Upacara Jas Putih di Sekolah Kedokteran, Universitas Alabama di Birmingham

by drt on August 29, 2010

Lain padang lain belalang, begitu pikir saya saat menghadiri Upaca Jas Putih putri kami.

Seingat saya, sebelum zaman kami, ada acara plonco, lalu jadi Mapram, Masa Orientasi dan setelah 20 tahun lebih hidup di luar negeri, saya tak tahu lagi bagaimana masa orientasi mahasiswa di tanah air.

Namun ada suatu perbedaan yang saya rasakan di sini. Pertama, mahasiswa Fakultas Kedokteran bisa mengambil S1 mereka di Fakultas lain, dan di tahun kelima baru mereka masuk ke Medical School atau School of Medicine dalam studi untuk menjadi dokter di Amerika sini.

Nah, tidak ada ceritera seram tentang suguhan bakmi kepada mahasiswa kedokteran yang matanya ditutup, lalu dibilangi kalau mereka disuguhi cacing seperti ceritera-ceritera zaman Plonco dulu sewaktu saya masih kuliah di Yogya sekitar 40 tahun yang lalu. Sebaliknya disini, yang mereka harus lalui adalah Upacara Jas Putih atau dalam bahasa Inggrisnya, White Coat Ceremony ini.

Sebenarnya, di Amerika sendiri upacara pemakaian jas putih ini juga termasuk baru. Menurut Wikipedia, acara ini dimulai di Fakultas Kedokteran University Chicago di tahun 1989, lalu menjalar ke berbagai Fakultas Kedokteran serta berbagai Fakultas di bidang kesehatan di seluruh Amerika. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Alabama di Birmingham, Alabama, Upacara Jas Putih ini merupakan puncak acara dalam kurikulum baru yang diberlakukan di Universitas Alabama di Birmingham tahun 2007 yang lalu.

Berikut ini adalah terjemahan bebas dari tulisan Robert R. Rich, M.D., Senior Vice President & Dean, School of Medicine, University of Alabama in Birmingham tentang modul pertama kurikulum baru yang disebut Patient, Doctor, and Society (PDS) atau Pasien, Doktor dan Masyarakat.

Modul pertama ini berupa program 3 minggu, dan para mahasiswa akan mengikuti klas di pagi hari dan siang hari mereka akan ikut dalam acara kelompok kecil PDS. Acara ini dibimbing oleh 40 dosen klinis dari Universitas baik sebagai instruktor maupun pembimbing PDS. Para mahasiswa kedokteran memulai pendidikan medis mereka lewat introduksi tentang ekspektasi kelakuan profesional di bidang pengobatan klinis, etika kedokteran, kemampuan komunikasi, fondasi hubungan dokter-pasien, dan pengobatan berdasarkan fakta (evidence-based medicine). Selain itu yang menjadi fokus di bidang lain meliputi sejarah kedokteran, kesehatan dan kesejahteraan dokter, dan pentingnya belajar seumur hidup di bidang kedokteran. Sebagai bagian dari modul kurikulum ini, mahasiswa menuliskan Mission Statement pribadi dan klas mereka, kode-profesi individu, mengikuti acara pelayanan masyarakat, melakukan interfiu dengan individu yang mengalami pelayanan medis sebelum tahun 1960 dengan penekanan pada hubungan pasein dan dokter untuk perbandingan praktek pengobatan masa lalu dan sekarang. Di samping itu mahasiswa juga diwajibkan untuk membaca dua novel yang berkaitan dengan kedokteran. Module PDS ini diakhiri dengan upacara Jas Putih sebagai pertanda berahkirnya tugas mahasiswa.

Dalam Upacara Jas Putih ini, mahasiswa akan maju satu persatu ke podium, menandatangai surat-surat mereka, lalu dipakaikan jas putih dokter oleh dosen mereka. Ini merupakan suatu pertanda bahwa mereka telah memasuki bidang pendidikan kedokteran — sebuah babak baru dalam kehidupan bermahasiswa mereka.

Para mahasiswa ini akan mulai memakai jas putih ini waktu mereka mengunjungi pasein dalam matakuliah Introduksi Pengobatan Klinis beberapa minggu sesudah masa orientasi.

Sebagai orang tua kami hanya bisa berdoa, semoga perjalanan studi Ignasia berjalan lancar.

Sumber:

1. White Coat Ceremony, Wikipedia. Akses 29 Agustus, 2010.
2. inforMED, School of Medicine at UAB, September 15, 2007, Volume 3, Issue 5. Akses 29 Agustus, 2010.

Popularity: 1% [?]

{ 10 comments… read them below or add one }

martha naomi August 31, 2010 at 4:37 am

selamat buat Ignasia dengan jas putihnya yang keren….semoga sukses dan menjadi dokter kelak…juga buat papa Aris & mama Winnie yang berbahagia dengan senyum lebar yang manis…..

drt August 31, 2010 at 8:50 am

Makasih tante Omi dan om Nyoman. :-)

Vivi August 31, 2010 at 9:39 pm

Wah Oom Aris, kita ikut bangga & senang. Semoga semuanya berjalan lancar ya, Oom. GBU

Jeanne Doko September 1, 2010 at 12:09 pm

…senyum Papa & Mama ada di senyumannya Ignasia…..Congratulations buat Ignasia, Bung Aris , Zus Winnie serta sdr2 Ignasia .We pray for a happy ending journey of Ignasia…..!

Jeanne & Benny Doko,CA

drt September 1, 2010 at 8:35 pm

Makasih Tante Jeanne dan Om Ben Doko begin_of_the_skype_highlighting     end_of_the_skype_highlighting, dan makasih Vivi dan om Fafudik dari rebis Bengawan Solo.

Fafudik September 1, 2010 at 9:42 pm

Om DrT, Selamat ya!…kita doakan Ignasia sukses dalam karier dan masa depan.
Turut bahagia dari rebis bengawan solo. (y) (y)

Katemak September 24, 2010 at 11:01 am

Selamat buat Om Kribo dan Tanta.

drt September 24, 2010 at 7:08 pm

Buat om Fafudik dari rebis bengawan solo, dan Katemak, makasih.
Om Fafudik, sibuk terus ko? Kapan kirim foto-fotonya.
Katemak, kapan atau apa sudah selesai? Bagaimana rencana ke US?

Katemak September 26, 2010 at 2:17 am

Soal studi sadiki lai Om baru abis, tahun depan baru bisa selesai. rencana pi US belum tau lai, itu program dihapus dari agenda ford foundation (pemberi beasiswa) soalnya. tapi beta akan kabari, kalau dapat program lain.

drt September 26, 2010 at 9:08 am

Wish you good luck, El. Tolong kabari kalau sudah selesai.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: