Feed on
Posts
Comments

Berpacu Dengan Waktu

Ada kala saya suka berpikir, syukurlah karena kesibukan jadi ada banyak hal yang bisa terlupakan atau katakanlah, dilupakan. Misalnya, karena kesibukan, terpaksa waktu saya untuk mengisi blog ini juga menyusut. Padahal ada saja berbagai hal yang ingin saya curahkan di sini.

Ambil saja contohnya. Hari ini di situs PERMIAS ada update dari Rina yang bunyinya kalau diterjemahkan menjadi:

Hallo semua,

Test jantung dan paru-paru saya kemarin dibatalkan karena sel-sel kankernya tidak terpengaruh oleh pengobatan chemo terakhir, sehingga akan membuat hasil testnya tidak akurat dan mubazir. Maka itu mereka akan menunggu sampai chemo berikut Jumat nanti, sebelum akhirnya mereka bisa menentukan, apakah testing-testing tersebut bisa dilanjutkan. Dalam dua akhir pekan belakangan ini, tumor di leher saya telah bertumbuh dengan kecepatan yang mengawatirkan, yang tidak selayaknya terjadi dalam siklus chemo tingkat akhir begini. Moga-moga dengan obat yang lebih keras dan baik di Jumat ini kankernya bisa lebih terkontrol atau paling tidak pertumbuhannya bisa diperlambat, biar lebih lama dari seminggu sekali begitu. Karena kalau tidak begitu, pencangkokkan tidak akan berhasil. Saya mohon doa restu anda agar obat ini akhirnya bisa membawa saya ke operasi pencangkokkan. Terima kasih,….

Sudah berapa hari sebenarnya saya telah mendapatkan potongan-potongan info ini. Tetapi selain sibuk, saya sering tidak tahu harus memulainya dari mana. Untung saja ada update dari Rina tadi, jadi paling tidak ada pijakan saya untuk memulai menulis.

Iya, sehubungan dengan penundaan ini, maka pertama, jarak sampai hari pencangkokkan naik lagi menjadi 10 hari (tepatnya 9 hari saat posting ini keluar). Kedua, uang yang terkumpul baru 25% dari biaya US$180,000 yang dibutuhkan, walaupun jumlah itu sudah besar sekali untuk ukuran Indonesia.

Lalu kenapa saya kepingin sekali melupakan urusan ini? Karena saya dengar, pihak RS masih mengotot bahwa kalau dana yang terkumpul tidak sampai 50%, mereka tidak akan proses surat-suratnya Rina.
Tapi sebaliknya, dengan adanya penundaan ini, saya juga tidak tahu apakah ini blessing in disguise atau apa, tapi yang jelas, kesempatan untuk terus mengumpulkan dana masih diperpanjang seminggu lagi.

Secara pribadi saya tidak kenal Rina, saya bukan sanak familynya Rina, namun dalam waktu kurang dari sebulan saya sering kepikiran soal Rina. Sama seperti waktu saya menulis perasaan naik roller coaster ketika mengurusi pengumpulan dana untuk Gratia dulu. Untung saja saya di sini hanyalah penabuh genderang, dan pikiran tentang bagaimana keadaan keluarga Rina seringkali harus saya hilangkan dari kesadaran saya. Nah sekarang karena kita lagi berpacu dengan waktu, maka kaleng berisi koin ini saya goyang dengan keras biar nyaring di telinga anda. Semoga para pembaca di sini yang punya Paypal account sudi menyumbang buat Rina. $1 atau $2 bukan soal, karena biaya yang dibutuhkan cukup besar. Sedangkan bagi saudara-saudari yang tak punya Paypal account, semoga anda semua bersedia untuk penuhi permintaan Rina buat panjatkan doa agar Rina bisa menjalani prosedur pencangkokkannya. Terima kasih.

Hang in there, Rina. You’re a true fighter!

Video ini berisi tanya jawab antara Dr. Manny Alvarez, pengasuh acara Ask Dr. Manny di Foxnews Channel dengan Dr. Cynara Coomer, seorang dokter bedah payudara dari Lenox Hill Hospital di kota New York.

Kanker payudara bukanlah satu-satunya penyakit yang harus dirisaukan kalau sudah bicara tentang kesehatan payudara. Dalam video ini Dr. Manny mengajak Dr. Coomer untuk melihat kesehatan payudara secara umum selain kanker payudara, dan apa yang harus diperhatikan setiap wanita pada usia tertentu. Misalnya, apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan payudara anda bila anda berusia 20an,  30an, 40an dan 50an ke atas?

Videonya tentu saja dalam bahasa Inggris tetapi penjelasannya tidak berbelit-belit. Untuk setiap kategori usia, videonya bisa distop untuk membaca daftar singkat apa yang perlu dikerjakan. Mungkin para bapak yang membaca ini bisa tersenyum kecil karena merasa lebih tahu soal anatomi atau georafi yang Dr. Manny sebutkan, :lol: tetapi sebagai seorang yang punya saudara yang terkena kanker payudara, saya berharap informasi ini bisa kita perhatikan bersama. Mudah-mudahan anjuran tentang apa yang harus dilakukan setiap kategori usia ini bisa menolong dengan pendeteksian dini, sebelum benjolan yang ada terlanjur tumbuh menjadi kanker. Semoga!

Berikut ini update mengenai adik Rina yang bisa saya laporkan:

  1. Dana yang sempat terkumpul sampai hari ini berjumlah $31,890. Ini termasuk hasil dari pementasan lawak yang dilakukan teman-teman sealmamater Rina. Updatenya sangat terlambat karena hanya Rina satu-satunya yang punya akses ke informasi banknya dan Rina tidak bisa berbuat banyak akibat kondisi kesehatannya.
  2. Saat ini Rina sedang menjalani Chemotherapy. Kalau biasanya pengobatan itu berlangsung 4 x 24 jam, kali ini dokter menambahkan sehari lagi menjadi 5 x 24 jam, karena cancernya sangat ganas seperti yang bisa dibaca dalam cuplikan email dari Dr. Haerani Ismandar (bu Titien) di bawah. Dosis obatnya juga ditambah.
  3. Karena tidak memiliki asuransi, maka pengobatan Rina adalah pengobatan jalan dan Rina tidak mengingap di RS seperti layaknya pengobatan pasien yang punya asuransi. Maka bagi Rina tak ada lindungan dari kontaminasi lingkungan seperti halnya kalau dirawat di RS. Setiap 24 jam Rina harus dibawa kembali ke RS untuk mengganti botol obatnya. Foto di bawah ini saya ambil dari blognya Rina yang menunjukkan bagaimana obatnya disalurkan lewat lengan Rina.

Saya tidak bisa update langsung berita ini sejak kemarin, karena berbagai pertimbangan masalah privasi. Tetapi setelah berbicara per telpon berkali-kali dengan ibu Titien, satu-satunya sesepuh mahasiswa Indonesia di kota Stillwater, akhirnya ibu Titien mendapatkan izin lisan dari Rina untuk berbagi informasi tentang pengobatan Rini ini dengan teman-teman yang sedang melakukan pengumpulan dana. Baru saja saya mendapat kabar via email dari ibu Titien, ternyata Rina baru meng-update blognya.

Berikut ini adalah cuplikan email dari ibu Titien ke teman-teman sekampung ibu Titien di milis Bolelebo:

Kemarin sewaktu Rina ke dr untuk chemo dia mendapat berita kurang menggembirakan yaitu dokter sudah kehabisan options untuk mengobati cancernya. Cancernya betul2 sangat resistant terhadap obat chemo yang diberikan dan juga sangat agresif, sehingga hanya dengan jarak satu minggu dari chemo sebelumnya cancernya tumbuh kembali. Jadi chemo minggu ini hanya akan mengecilkan cancernya. Menurut dokter harapan satu2nya hanya transplant walaupun mereka tahu kalau kemungkinan berhasil and gagalnya 50:50. Berita dari dokter ini merupakan pukulan yang sangat berat untuk Rina…… Siapa yang nggak akan menangis dengan “vonis” seperti itu? Memang sedih cuma apa daya kita? Dengan kondisi Rina yang seperti itu, mohon kiranya rekan2 mendoakan agar Rina diberi kekuatan dan juga diberi jalan keluar dari penderitaannya. Amin. Terima kasih.

Kalau anda punya usul bagaimana caranya untuk meringankan beban keluarga Rina atau anda mengenal para filantropis yang bisa menyumbang, tolong beritahukan mereka ceritera tentang Rina ini. Syukur kalau anda bisa menambahkan sumbangan lewat Chip-In widget kalau anda punya Paypal account. Selain itu kalau anda punya akses ke situsnya Oprah, silahkan klik posting di message board-nya Oprah berjudul Please Pray for Rina Fitria ini. Syukur juga kalau anda bisa mengisi komentar agar message itu tetap berada di urutan teratas. Tak perlu panjang-panjang komentarnya. Satu kalimat bilang saya ikut berdoa untuk kesembuhan Rina pun sudah cukup. Tapi tentu saja komentarnya dalam bahasa Inggris. Siapa tahu posting itu bisa mendapatkan perhatian para pembantu Oprah dan akhirnya sampai ke telinga penyumbang lainnya. Untuk bisa posting di sana, anda harus mendaftar ke situs Oprah dan mereka akan mengecek alamat email yang anda pakai. Apakah usaha ini berhasil atau tidak, sudah di luar jangkauan kita. Kita pasrahkan saja kepada Tuhan. Yang penting kita usaha bersama. Atau anda punya usul lain yang lebih baik? Silahkan beri komentar di bawah.

Older Posts »