≡ Menu

Sing Sing So…., dan Gado-gado

Pagi ini bangun tidur, sempat lihat balasan email seorang teman tentang acara Pilihan Pendengar RRI Studio Kupang circa tahun 60an yang saya tanyakan karena sudah lupa nama acara itu, lalu sempat bertukar beberapa lagu dengan teman-teman lewat email. Sesudah itu saya coba mencari ke youtube kalau-kalau bisa temukan lagu-lagu itu di sana. Saat memilah-milih lagu Indonesia, malah ketemu lagu Teresa Teng dalam bahasa Mandarin berikut. Sekalian saya taruhkan di sini buat kita nikmati bersama. Saya yakin banyak yang bisa menebak kalau ini lagu Sing Sing So yang diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin:

Betul, berapa hari ini ada urusan keluarga yang membuat saya tidak sempat mengisi blog saya. Selain itu, kemarin juga dengan rasa sedih saya membaca kalau Prof Randy Pausch yang Kuliah Terakhirnya sempat saya postkan di sini, akhirnya meninggal dalam usia yang relatif muda setelah bergumul dengan penyakit kanker. Minggu lalu dengan penuh duka saya melihat seorang penyiar TV dan penulis favorit saya, mantan Press Secretary Presiden Bush, Tony Snow meninggal dunia juga dalam usia yang relatif muda setelah bergumul dengan kanker. Dua hari lalu, siang-siang kami harus bergegas menuju ke RS St. Vincent di kota Birmingham yang dua jam perjalanan dari rumah kami untuk melihat putra saya kembali lagi masuk ke RS gara-gara tidak mengikuti petunjuk dokter untuk memakan obatnya secara reguler.

Ada rasa bergidik bila sudah memikirkan semua ini. Kematian datang ibarat pencuri di malam hari. Berbagai pertanyaan datang silih berganti.  Semua pertanyaan ini bagai gelombang di pantai kala tak ada angin, silih menghempas ke atas pasir tanpa tenaga, timbul tenggelam tak ada arah tujuan? Ada saja ide melenceng dan pertanyaan yang tak keruan juntrungan ini tahu-tahu saja menyerobot di kepala. Kenapa tiba-tiba ada pikiran tentang tidak semua orang bisa menjadi Bunda Teresa dari Calcutta juga ikut menyerobot ke dalam otak? Kenapa tiba-tiba saja ada pikiran, Bunda Teresa bisa menjadi Bunda Teresa tetapi Bunda Teresa belum tentu bisa jadi ibu yang baik seperti yang ditulis dalam bukunya Henry Nouven? Bukankah ibu yang baik tidak perlu harus menjadi Bunda Teresa, melainkan ibu yang baik harus bisa mengurusi suami dan membawa anak-anak bertumbuh dalam keselarasan hidup berkeluarga?

Oh, saya tulis tentang ibu karena saja salah satu contoh yang dipakai dalam buku Nouven adalah Bunda Teresa. Tetapi itu tidak berarti bahwa Bapak itu bebas dari kesalahan. Bapak juga menanggung beban yang sama dalam keretakkan suatu keluarga. Dan oh, istri saya hanya menyengir kalau dia sempat membaca tulisan ini bilang saya kebanyakan waktu dan tidak membantu dia beresi urusan rumah.

Saya tak tahu mengapa pikiran-pikiran ini begitu mengganggu saya beberapa hari terakhir ini. Mungkin karena lama menyetir di jalanan atau harus menunggu di rumah sakit tanpa ada yang bisa dikerjakan. Tetapi saya juga tidak berandai kalau saya mengerti jawabannya.

Mungkin gara-gara sewaktu pulang dari Ann Arbor, Michigan minggu lalu, kami sempat mampir di Abbey of Gethsemani, tempat pertapaan Thomas Merton dahulu di negara bagian Kentucky. Mungkin gara-gara baca buku-buku yang saya bawa pulang dari Abbey yang berceritera kalau Thomas Merton sempat punya anak sewaktu mahasiswa, dan anak maupun pacarnya mati dibom Jerman sewaktu perang dunia ke 2. Mungkin juga karena saya baca kalau Thomas Merton sempat pacaran dengan seorang perawat sewaktu hidupnya. Mungkin juga gara-gara saya baca tentang bagian yang mengungkit tentang Bunda Teresa di sana. Yang jelas, tiba-tiba saja saya ingin kembali lagi menikmati kedamaian alam sekitar Abbey, dan sehari setelah tiba di rumah, saya telpon dan kami telah mendapat kamar di sana untuk bulan November nanti. Saya mengharap agar waktu bisa cepat meleset pergi, agar kami bisa menikmati lagi kedamaian di Abbey sana. Lalu sebagai pengisi waktu, saya tuangkan pikiran random ini di sini biar tidak terbebani, dan saya terus kembali mendengarkan lagu-lagu di Youtube, sekedar mengenang Teresa Teng, Dewi atau Duta Suara dari Asia yang bisa saja menyanyikan berbagai lagu dari berbagai negara di Asia maupun dunia. Di zaman jaya-jayanya Teresa, saya sempat mengikuti berbagai pertunjukkannya di Jepang. Teresa sendiri sudah lama beristirahat di sana karena kanker yang merenggut masa remaja dalam puncak kejayaannya, tetapi kita di sini masih bisa menikmati suara Teresa yang merdu di sini.

Berikut ini tiga lagi lagu Teresa yang sempat saya nikmati pagi ini. Sebuah lagu kesayangan saya yang Teresa nyanyikan dalam bahasa Mandarin:

Terus Jambalaya juga dalam bahasa MandarinInggris:

Sedangkan yang berikut ini lagu Teresa dalam bahasa Jepang, Toki no nagare:

Dan terakhir, saya sempat melihat video Teresa tetapi ada video aslinya dari Louis Amstrong, dan ini juga salah satu lagu favorit saya maka saya taruh di sini. Mungkin ada juga ingin menikmati bersama saya:

Selamat berakhir pekan.

{ 6 comments… add one }
  • Jauhari July 27, 2008, 4:09 am

    Di tempat saya SING SING SO = “wong ngisin* metu rinso” 😉

  • Rihi Here Wila September 1, 2008, 7:21 pm

    Asyik juga dengar lagu-lagu Teresa itu ama. Good Luck!!!

  • drt September 1, 2008, 8:19 pm

    Om Dokter Rihi, kalau mau lihat video lagu-lagu Indonesia Teresa Teng bisa dilihat misalnya di sini:
    http://www.youtube.com/watch?v=urNaNk4DFUM
    Almarhum Teresa itu betul-betul Duta Suara dari Asia. Sayang kanker payudara merebut masa mudanya dari kita semua di puncak kariernya. Terima kasih atas kunjungan om Dokter.

  • fely March 5, 2010, 10:48 am

    Wow, Changing partner dlm bahasa mandarin,,, Great om…

  • drt July 29, 2013, 7:05 pm

    Barusan lihat kalau link ke dua video di atas, Toki no nagare dan What a wonderful world sudah tidak berfungsi, makanya saya cari ke Youtube dan koreksi link itu. Selamat menikmati.

  • drt May 13, 2017, 5:27 pm

    Barusan koreksi link yang terputus untuk Jambalaya yang dinyanyikan Teresa Teng. Saya tidak ingat mengapa saya bilang lagu itu dinyanyikan dalam bahasa Mandarin. Link aslinya sudah dicopot youtube tetapi link yang ada menunjukkan bahwa Teresa menyanyikan lagu itu dalam bahasa aslinya. Kemudian saya sempat mengganti beberapa code untuk menempatkan videonya di tengah-tengah kolom.

Leave a Comment