Selamat Jalan Rina!

by drt on November 5, 2008

Barusan mendapat kabar dari Oklahoma, bahwa setelah berjuang sekian lama, akhirnya adik Rina Fitria telah berpulang dengan tenang jam 11:25PM tadi,  ditunggui ayah, ibu serta teman-teman dekat Rina dan keluarga dari kota Stillwater, Oklahoma dan sekitarnya.

Sudah beberapa waktu Rina dirawat di National Cancer Center di Tulsa, Oklahoma setelah perawatan di Stillwater tidak mengalami kemajuan. Seperti yang ditulis dalam profilenya Rina di blognya, dan sudah berkali-kali dipostkan di sini, Rina menderita Non-hodgkins Lymphoma sejak bukan Maret 2007.

Sampai saat saya menulis ini, masih belum ada kepastian di mana Rina akan dikebumikan dan kalau saya mendapat kabar tambahan, saya akan postkan di sini.

Untuk ibu Enny dan pak Ibnu, saya dan Winnie ikut berduka-cita sedalam-dalamnya. Rina selalu kami sertakan dalam doa selama ini. Semoga arwah Rina sudah diterima di sisi Tuhan, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan penghiburan.

You’re a fighter Rina! You inspired others.

Rest in Peace, Rina!

Popularity: 1% [?]

{ 11 comments… read them below or add one }

Tom Lamuri November 5, 2008 at 2:36 am

Kami semua mengikuti perkembangan Rina waktu sakit sampai
pada masanya Rina meninggalkan kita.
Saya dan Family turut berduka atas kepergian Rina.
Semoga keluarga Rina , Mbak Titien dan teman2 dekat nya
selalu Tabah dan di berikan kekuatan oleh yang Maha kuasa ..Amin

Rest in Peace.. Rina!

Rihi Here Wila November 5, 2008 at 2:45 am

Ketika saya mulai mengikuti tulisan Bung Aris tentang Rina di 28oktober.net maupun atanone.net, saya sudah sangat kuatir tapi saya terus berharap dalam do’a terjadinya keajaiban. Sebagai seorang pencinta kemanusiaan saya harus menyatakan ikut belasungkawa kepada keluarga besar Rina di Amerika maupun di Indonesia, walau saya tidak mengenal mereka secara pribadi. Tetapi melalui blog Bung Aris, melalui mailing list Bolelebo, saya lebih banyak belajar tentang kemanusiaan itu, tentang apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa Indonesia melalui Permias di Amerika, tentang upaya-upaya melalui blog Bung Aris dan rekan-rekan lain, melalui Dr. Heraini Ismandar. Dan saya kembali sadar, bahwa itulah usaha manusia. Keluarga besar Rina maupun keluarga besar PERMIAS telah melakukan semua usaha dan itu membanggakan; sehingga dalam duka ada juga kebahagiaan. Inikah yang dimaksud oleh Gibran dalam Joy and Sorrow? Tuhan Maha Kasih, Tuhan juga yang akan memberikan kekuatan dan penghiburan kepada keluarga di Amerika. Dari Kediri, sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Timur yang berjarak lebih kurang 140 km dari Surabaya, saya hanya bisa mengucapkan: Beristirahatlah dengan Damai anak, adik, saudari, bahkan mungkin cucu yang kami kasihi….

aRin Hutauruk November 5, 2008 at 3:03 am

Melalui blog ini dan tulisan2 mb’Titien di Bllb, saya mengenal dan mengikuti perkembangan Rina.
Saya dan keluarga mengucapkan turut berduka cita yang sedalam2nya, kiranya keluarga yg ditinggalkan mendapatkan kekuatan n penghiburan dari Yang Maha Kuasa.

Henny Pelapelapon November 5, 2008 at 3:08 am

Saya tidak mengenal Rina secara pribadi,tetapi saya tetap mengikuti perkembangan pengobatan terhadap cancer yang dideritanya melalui Mbak Titien (japri atau kontak telepon) atau PL Bolelebo.
Tidak jarang setelah mendengar/membaca perkembangan yang terjadi atas sakitnya Rina, saya hanya dapat menarik napas dalam-dalam dengan menahan air mata yang menggantung di pelupuk mata, saya berguman : ‘Ya Tuhan..”. Terus terang, sebagai manusia, tanpa mendahului kehenadak Tuhan, sedikit banyak saya sudah belajar dari cancer yang menyerang kakak saya tercinta Poppy (alm), perkembangan kondisi Rina yang disampaikan oleh mbak Titien beberapa waktu sebelum ini, sungguh membuat saya pesimis.Dan akhirnya, hari ini, sekembalinya dari meeting di luar kantor, saya mendapat berita dari Om Aris “Rina’s rest in peace”.
Selamat jalan Rina…..engkau telah terlepas dari sakit yang luar biasa, karena saya tau…pasti cancer itu sakit sekali…..Walaupun perjuangnmu untuk tetap hidup sangat luar biasa, tapi Tuhan lebih mengasihimu…oleh sebab itu, hari ini DIA telah memanggilmu untuk kembali kepanguanNYA di sana…ya..di sana…..di dalam kedamaianNYA.
Buat mama, papa, sdr,teman,rekan yang ditinggalkan, terimalah salam duka dari lubuk hati kami yang paling dalam.

Henny Pelapelapon, Jakarta

Ismed Iskandar November 5, 2008 at 8:14 am

SELAMAT JALAN SAUDARAKU RINA,Engkau tlh pergi dan terlepas dari penderitaan yg tak kunjung berakhir,namun kita yakin/percaya engkau tlh mendapatkan tempat yg layak dari NYA,karena Tuhan menghedaki yg terbaik bagi kita semua…amien

Nitha Müller-Soplanit November 5, 2008 at 4:28 pm

Selamat Jalan Rina,
Tuhan begitu mengasihimu Rina dengan melepaskan Rina dari segala penderitaan.
Kita semua tau,betapa tegarnya kamu dan betapa semangatnya kamu untuk terlepas dari rasa sakit ini.
Kita semua percaya,Rina sudah mendapat tempat disisiNYA.

drhi November 6, 2008 at 2:31 pm

Kemarin (5 November 2008), jenazah Rina sudah dimakamkan di pemakaman muslim di kota Tulsa Oklahoma, sekitar jam 2.00pm, setelah sebelumnya di sholatkan di mesjid Al Sallam Tulsa. Proses pemakamannya berjalan dengan lancar. Kami semua merasa sangat kehilangan dengan kepergian Rina, tetapi kami percaya saat ini Rina berada di tempat yang lebih baik disisiNYA.

Rina yang saya kenal adalah Rina yang periang, suka menolong orang dan banyak melakukan kegiatan voluntir (salah satunya mengadopt anak2 untuk menjadi adiknya dalam program big brother and big sister). Rina juga banyak mendapat penghargaan akademik semasa sekolahnya dari SD hingga di OSU. Rina bisa menyelesaikan SMAnya ketika dia masih Junior. Selain itu Rina adalah pemain Viola yang handal. Terbukti dengan terpilihnya dia untuk mengikuti Honor Orchestra di Oklahoma. Rina juga diberi kelebihan untuk bisa menulis yang terlihat dari tulisan2nya diblognya. Walaupun usianya masih sangat muda, kalau menulis tentang dia tidak akan ada habisnya.

Rina, selamat jalan sayang, doa kami selalu menyertaimu.

mikerk November 8, 2008 at 8:15 am

Saya orang baru di blog ini. Rina? saya tidak mengenalnya. Tetapi siapa yang bisa menghalangi kematian? Adakah ada kematian yang tidak menimbulkan rasa kehilangan? Adakah kehilangan yang dihadapi dengan sukaria? Jika tidak maka, setiap kematian adalah kesedihan. Dan saya bersimpati kepada yang berduka dan kehilangan. Entah itu Rina atau siapa saja……

firman November 8, 2008 at 11:03 am

turut duka cita. kenalin semuanya aku pendatang baru di dunia blog. mohon bantuannya ya, kunjungi aku di http://firmanriffer.blogspot.com

Ramadoni November 12, 2008 at 5:52 am

turut berduka cita, semoga arwahnya mendapat tempat yang layak di sisiNya…
salam kenal dari calon perawat Indonesia
http://doni.perawatonline.com

Jauhari December 19, 2008 at 2:28 am

Maaf belum bisa bantu banyak…

Leave a Comment

Previous post:

Next post: