Di sanakah kamu? (14)

by drt on May 26, 2014

Setelah Winnie dibaptis, tak ada lagi kejutan seperti yang kami alami sejak November 1998. Pertama Winnie menjadi sakristan, tenaga sukarela untuk mempersiapkan keperluan misa di hari Rabu sore. Kemudian karena prodiakon yang mengurusi piala anggur kadang tidak hadir, akhirnya Winnie belajar dan menjadi seorang prodiakones yang membantu pastor membagi hosti atau anggur kepada umat sewaktu […]

{ 2 comments }

Di sanakah kamu? (13)

by drt on May 3, 2014

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. (Pkh 3:1) Di tahun 2009, dalam memperingati 10 tahun kami kembali ke Gereja, saya pernah coba menulis catatan perjalanan rohani ini. Tapi mungkin belum waktunya, niat itu tak pernah kesampaian. Musim berganti, waktu juga berlalu dengan pesat. Ternyata hari-hari ini saya sudah hampir […]

{ 0 comments }

Di sanakah kamu? (12)

by drt on April 27, 2014

Sewaktu masih berceritera kejadian di rumah John, Winnie tiba-tiba ingat, kalau setelah kejadian di rumah John itu, Rogers pernah mengirim dia Holy Card atau kartu suci yang sudah diberkati, bergambar kepala Tuhan Yesus yang berdarah, yang selalu Winnie simpan dalam dompetnya. “Bukan!”, kata saya kepada Winnie begitu melihat foto itu. “Ini bukan patung di rumah […]

{ 0 comments }

Di sanakah kamu? (11)

April 26, 2014

Waktu menceriterakan kembali hal itu malam ini, Winnie bilang dia sendiri tak mengerti kenapa muncul kedua kata itu di dalam benaknya. Belakangan ini setelah bisa Google macam-macam dengan lebih leluasa, baru dia tahu di mana missing link itu. Ternyata dalam pelajaran di sekolah dulu, kata Ping An cuma berarti selamat, aman, seperti dalam ungkapan “一路平安” […]

Read the full article →

Di sanakah kamu? (10)

April 25, 2014

Tak lama kemudian tiba-tiba Winnie bilang: “Sorry Jo, tadi waktu kamu masih mau berdoa lagi di ruangan itu selesai acara doa mereka, aku terpaksa keluar duluan.” “Nggak apa-apa, karena kamu kan mau makan,” jawabku. “Bukan! Aku nggak lapar tapi aku mau menghirup udara segar, karena dalam ruangan itu aku pusing. Pusingnya payah sekali! Pusing, hilang, […]

Read the full article →

Di sanakah kamu? (9)

April 23, 2014

Keluar dari pekarangan Nancy, kami terus ikuti mobil Rogers. dengan tujuan mampir sebentar ke rumah John. Ternyata seperti kata Rogers, rumahnya memang tak jauh dari rumah Nancy. Setelah bersalaman, kami pun diajak masuk. Karena kami sendiri sudah sempat makan siang, makanya waktu Rogers bilang dia mau makan dulu begitu masuk ke ke rumah John, kami […]

Read the full article →

Di sanakah kamu? (8)

April 22, 2014

Nah, tanggal 13 Februari 1999 pagi itu, kami datang sudah agak siang, dan ruangan aparisi sudah terisi dan hanya ada lima kursi kosong di barisan paling depan, dua di ujung kiri dan tiga di tengah. Sampai saat itu, Winnie masih seperti sediakala, hanya ikut ke sana untuk menemani saya, dan masih punya rasa cemas begitu […]

Read the full article →