Pagi ini saya terbangun untuk menemukan berita duka, kalau ibu Syuul Pello-Amalo telah berpulang ke rumah Bapa di surga, jam 6 sore WITA ketika masyarakat sekitar masih berada dalam kehangatan memperingati hari Proklamasi RI yang ke-64.
Ibu Syuul yang lebih dikenal dengan panggilan Sus Nona di milis Pak Laru Bolelebo sempat aktif beberapa tahun lalu. Kemudian cancer datang menyerang dan ibu Syuul harus berangkat dari kota Waingapu di Pulau Sumba untuk pergi berobat di Bandung. Berhubung karena putra keduanya, Soleiman atau yang lebih dikenal dengan nama Yongki tinggal dan bekerja di bidang industri perangkat lunak di Singapore, maka ibu Syuul sempat juga berobat ke National Cancer Center di sana. Bahkan karena Yongki sempat baca mengenai kegiatan Dr. Shu di Taiwan, Yongki sempat juga kontak via email dan telepon dengan Dr. Shu, tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan dari Singapore yang dikirimkan kepada Dr. Shu, nampaknya cancer sudah menjalar ke mana-mana, sehingga akhirnya ibu Syuul hanya dibawa pulang ke Waingapu agar berada di tengah keluarga dan terus melakukan pengobatan jalan untuk mengurangi penderitaan.
Ibu Syuul menutup usia 10 bulan setelah ulang tahun ke-54. Foto berikut ini adalah foto bersama putranya Yongki dan menantunya Merlyn Gurning sewaktu di Kuala Lumpur, Malaysia. Ibu Syuul meninggalkan Bapak Yunus Pello yang saat ini menjabat sebagai Asisten I Kabupaten Sumba Barat Daya, dan empat orang putra, Hendra, Yongki, Jeffry dan Dedi serta 4 orang cucu. Sebelum meninggal, ibu Syuul bekerja di Dinas Infokom, Kabupaten Sumba Timur.
Selamat jalan Sus Nona. Seluruh keluarga besar pak Laru berduka atas kepergianmu. Tetapi seperti yang dikutip Merlyn di Facebook pagi tadi:
To everything there is a season, A time for every purpose under heaven: A time to be born, And a time to die.
Semoga Sus Nona sudah beristirahat di kedamaian abadi, dan semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dan penghiburan.
Popularity: 1% [?]



{ 13 comments… read them below or add one }
“Selamat Jalan Our Beloved Mom”. Banyak kenangan baik pahit dan manis telah kita rasakan dan lewati bersama-sama. Pada saat-saat terakhir mama saya tidak ada bersama, saya ingin sekali terbang ke sana untuk melihat mama terakhir kali tapi saya tidak bisa karena Natov’s leg is cared in plaster cast. Tetapi Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, Tuhan telah memanggil mama kembali kepangkuanNya, Tuhan lebih mengasihi mama dan beristirahatlah dengan damai di dalam kekekalan yang abadi.
Karena bagiku, hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21).
Inilah keyakinan kita sebagai orang percaya….selamat jalan usi Nona.Doa kami, semoga Tuhan Yesus Kristus memberikan kekuatan serta penghiburan untuk seluruh keluarga besar Pello-Amalo yang ditinggalkan.
Nyongki n fam,turut berdukacita sedalam-dalamnya.di saat kita sebagai sahabat lama menemukan jejakmu yang sudah 14 tahun terpisah oleh waktu dan tempat,kabar duka yang kami terima mengenai mama nyongki.kita ambil positive nya saja nyongki,mama mu sdh tidak lagi menderita krn sakitnya.beliau sdh terbebas sekarang,sdh tdk merasa sakit lg.sekarang tugasmu n all the big fam,jagain papamu yg masih ada.keep in touch ya.
Kita sekeluarga turut merasakan duka cita atas berpulangnya Zus Nona tersayang.
Tuhan Yesus sudah mengambil Zus Nona ke tempat yang damai dimana tidak ada lagi rasa sakit,selamat Jalan Zus Nona.
Doa kami tentunya agar Tuhan Yesus memberi penghiburan dan kekuatan untuk Bung dan anak2 serta cucu dan seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.
Ketika membaca berita duka ini di BLLB, saya segera kontak keluarga di Kupang, Adi Amalo seorang jaksa yang juga merupakan suami dari kakak isteri saya dan kami mendapat kepastian tentang berita duka ini. Saya tidak mengenal secara dekat Adik Nona, tapi Pau (isteri saya) mengenalnya walau juga tidak terlalu dekat. Dari Sus Be’a (kakak isteri saya, dan isteri dari Bung Adi Amalo) kami di Kediri menjadi lebih tau dan merasa sangat kehilangan atas meninggalnya adik Nona. Tapi jalan Tuhan Yesus adalah jalan terbaik. Selamat jalan adik, menuju ke haribaan Tuhan Maha Kasih. Semoga suami dan anak-anak serta cucu dan keluarga besar Pello dan Amalo diberi kekuatan dan penghiburan oleh Bapa di Surga.
Rest in Peace, usi Nona.
Doa kami, semoga keluarga besar Pello-Amalo
diberikan penghiburan/kekuatan dari Tuhan Maha Kuasa.
Dari atlanta, kami juga turut berduka cita atas meninggalnya usi Nona, walau saya tak mengenalnya secara langsung akan tetapi kita adalah satu keluarga besar di bolelebo..
kiranya Tuhan Yesus memberika kekuatan serta penghiburan buat bung Yongky dan seluruh keluarga besar Pello/Amalo
Selamat jalan my dear Nona……saya sangat merasa kehilangan…..saya ingin sekali ke Waingapu tapi Nona tahu itu tidak bisa karena sedang mengurus pertunangan, pernikahan Nonik. Rencana Nona akan menghadiri hari bahagia Nonik…tapi…rencana kita bukan rencana Tuhan Yang Maha Empunya……..dalam kesedihan yang mendalam saya juga bersyukur karena Tuhan telah membebaskan Nona dari penyakit yang membuatnya menderita……Nona,….kami seisi rumah beta, Om Nyoman, Nonik, bahkan Ade yg jauh….dan terlebih Sista…dan ju Bu Anna…mengiringimu dengan doa….semoga Nona telah berada di tempat yang Damai bersamaNYA……dan Adi Papa, Hendra, Yongki, Jefri dan Deddy serta keluarga besar Pello – Amalo diberi kekuatan dan penghiburan dari Tuhan Yesus Kristus…..
Yongky dan keluarga, saya ikut berduka atas berpulangnya ibunda tercinta. Semoga ibunda diberi tempat yang terbaik disisiNya dan yang ditinggalkan juga diberi kekuatan dan penghiburan.
titien
Stillwater, Oklahoma
Dear Yongky & Fam,
beta dan keluarga besar Giri, ikut berbela sungkawa. kira nya kekuatan dan penghiburan dr Tuhan Yesus menyertai seluruh keluarga besar Amalo-Pello.
Tetap kuat, tetap tabah dan bertindak.
Tuhan Yesus memberkati.
Salam,
-elsa-
Turut berduka cita atas meninggalnya ibu mertua dari kak merlin dan mama dari bang yongky. Semoga keluarga yg ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Beta dan keluarga turut berduka atas berpulangnya Ibu Syuul. Semoga Tuhan Yesus Kristus selalu memberi kekuatan dan penghiburan untuk keluarga yg ditinggal.
Dear All Brothers and Sisters in Christ,
On behalf of my family I want to thank you for your kindness and sympathy during our time of loss. It gives us much comfort to know that you are thinking and praying for us as we grieve our mom’s death.
Although her passing is a sad milestone for our family, but we are grateful for having her with us for so many years. We believed that now she is living with full of Joy with Our God: The Creator and The Savior after 2 years suffered from her cervical cancer.
“Naked I came from my mother’s womb, and naked I will depart. The LORD gave and the LORD has taken away; may the name of the LORD be praised.”
We appreciate your thoughts and prayers. Thank you very much.
Warm regards,
Soleiman Pello