≡ Menu

Surat Pembaca Majalah Semangat Edisi Mei 1970.

Tiga gambar hasil fotocopy di bawah ini adalah hasil scan dari majalah remaja Semangat, edisi Januari dan Mei 1970, tatkala saya adalah mahasiswa baru di Jurusan Fisika, Fakultas Ilmu Pasti Alam (FIPA saat itu), Universitas Gadjah Mada, di Yogyakarta.

Titik Ketjil di bawah langit besar

Majalah Semangat Januari 1970

Artikel ini berisi ceritera tentang perlombaan luar angkasa antara Amerika Serikat dan Uni Soviet di akhir tahun 1969. Judulnya ‘Titik Ketjil di Bawah Langit Besar.” Dalam artikel itu terpampang sebuah gambar Wernher von Braun, yang menjabat sebagai Direktur Pusat Penerbangan Angkasa Marshall, NASA. Walaupun dalam artikel itu disebutkan nama kota Huntsville, Alabama, nama kota itu sama sekali tak berbekas di hati.

Artikel ini ternyata menarik perhatian saya, karena begitu selesai membaca, saya langsung mengirim surat pembaca kepada redaksi. Saya tak ingat lagi, apa yang memicu saya untuk mengirim surat pembaca itu. Yang masih teringat jelas, bukannya terima gambar von Braun, Semangat malah menerbitkan surat saya dalam edisi bulan Mei tahun itu. Saya betul-betul lupa, termasuk lupa akan mimpi saya saat itu.

Gambar von Braun yang menarik perhatian saya

Gambar von Braun yang menarik perhatian saya

Dua puluh tahun lalu, ketika saya datang ke Huntsville, Alabama dari Penn State untuk interview pekerjaan, seorang teman saya mengajak saya untuk keliling melihat kota. Ketika melewati Pusat Masyarakat von Braun (von Braun Civic Center) yang kini sudah diganti nama menjadi Pusat Von Braun, saya jadi teringat akan foto di majalah Semangat. Kami sempat tertawa mengenang ceritera lucu itu. Saya tak pernah menyangka bahwa 6 tahun sejak kunjungan itu, saya malah mendapat kesempatan untuk bekerja di tempat yang pernah dipimpin von Braun seperti yang tercantum dalam artikel itu.

Di samping patung vonBraun di MSFC, NASASetelah saya diterima bekerja di Pusat Operasi Payload untuk Stasion Angkasa International (Payload Operations Center: International Space Station), saya ingat akan surat itu lagi, lalu saya minta bantuan teman-teman di Yogyakarta untuk mencarikan saya satu copy. Tak tanggung-tanggung. Seorang kenalan yang dulunya adalah Asisten Dosen Matematika sewaktu saya masih di Gadjah Mada, sempat membuang waktu mencarikan copy artikel itu dari perpustakaan Kolese St. Ignasius di Yogyakarta, lalu emailkan copy itu kepada saya. Saya sangat berhutang budi kepada Pater F. Susilo yang sudah berhasil menemukan copy ini sehingga saya bisa berbagi dengan anda di sini. Beberapa tahun yang lalu, saya sempat meminta seorang anggota keluarga, Martin Tahun untuk mencarikan copy itu lagi.

Ini adalah foto isi surat pembaca itu dan fotocopy halaman seutuhnya terpampang di bawah:

Surat Pembaca

Sepanjang ingatan saya, impian masa kecil saya mau menjadi pilot. Kata itu saya dengar untuk pertama kali dari seorang kakak sepupu, yanglebih dikenal dengan sebutan ako Kung, yang nama lengkapnya Tan Tek Goan. Ako adalah sebutan engkoh dalam logat Kupang. Ako Kung adalah pemilik bus penumpang dengan nama Bus Pria yang masih beroperasi sampai awal tahun 60an, dan mereka yang hidup sekitar tahun 1960an di Kupang, mungkin masih mengingat nama bus ini. Tentu saja impian itu agak berbeda dari tradisi di mana setiap generasi dalam keluarga akhirnya menjadi pedagang eceran, termasuk ayah saya yang sejak muda kerjanya berjualan dari pasar ke pasar di pedalaman Timor.

Pilot itu supir kapal terbang kata ako Kung. Tentu saja itu karir yang saya tak pernah impikan lagi setelah besar. Ketika lulus SMA, impian saya sudah berubah dari impian seorang bocah berusia 5 tahun. Saya punya pilihan untuk menjadi ilmuwan, insinyur atau dokter. Ternyata saya hanya lulus ujian masuk ke Jurusan Fisika, yang juga biayanya jauh lebih murah dari dua pilihan lainnya, Teknik atau Kedokteran. Tak ada lagi impian menjadi pilot di zaman mahasiswa.

Tapi ada satu hal yang saya masih ingat. Tak lama setelah penerbangan pertama Gagarin, waktu saya masih di kelas 3 atau 4, saya menulis surat untuk Gagarin. Dalam tulisan semula berbahasa Inggris yang saya tulis lebih dari 10 tahun lalu, tidak saya sebutkan bahwa ceritera tentang Gagarin itu saya tahu dari majalah Uni Soviet berbahasa Tionghoa yang waktu itu banyak ditemukan di sekolah kami. Jadi surat sederhana itu saya tulis dalam bahasa Tionghoa dan mungkin sempat dibacakan di depan kelas. Hanya saya ragu apakah surat itu bisa sampai ke Gagarin karena dialamatkan ke majalah, mungkin dengan bantuan guru saya tapi kejadian persisnya sudah saya lupa karena sudah lewat setengah abad yang lalu. Tapi begitu ada yang ceriterakan soal surat itu ke rumah, malah urusan surat itu menjadi bahan tertawaan orang-orang dewasa. Tapi setelah tragedi 1965, tak ada yang berani singgung tentang topik ini lagi, yang ada kaitan dengan sekolah Tionghoa. Bahasa Tionghoa, Tiongkok maupun Rusia, seperti juga kata komunis menjadi topik yang tabu.

Halaman Surat-surat Pembaca

Halaman Surat-surat Pembaca

Apakah saya pernah bermimpi bahwa suatu saat saya bakal bekerja di tempat di mana von Braun pernah menjadi Direktur? Saya tidak tahu. Hanya ada satu cukilan ceritera berjudul Seorang anak bernama Jim (A Boy named Jim) di halaman kedua artikel itu, yang malah saya pakai sebagai judul tulisan pertama saya. Redaksi Semangat bahkan salah spel kata English menjadi Inglish. Membaca ceritera itu 30 tahun setelah artikel ini muncul di majalah itu, bersamaan dengan ungkapan, sabar mas sabar, tak kan lari gunung dikejar, membuat saya menjadi berpikir. Adakah ini suatu kebetulan? Entahlah. Tapi kalau ceritera ini bisa memberikan inspirasi buat anak-anak muda, terutama mereka yang selalu bertanya, apa yang ada di balik bintang gemintang di malam hari, maka upaya menulis ini tidak akan sia-sia. (Juni 25, 2002). Dialih bebas ke bahasa Indonesia, Juli 30, 2013.***

Catatan: Perbedaan dengan tulisan asli berbahasa Inggris adalah foto dan video yang saya tambahkan di sini. Patung Wernehr von Braun dalam foto itu letaknya di kompleks perkantoran pusat di MSFC. Foto ini dijepret sekitar bulan Mei, 2013. Sedangkan video di atas adalah video tentang Pusat Operasi kami yang baru saja diperbaharui. Mereka yang kenal saya mungkin bisa menemukan saya di latar belakang video ini. Oh, saya geli sendiri membaca pergantian ‘saya’ menjadi ‘kami’ dalam surat pembaca di atas. 😀

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment