jacky Uly dan teman-teman lain membenarkan, bahwa adik kelas saya, Drh. Henny Pelapelapon telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya di Jakarta.

Henny sangat aktif di milis Pak Laru Bolelebo sebelum kakaknya, almarhum Poppy Pelapelapon yang teman kelas saya mulai sakit-sakitan tak bisa aktif kemudian meninggalkan kami tahun lalu. Semenjak itu, Henny mengambil alih fungsi Poppy di milis Pak Laru dan menjadi motor penggerak yang mengikat tali persahabatan kerabat asal NTT, khususnya yang dari Timor Kupang, yang sehari-hari menggunakan bahasa melayu Kupang, sehingga ikatan ini tetap bertahan tak peduli apapun yang terjadi. Padahal, Henny dan Poppy walaupun orangtuanya dari Ambon, tapi sudah menganggap Kupang kampung halamannya. Bahkan beberapa hari lalu, Henny masih sempat menulis di Pak Laru kalau dia lahir di RS yang kini sudah menjadi rumah tinggal. Ini bikin saya ingat pepatah Tionghoa kuno berikut:

Tian yu buce fengyin
Ren you danxi hefu.

(Seperti) cuaca di langit sukar diramal
sukaduka manusia (selalu ada) pagi petang.

Kita manusia boleh berencana, tapi rencana Tuhan siapa tahu?

Pertemuan muka dengan Henny, saya sudah tak ingat lagi. Sudah lebih dari 40 tahun lalu ketika kami masih sama-sama di SMA. Saya sedih, sangat sedih. Karena sudah berapa kali sempat bicara pertelpon dan Henny yang adik kelas saya selalu mengajak agar saya pulang buat reuni dan teman-teman anggota milis. Tapi karena kesibukan kerjaan, dan waktu liburan yang selalu saya habiskan di sini, rencana reuni itu masih di awang-awang. Dan yang lebih menyedihkan lagi, sudah berapa tahun saya suka tekankan, bahwa penyakit jantung itu bisa dicegah. Banyak pendapat ilmiah seperti yang ditulis oleh Dr. Campbell atau Dr. Ornish. Tapi sekali lagi, dalam kurun waktu sekitar empat tahun, saya sudah kehilangan beberapa orang teman dekat yang rasanya berpulang dalam waktu yang relatif muda. Dan itu membuat saya makin sedih pagi ini.

Buat Dretje dan keluarga besar Pelapelapon, saya hanya bisa sampaikan rasa duka saya dan keluarga dari jauh. Semoga Tuhan memberi kekuatan dan penghiburan buat keluarga yang ditinggalkan.

Buat keluarga Pak Laru Bolelebo, mari kita ingat rasa kasih yang sus Henny tuangkan di Pak Laru. Tolong wakili keluarga besar Bolelebo untuk mengantar saudari kita dalam peristirahatannya yang terakhir.

Rest in Peace, Henny!
Semoga Henny sudah berada dalam pangkuan Tuhan dalam kedamaian abadi.

Aris Tanone

Popularity: 2% [?]

{ 9 comments… read them below or add one }

Nanik October 28, 2009 at 12:16 pm

Saya benar-benar terkejut dengan berita berpulanngnya Zus Henny. Pribadi yang saya kenal melalui milis Pak Laru Bolelebo. Malah 3 hari lalu (tgl 25 Oct) kami masih bertukar email. Bulan Mei/June lalu dalam kesempatan ke Indonesia saya menginap di rumah beliau, walau belum pernah kenal sebelumnya tetapi selalu membuka rumahnnya untuk saudara2 dari NTT menginap di Jkt. Sosok yang ramah, dan menyenangkan.
Tuhan tau yang terbaik buat anak2Nya, Rest in Peace Zus Henny, selamat jalan ke surga, selamat bertemu Zus Poppy, besong dua pasti ada rame bapote Kupang ooo :-)
Will always remember your friendship and hospitality.
Semoga keluarga besar Pelapelapon diberi kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan Jesus.

Blessings,
Nanik and Ron
Seattle, Washington

Anni Ugut Dorrius October 28, 2009 at 10:04 pm

Meskipun kita belum sempat bertemu secara langsung, tapi beta sudah merasakan kehangatan dan keramahan usi Henny melalui e-mails usi di Paklaru dan juga sudah mendengar tentang kebaikan hati usi Henny.
Selamat jalan, usi dan teman kita tercinta. Beta yakin Bapa kita yang Maha Pengasih berkenan memberikan tempat yang layak bagi usi sesuai dengan amal bakti usi selama di dunia fana ini.

Untuk keluarga besar Pelapelapon,
Beta dan keluarga menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian usi Henny. Semoga semua mendapatkan penghiburan dan kekuatan iman dari Bapa di surga.

Turut berduka,
Anni Ugut Dorrius & keluarga
Vancouver, Canada

drhi October 29, 2009 at 12:41 am

Dear suz Henny tersayang, sambil menulis ini, airmata saya masih terus mengalir. Saya masih belum mau percaya kalau suz Henny sudah pergi mendahului saya. Tiga hari yang lalu kita masih email2an dan saya juga bilang saya akan kasih kejutan buat suz Henny nanti tanggal 30 oktober ini, dimana suz Hen akan merayakan ulang tahunnya tetapi Tuhan berkehendak lain. Saya pribadi sangat kehilangan, sangat sangat kehilangan. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan kedukaan saya. Beliau sudah seperti kakak untuk saya. Selalu menghibur jika saya sedang sedih, dan selalu memberi semangat ketika saya sedang sakit. Selamat beristirahat suz Hen, doa saya selalu menyertai suz Hen.

Titien

Nitha Müller-Soplanit October 29, 2009 at 4:55 am

Zus Henny dan kel besar Pelapelapon bukan orang lain bagi kita sekeluarga…sejak kecil keluarga kita sudah seperti keluarga sendiri khususnya karena ikatan Keluarga Maluku di Kupang.
Saya baru dekat lagi dengan Zus Poppy dan Zus henny lewat Bolelebo setelah sekian puluh tahun.
2 Tahun pertemuan kembali yang sangat berarti,karena kedua Zus ini lewat Bolelebo dan beberapa kali pertemuan di Jakarta menjadi begitu sangat dekat,banyak membantu,memberi support dengan tulus dan selalu siap saat kita butuh.
Menyesal sekali,saya masih belum bisa membalas semua kebaikan dari Zus Henny dan Zus Poppy karena Tuhan sudah mengambil kembali kedua nya.

Zus Henny seperti mengganti kedudukan Zus Poppy ketika Zus Poppy pergi,dengan gaya bahasa,humor,perbendaharaan kata 2 Kupang dan semangat yang sangat mirip yang memenuhi Bolelebo hampir setiap hari yang selalu membuat kita2 yang baca tersenyum.

Ah ..Zus Henny, biasanya setiap beberapa hari,kita selalu ketemu lewat Yahoo,bersama Bu hengky,Mbak Titin,Om Tom,Opa,dan kadang2 dengan Kak ismed..dimana kita selalu tertawa bahagia,membagi cerita2 lucu dan ketawa lagi…tapi sekarang….

Zus Henny,merupakan sosok yang sangat special buat saya dan sekarang sudah kembali ke Rumah Bapa di Sorga.
Selamat beristirahat Zus Henny di tempat yang tenang.
Kiranya Tuhan Yesus memberi penghiburan,kekuatan dan ketabahan bagi seluruh keluarga Pelapelapon yang ditinggalkan.

Fam Müller-Soplanit
Switzerland

Rihi Here Wila October 29, 2009 at 5:52 am

Beberapa hari ini karena error jaringan internet di rumah, saya tidak bisa lihat milis BLLB yg biasanya ramai kalau Henny online Senin sampai Jumat. Tadi pagi ketika saya di kantor, isteri menelpon saya bahwa Ama Aris dari Alabama telpon ke flexi saya yg ketinggalan di rumah untuk membuka FB atau Oktober 28 karena ada berita duka. Saya buka FB saya, liat ada tulisan Om Ismed. Saya buka 28oktober dan kaget bercampur sedih. Henny saya kenal walau tidak terlalu dekat, krn kami sama-sama satu almamater UNAIR Surabaya. Saya lebih mengenal beliau setelah saya bergabung di BLLB. Tuturnya yg sangat menenangkan, kemampuan komunikasinya yang baik dan sikap serta perbuatannya, menampakkan Kasih kepada semua teman. Henny telah mendahului kami masuk ke rumah Bapa di surga. Selamat jalan Ina.

Pieter Baun October 29, 2009 at 6:24 am

beta kaget juga membaca berita duka ini, karena beta kenal keluarga Henny dari dulu masih di Kpg, satu klaas dengan Dretje di sd Frater 5 di Merdeka. Jadi lewat kesempatan ini beta hanya bisa bilang beta sekeluarga di Dwn juga turut berdukacita atas berpulangnya sdri kekasih kita Henny.P., semoga Tuhan selalu terus menguatkan dan menabahkan keluarga yang di tinggalkan, dan lebih daripada itu kita harus ingat bahwa kalau kita meninggal di dalam Tuhan, kita tidak harus bersedih yang berlarut- larut sebab seperti sdri kita ini, beliau sudah bersama dgn Tuhan, dimana tidak ada lagi sakit penyakit, tak ada lagi susah sengsara, seperti kalau kita masih di dunia. Selamat jalan Henny… selamat jalan, biarlah Tuhan memberi mu tempat yang DIA janjikan kepada anak2 Nya yang percaya.

Tom Lamuri October 29, 2009 at 5:32 pm

Kepergian teman kekasih hati kita Henny Pelapelapon, sangat shocking diantara kita semua teman2 milis PL Bolelebo, tentu tak terbayang bagaimana kita kehilangan teman yang selalu bercanda berbagi kasih dalam susah dan pe’e gigi waktu kita absen di Pak Laru BLLB, pondok membagi rindu teman2 yg tersebar diantero bumi ini…..Maha Pencipta telah menuntun Henny ke tempat peristirahannya yang abadi.
Selamat jalan ee Henny… Rest in peace.

Martha Naomi October 30, 2009 at 1:37 am

Kita semua keluarga besar PL Bllb dikagetkan oleh berita meninggalnya saudari terkasih kita Henny Pelapelapon……sore itu tgl 28 Oct. sekitar jam 15.30 saya sedang di jalan pulang kerumah, ditlp anak saya Nonik bahwa dia di tlp oleh seorang Bapak (ketua RT) bahwa tnt Henny, Pondok Gede meninggal…..tentu saja saya membantah bahwa tnt Henny sedang dikantor….lalu saya call ke hp Henny……tdk ada jawaban sampai putus hubungan tlpnya….disini saya mulai gemetar….dan setelah Nonik confirm pada Andre, dia tdk bisa bicara, shock berat dan dijawab lagi oleh bapak tadi memupus keraguan Nonik….saat itu jalanan sedang macet…saya berteriak sejadi-jadinya….Tuhan kenapa Tuhan……sambil berurai air mata….begitulah…..Henny kembali ke pangkuan Bapa dalam tidurnya….malam itu juga kami bertiga (saya, Elly dan Sally) tiba di rumah duka bersamaan dengan usi Jo dari Batam……melihat Henny….tenang sekali seperti sedang tidur…..Selamat Jalan my dear Henny …beta benar-benar sangat kehilangan…….Bapa di surga lebih mencintai Henny………….semoga Tuhan Yesus memberi kekuatan dan penghiburan bagi keluarga dan juga kita semua…..Rest In Peace…

omi

Yongki October 30, 2009 at 2:31 am

Tidak pernah terpikir panjangnya jalan kehidupan seseorang dalam dunia ini. Ketika membuka yahoo messager disore itu ada berita pendek dan mengejutkan dari tante Omi (Bandung): “tante Henny Pelapelapon minggal dunia”.
Tentunya tidak pernah terbayang oleh setiap kita anggota bolelebo, apalagi yang rajin pantau milis ini dimana hampir setiap hari kita melihat adanya tulisan tante Henny terkasih, apalagi saya yang baru bertatap muka dengan beliau beberapa hari yang lalu dalam pernikahan adik Nonik. Sungguh manusia adalah makluk yang rapuh … Di dalam 1 Pet 1:24 Rasul Petrus menulis, “Semua yang hidup adalah seperti rumput, dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering dan bunga gugur.”
Ya memang demikian … Tetapi sebagai umat tebusan KRISTUS, kita yang mati didalam KRISTUS memiliki pengharapan. Pengharapan akan kehidupan yang akan datang didalam kekekalan bersama dengan ALLAH, TUHAN pencipta dunia dan alam semesta. Tante Henny didalam hidupnya telah mengimplementasikan Cinta Kasih yang TUHAN YESUS ajarkan serta menghasilkan banyak kesaksian dari kerabat, teman, saudara serta kami yang di bolelebo. Hari itu beliau telah berada ditempat yang penuh sukacita … Biarlah hari-hari yang kita lalui bersama beliau, tulisan beliau yang mengoresi milis bolelebo kita, foto2 beliau yang membagikan kebahagian, dukacita yang menjadi bagian bersama serta canda dan tawa yang pernah kita alami bersama beliau menjadi kenangan manis melekat diingatan kita bersama beliau selama didunia ini, tetapi tidak membawakan dukacita yang berlarut, sebab tante Henny sudah berada ditempat yang penuh sukacita itu. SOLI DEO GLORIA.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: