Berkat informasi dari ibu Henny Pelapelapon di Jakarta, pak Budi Soehardi di Singapore dan pak Nicky Uly di Kupang, anggota milis Pak Laru Bolelebo mendapat berita duka kalau Bapak Piet Alexander Tallo, SH, mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur telah meninggal dunia pada tanggal 24 April 2009 di Rumah sakit Pusat Angkatan Darat Jakarta. Rencananya, jenazah beliau akan diberangkatkan ke Kupang pada hari Minggu 25 April 2009 jam 08.00 WIB menggunakan pesawat Mandala, dan tiba di Kupang sekitar Jam 13.00 WITENG, langsung disemayamkan di rumah duka di Oebufu.
Berdasarkan informasi di Internet, Alamarhum Piet Alexander Tallo, SH lahir di Tepas, Timor Tengah Selatan pada 27 April 1942, atau beliau berpulang 3 hari sebelum ulang tahun yang ke 67. Beliau adalah adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 1998-2008. Masa jabatannya dimulai pada 19 Juli 2003 dan akan berakhir 19 Juli 2008. Gubernur Tallo adalah Sarjana Hukum lulusan almamater saya, Universitas Gadjah Mada di Yogya. Beliau lulus di tahun yang sama saya masuk ke Gadjah Mada dan saya hanya mengenal nama beliau dari rekan-rekan sedaerah di Yogya tetapi tidak pernah bertemu muka.
Atas nama keluarga besar Pak Laru Bolelebo dan keluarga NTT di rantau yang tergabung di dalam milis ini, kami mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Gubernur Piet Alexander Tallo. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan penghiburan dan kekuatan oleh Tuhan yang maha pengasih.
Aris Tanone
Huntsville, Alabama
U.S.A.
Popularity: 1% [?]



{ 10 comments… read them below or add one }
TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA MANTAN GUB NTT BPK PIET ALEXANDER TALLO. S.H. SAYA KENAL SEKALI DGN BELIAU JAUH SEBELUM MENJABAT GUB NTT, PAK PIET DI KENAL RAMAH,DISIPLIN DAN SETAU SAYA OLAH RAGA YG DI SENANGI ADALAH SEPAK BOLA ,SEMPAT AKTIF DLM PERSEPAK BOLAAN.DI NTT.KAMI SBG ORG NTT BERTERIMA KASIH ATAS SGL AMAL BAKTI BELIAU SELAMA MASA JABATAN MEMIMIPIN PROP TERCINTA NTT,KIRANYA SMA INI MERUPAKAN AMAL IBADAH BELIAU,SMG DITERIMA DI SISI TUHAN YG MAHA ESA…AMIEN.SELAMAT JALAN PA”PIET…NTT SLL MENGENANG JASA2 MU.
Atas nama keluarga Ismandar, saya mengucapkan ikut berduka atas berpulangnya bapak Piet Tallo SH. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan. Jasa beliau untuk NTT akan selalu dikenang. Selamat Jalan pak Piet.
Saya dan Keluarga Mandala turut Berduka Cita atas berpulangnya Bapak Piet A. Tallo SH. Beliau adalah salah satu Putra Tanah Dawan yang turut mengantar masyarakatnya maju dalam berbagai bidang pembangunan. Adalah sebuah pilihan yang sulit bagi seorang terdidik yg merupakan Alumnus UGM. Banyak pilihan untuk hidup lebih baik di Kota-kota besar / modern, namun Beliau memilih kembali ke Tanah Dawan untuk turut berpartisipasi secara langsung dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan disana. Keberhasilan di TTS dan Soe membuat masyarakat NTT bersuka cita, masyarakat merasa memiliki Pemimpin yg capabel untuk mengatasi kesulitan masa depan dan dapat terus melanjutkan pembangunan. NTT saat ini adalah NTT yg telah jauh meninggalkan sebahagian besar kesulitan hudup yang salah satu perjalanan pembangunan nya dipimpin oleh Bapak Piet A. Tallo SH. Siapapun kita, orang NTT atau yg telah merasa sebagai bahagian dari masyarakat NTT pasti tahu bahwa membangun sebuah gugusan Pulau karang adalah bukan pekerjaan gampang dan dapat berhasil dalam waktu singkat. Pemimpin dan perjalanan pembanguanan di NTT adalah sebuah episode kehidupan masyarakat NTT, terjal dan berliku dan yang pasti tidak akan luput dari berbagai kegagalan dan kilaf, “Manusiawi”. SELAMAT JALAN ANAK TANAH DAWAN, SELAMAT JALAN BAPAK PULAU KARANG, SELAMAT JALAN PEMIMPIN NTT, USAHA DAN LELAH MU AKAN KAMI KENANG SELALU.
Saya, atas nama keluarga besar Pelapelapon, menyampaikan dukacita kami yang dalam atas kepergian seorang putra terbaik NTT, yang dengan hormat kami panggil Piet A. Tallo, pada hari Sabtu, 25 April 2009 di Jakarta. Perjuangan dan jasa serta karya Bapak sejak masih sebagai bupati TTS sampai terakhir menjabat gubernur NTT, telah kami lihat dan akan tetap kami kenang.
Doa kami, kiranya Tuhan Yesus Kristus memberikan kekuatan dan ketabahan bagi seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.
Kepada yg kekasih Keluarga besar Bpk Piet Tallo
Kami sekeluarga Noor dari Batam menyampaikan Bela Sungkawa yang dalam atas kepulangan Bpk Piet A. Tallo ke Rumah Bapa di Surga. Beliau telah berkiprah sekian tahun & telah meninggalkan Karya besar bagi Masyarakat NTT , Karya yang tak ternilai sudah kita lihat & masyarakat NTT telah merasakannya.
Kiranya Keluarga Besar yang ditinggalkan , mendapat Kekuatan & Penghiburan dari Tuhan Yesus.
Ya, Bapa kami yang di Sorga , Jadilah kehendakMu …..
Pak Piet Selamat Jalan , Jasamu tak terlupakan
Kasih Tuhan menyertai kita semua senantiasa , Amin.
Saya mengenal Pak Piet ketika beliau masih sebagai Bupati TTS dan saya Kepala Dinas Kesehatan di Kab. Timor Tengah Utara. Atas budi baik sdr. Robby Petruz kepala Dinas Kehutanan Kab. TTU, saya diperkenalkan kepada Pak Piet dan sejak itu sekitar tahun 1986-1987, saya selalu mampir untuk sekedar menyambangi beliau di So’e untuk ngobrol kalau saya berangkat dari Kefa ke Kupang. Saya lebih mengenal Pak Piet (kami senang memanggil beliau sebagai rambut putih) ketika saya harus bolak-balik setiap malam ke rumah jabatan gubernur saat putri beliau yang bungsu sakit dan saya rawat dengan infus di rumah jabatan. Setiap saya akan pulang, ternyata beliau sudah menunggu di depan pintu dan memanggil saya, ama, terima kasih dokter. Sayang sejak tahun 1999 saya harus berpisah dengan beliau karena saya pindah ke Batu-Malang. Selanjutnya saya hanya ikuti perkembangan di NTT dan kepemimpinan beliau lewat media. Bagaimanapun juga, beliau adalah salah satu pemimpin NTT yang brilian dengan gagasan-gagasan besar. Selamat jalan Bung, semoga Ibu Erni dan anak-anak tetap diberi kekuatan oleh Tuhan.
Saya dan keluarga ikut merasakan duka yang dalam atas berpulangnya Pak Piet Tallo kerumah Bapa di Sorga.
Doa saya untuk Ibu Erny,anak2 dan cucu2 serta keluarga besar Tallo diberikan kekuatan,ketabahan dan penghiburan yang kekal dari Tuhan Yesus.
Andrew,Dominic,Nitha dan Thomas Müller-Soplanit
Switzerland
ats nama keluarga besar Bpk.Piet A.Tallo,saya sebagai cucu pertama dr alm,mengucapkan Terima Kasih ats Perhatian Bpk,Ibu,dan Saudara/i sekalian.Tuhan Yesus Memberkati
Saya baru membuka website pagi ini dan melihat berita duka ini, saya meneteskan air mata karena pak piet adalah pria favorit saya ketika saya masih kecil di Timor. saya ingat pesan beliau seperti ini: Pemimpin adalah seperti jembatan, yakni tempat penyebrangan manusia, kuda atau sapi yang sering membuang kotoran kalau berjalan di atas jembatan. saya mengingat pesan tersebut hingga hari ini. Selamat jalan hai pahlawan, jasanya tak terlupakan. Ayub Bansole dan keluarga, di Jakarta.
Merasa kehilangan. itu kesan pertama yang timbul didalam hati dan benak saat mendengar kepulangan beliau. Sebagaimana Alkitab gariskan bahwa setelah menjalani hidup maka manusia akan kembali kepada Penciptanya untuk selanjutnya menerima semua balasan atas apa yang telah dia lakukan, demikian pula almarhum telah meninggalkan kita untuk kelak menerima mahkota dari Allah, atas apa yang telah diperbuatnya bagi urusan kemanusiaan dan maupun keAllahan semasa hidupnya. Pemimpin yang tangguh dan peduli, itu kesan kami atas bapak. Selamat jalan. Tuhan memberkati keluarga yang ditinggalkan. NTT, maju terus dalam Tuhan, bersama pemimpin yang mengasihi Allah.