≡ Menu

Mukjizat Hanya Dianugerahkan Kepada Mereka Yang Percaya

Koeksitensi Secara Damai Dengan Kanker Prostat.

Judul dan subjudul di atas saya ambil dari salah satu testimonial dari encek Lang Lianzhong dalam buku Ping Shuai de Zhen Han (平甩的震撼) atau Gegap-Gempita Ping Shuai, karya Shifu Li Fengshan.

Minat saya terhadap latihan Qigong sederhana ini timbul lagi saat seorang teman mengirim link ke youtube berisi wawancara Dr. David Shu, seorang dokter bedah syaraf yang tulisannya sudah ada berapa yang saya terjemahkan kedalam bahasa Inggris.

Setelah mendengar hasil wawancara itu, saya langsung berusaha terjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Bagian pertamanya bisa dibaca di Wellness Blog saya. Bagian kedua juga bisa ditemukan di sana.

Karena banyak teman saya yang meninggal akibat kanker (siang tadi habis mengikuti misa requiem istri seorang teman yang terkena melanoma), saya putuskan untuk sharing info ini kepada anda semua.

Ini sekedar informasi, tapi sebelum memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan anda, harus anda rundingkan dengan dokter anda. Saya bukan dokter medis, dan saya hanya pikir bahwa latihan sederhana yang tak butuh apa-apa ini mungkin bisa membantu banyak orang yang mengalami berbagai kendala ekonomi dalam hidup.

Encek Lang yang hasil tertimoninya saya terjemahkan ini, bisa dilihat dalam video ini mulai menit ketiga sampai menit ke 5:50. Sedangkan tiga menit pertama berisi informasi tentang bagaimana berlatih Ping Shuai Gong. Ingin mencari info lanjutan, silahkan google kata ‘Ping Shuai Gong’. Jangan kaget kalau ketemu terjemahan saya. 🙂

Semoga bermanfaat.(drt)

Bulan Juni tahu 2004 adalah titik balik dalam hidup saya yang sulit saya lupakan. Waktu itu saya periksa kesehatan dan dokter menemukan bahwa PSA saya hasilnya sangat tinggi. 71,2 padahal normalnya cuma 4,0. Setelah dibiopsi, dokter mengatakan bahwa ini kanker prostat level 3. Bagaikan halilintar di siang bolong! Bersama istri kami hanya bisa merangkul kepala masing-masing dan menangis sedih. Tak sangka di usai tua begini malah terkena kanker yang mengoyak hidup.

Untuk Selamatkan Diri, Mati-matian Latihan Qigong.

Susungguhnya saya tak tahu khasiat Qigong. Tapi cucu putriku yang suka terkena alergi ikut latihan dan kesehatannya membaik. Makanya putriku lalu memberikan buku Mukjijat Ping Shuai kepadaku, dan dalam buku itu ada testimoni dari engkong Rao — Kanker Prostate level 4, sudah sampai ke tulang tapi masih bisa sembuh. Makanya dengan tekad mau tetap hidup, saya pergi ke Dojo Meimen untuk mulai latihan qigong.

Dalam bathin saya bilang, coba nekatlah! Setiap jam 5 subuh, waktu semua orang masih tidur, saya sudah bangun terus latihan. Setiap pagi dan malam saya latihan dua jam lebih. Latihan mati-matian begini, sampai kaki sakit, tangan sakit, tulang sakit, tapi saya tetap kertak gigi dengan penuh tekad latihan terus. Setelah dua bulan saya pergi periksa, dokternya kaget sekali dan bilang: PSA-nya sudah berubah. Waktu itu dokter anjurkan saya makan daging. Tapi tadi-tadinya saya itu setiap makan sekali makan daging, sampai akhirnya terkena penyakit gula, darah tinggi, sampai setiap hari harus makan obat. Makanya sekarang saya hanya mau ikut petunjuk Shifu, latihan qigong, makan berpantang!

Yang saya temukan, tak perlu takut makan berpantang tak mengandung nutrisi. Sebaliknya, makan sayuran hijau lebih menyegarkan dibandingkan makan daging. Terasa ringan tak ada beban, asal makan makanan segar yang tidak diproses sudah memadai. Keluargaku sangat membantu. Istri dan anak-anak ikut saya makan berpantang, dan anakku juga ikut ke dojo untuk berlatih. Bantuan mereka adalah dorongan mental yang luar biasa bagi saya.

Cobaan Kenaikan PSA

Setelah berlatih 3 bulan, dokter bilang tak perlu minum obat lagi. Begitu merasa lega, saya mulai makan makanan hasil olahan pabrik, manisan dan berbagai makanan yang tak bergizi. Tak disangka PSA saya naik lagi. Saat itu baru saya sadari: Kanker itu penyakit kronis, sekali-kali tidak boleh lengah. Tapi tak perlu dihantui rasa takut, karena lewat latihan qigong, berarti kita temukan cara untuk hidup koeksitensi secara damai.

Saya beruntung bisa mendengar sendiri petuah Shifu Li Fengshan, juga bisa dengar langsung kakak-kakak seperguruan yang mau berbagi pengalaman. Saya punya kepercayaan kuat akan kemampuan Qigong Perguruan Mei (Meimen). Makanya sekarang PSA saya sudah normal kembali. Hanya 2,5.

Ikut latihan sampai sekarang, biasanya saya yang paling pertama tiba di dojo. Dengan sepenuh hati sampai sudah masuk ke kelas Taichi Quan. Saat ini saya tak minum obat apapun. Juga tidak periksa dokter. Bukan saja badan saya sehat, bahkan orang yang mudah emosi, lurus dan berperangai gampang marah juga sudah ikut berubah. Sekarang saya mengerti pikir tiga kali dulu baru bertindak. Juga lebih menaruh perhatian, misalnya mau membantu istri mengurusi rumah; kalau ingat kekasaran dahulu jadinya malu sendiri.

Saya tahu bahwa badan dan jiwa saya mengalami banyak kemajuan!

Catatan 8 Mei, 2014: Selagi mengecek posting-posting lama saya malam ini, saya ketemu terjemahan ini. Saya tak ingat kenapa saya menarik terjemahan ini dari peredaran dan menjadikannya private posting. Setelah saya mengecek video dan terjemahan ini saya akan buka lagi posting ini untuk umum.
Terjemahan ini hanya meliputi testimoni dari Encek Lang saja. Oh ya, postingan ini tak ada hubungan dengan seri Di sanakah kamu? yang sedang saya tulis bagian-bagian akhirnya. 😀

{ 1 comment… add one }
  • IM. Agus Sulistyo November 19, 2019, 11:59 am

    Menginspirasi saya untuk berlatih.

Leave a Comment