≡ Menu

Sepuluh Langkah Untuk Mencegah Serangan Jantung

Dr. Rihi Here Wila adalah seorang dokter anak-anak atau pediatrician yang kini bekerja di RS  Swasta di Kediri, Jawa Timur.  Dr. Rihi berasal dari Kupang dan alumni SMA Negeri 1. Setelah selesai SMA Dr. Rihi melanjutkan ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dan bertugas di Balauring Lembata, NTT lalu di Dinas Kesehatan Kab. Flores Timur, selanjutnya di Dinas Kesehatan Kab. Timor Tengah Utara, kemudian sebagai Residen Pediatri di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dokter spesialis anak di RSU Prof. DR. W.Z. Johannes Kupang sebelum akhirnya menetap di Kediri. Terima kasih buat Dr. Rihi yang mau meluangkan waktu berbagi informasi ini dengan kita semua.

Buat teman-teman Muslim, saya ucapkan Selamat Berlebaran, mohon maaf lahir bathin (drt).

 

Walau saya seorang Pediatrician, tapi karena bung Aris menyarankan, apalagi saat kita tengah berduka karena wafatnya saudara kita akibat serangan jantung atau heart attack (lebih dikenal dengan Acute Myocardial Infarction atau Infark Miokard Akut), maka saya mulai dengan 10 langkah urusan bagaimana mencegah serangan jantung (how to prevent the heart attack):

  1. Mengkonsumsi makanan sehat, dalam hal ini yang rendah kolesterol
  2. Cek kadar kolesterol anda secara rutin (setiap 3 – 6 bulan sekali)
  3. Berolahraga secara teratur (lebih dianjurkan berupa jalan agak cepat/jogging)
  4. Kalau anda bekerja dengan lebih banyak duduk, usahakan agar berdiri sesering mungkin atau berjalan keliling ruangan (atau ambil napas dulu)
  5. Jangan merokok
  6. Jangan minum minuman keras (beralkohol) berlebihan
  7. Jaga berat badan anda agar tidak naik (kalau bisa turun, asal jangan sampai terlalu krempeng)
  8. Hadapi dan atasi stres (untuk di “reduce”)
  9. Jaga dan pertahankan agar tekanan darah anda tetap normal sesuai dengan usia anda (sekarang cenderung untuk mempertahankan Systolic BP pada 110-120 mmHg dan Diastolic 70-80 mmHg
  10. Berdoa dan serahkan diri pada Tuhan, karena walau kita sudah berusaha melakukan 1-9 tapi kalau sudah sampe waktu, tak ada yang bisa tahan.

Semoga bermanfaat, dan buat teman-teman yang merayakan, selamat Merayakan Hari Kemenangan 1429H.

{ 6 comments… add one }
  • Rihi Here Wila September 30, 2008, 9:32 pm

    Tulisan ini saya edit dari mailing list Bolelebo sebagai jawaban saya terhadap pertanyaan/mohon saran adik T tentang kesulitan untuk melakukan poin 7 sampai 9:
    Adek T dan temans, memang betul… omong sih gampang tapi untuk melakukan? sulitnya minta ampun dan memerlukan kerja keras serta dukungan lingkungan sebab bagaimana Berat Badan tetap stabil atau turun kalau masukan kalorinya lebih dari yang dibutuhkan, sedangkan lingkungan sekitar semuanya “jago makan”? Jadi saya pinjam istilahnya Bung Aris: persetan dengan semua makanan enak, saya pilih untuk menjaga Berat Badan saja.
    Yang lain adalah bagaimana saya bisa olahraga sendiri kalau sekitar tidak ada yang melakukannya? Ini pun bisa pinjam istilah Om Aris lagi, persetan dengan kalian, mau bergerak badan, mari sama-sama kita, tidak pun akan saya lakukan sendiri. Para ahli bilang, kalau kita bisa melakukan langkah sebanyak 10,000 langkah sehari, 3 – 4 x dalam seminggu, sudah cukup untuk menjamin Berat Badan tidak naik.
    Nah, soal me”reduce” stres, ini soal kemampuan pribadi masing-masing yang terkadang memerlukan konsultasi dengan psikiater atau psikolog.
    Tidak ada salahnya kalau masalah yang menimbulkan distress (kalau tidak sangat privat), dibagi-bagilah dengan orang lain yang bisa dipercayai (lagi-lagi memerlukan hubungan horisontal yang baik).
    Sedangkan untuk tekanan darah, ada adagium soal hipertensi ini: sekali terkontrol dengan obat (dengan dosis yang paling rendah), maka obat itu harus digunakan sepanjang umur hidup kita (ini juga sering kadang sulit, sebab begitu tekanan darah sudah normal 3 bulan, dianggap sudah sembuh dan obat dihentikan sendiri dengan segala akibatnya).
    Begitu teman-teman, Selamat Merayakan Hari Kemenangan 1429H. Rihi

  • Nitha Müller-Soplanit October 1, 2008, 5:40 am

    Terima kasih buat informasi yang sangat berguna Kaka Dokter.
    Beta juga su mulai melakukan pemeriksaan,Puji Tuhan baik semua tapi Nopember ini beta su ada janji deng Dokter lai.

    Salam buat Usi Pau dan anak2.

  • Benny & Jeanne Doko October 1, 2008, 6:58 pm

    Pak Dr, terima kasih atas tips yg amat berguna,terutama buat yg Senior seperti kami ber2. sayapun pernah ketemu sumber2 info tentang pencegahan yg sama dalam tulisan ini, cuma u/ saya, point 1 itu yg belum bisa diterapkan penuh. sebagai anggota senior sering diundang kemana2 dan karena makanan Indonesia merupakan barang langkah/ mahal disini, jadi kadang2 tak terkontrol, karena menu dari 1 pesta kepesta lain semuanya, gorengan, santan,dan sejenis.Mungkin terpulang pada self-control dlm memilih jenis menu. Ada keraguan :Apakah santan kelapa bercholesterol LDL atau HDL?sebab ada yg bilang chol jahat hanya pada hewani .
    Thanks a million, salam dari California!

  • Rihi Here Wila October 2, 2008, 7:09 am

    Terimakasih Om dan Tante Jean di California telah memberi response untuk tulisan ini. Walaupun sudah saya jawab lewat email, saya ingin tegaskan lagi bahwa hasil penelitian di Indonesia, Filipina maupun AS menunjukkan bahwa minyak kelapa (tentu saja termasuk santan) tidak mengandung kolosterol jahat seperti yang di duga selama ini (yang menyebabkan produksi minyak kelapa kita merosot, khususnya dari Sabu, Flores, Sulawesi Utara dsb). Cuma perlu diingat bahwa minyak apapun (lemak) menghasilkan kalori yang tinggi per 1 gram bahan yaitu 9 kalori sehingga semakin banyak konsumsi makanan berlemak semakin tinggi konsumsi kalori yang bila tidak disertai dengan gerak badan yang cukup, akan menyebabkan kegemukan dengan segala akibatnya. Semoga dapat menghilangkan keraguan Tante Jean. Thx

  • Nanik - Seattle WA October 3, 2008, 6:44 pm

    Om Rihi,

    Terima kasih sudah memberikan informasi tentang pencegahan penyakit jantung. Terkadang susah ya untuk menghindari stress 🙂 Apalagi dengan kehidupan yang fast dan ter-buru2 seprti dikejar waktu. Sepertinya 24 jam/hari itu masih kurang karena banyak sekali yang belum selesai dikerjakan 🙂
    Saya sudah mengurangi makanan2 berlemak karena mengerti akan akibatnya, apalagi dari pihak ayah ada bakat heart desease. Walaupun sudah dicegah, masih juga saya kena high blood pressure 🙁
    Dalam waktu 6 bulan ini saya juga berusaha mengkontrol berat badan, alhasil turun 10 lbs (+- 5 kg). Perlu commitment/disiplin yang tinggi to loose another 10 lbs 🙂

    Soal minyak kelapa, apakah dengan proses high heat pressed seperti yang dilakukan nenek saya waktu saya masih di Kupang, akan tetap menghasilkan cholesterol yang baik? Nenek saya memasak santan diatas api kecil sampai santan itu berubah menjadi minyak. Saya kurang yakin apakah proses tsb akan menghilangkan cholesterol yang baik.
    Olive oil sangat baik karena proses pembuatannya secara cold pressed, tetapi kalo kita gunakan untuk menggoreng dengan temperatur yang panas, cholesterol yang baik akan menjadi useless (Natural Health Magazine) . Akan tetapi seperti Om Rihi bilang walaupun minyak yang bagus untuk cholesterol, jumlah lemaknya juga tinggi. So, take it moderately will be wise I believe.
    Salam buat keluarga di Kediri.

    Dari kota hujan
    Nanik Trickey

  • della September 18, 2016, 9:49 am

    Terima kasih dok .dokter. Sudah menyembuhkan penyakit saya..

Leave a Comment